www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Pemindahan Ibu Kota Pengaruhi Jadwal Seleksi CPNS 2019
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
DBD di Pekanbaru Capai 166 Kasus, Satu Anak Meninggal Dunia
Kamis, 18/04/2019 - 17:19:44 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:
PEKANBARU - Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru saat ini sudah mencapai 166 kasus. Dari ratusan kasus itu, satu anak dinyatakan meninggal dunia. 

Korban meninggal dunia akibat DBD ini terjadi di Kecamatan Sukajadi. Diduga, korban meninggal lantaran terlambat penanganan oleh keluarga. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi Apt SFarm menyebut, korban diketahui sudah mengalami panas tinggi sekitar tiga hari. Namun, keluarga tidak langsung membawa ke Puskesmas terdekat. 

Kata Maisel, korban meninggal dunia ini masih berusia 6 tahun. "Yang meninggal anak umur 6 tahun laki-laki. Terlambat dibawa ke rumah sakit. Sakit sudah 4 hari di rumah, baru dibawa ke RS. 1 hari dirawat kemudian meninggal," kata Maisel, Kamis (18/4/2019). 

Melihat data grafik Diskes Pekanbaru, usia anak antara 5 tahun sampai 9 tahun rawan terserang DBD, yakni mencapai 43 kasus. Kemudian di usia 10 sampai 14 tahun, yaitu 32 kasus. 

"Kemudian persentase jenis kelamin, kasus DBD banyak menyerang laki-laki, mencapai 52 persen atau 86 kasus. Perempuan 48 persen atau 80 kasus," jelasnya. 

Ia mengatakan pencegahan DBD harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa mengandalkan instansi terkait saja. Adanya upaya masyarakat untuk pencegahannya sangat diperlukan sekali.

"Kami dari Diskes sudah melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kader Puskesmas untuk mengaktifkan satu rumah satu kader Jumantik," jelasnya. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan 3M Plus dan pemberantasan sarang nyamuk. Ia juga mengungkap, saat ini DBD merupakan penyakit tertinggi di Pekanbaru. 

"Untuk saat ini, karena kondisi cuaca yang ekstrim, DBD termasuk penyakit yang tinggi saat ini. Selain itu, untuk penyakit tidak menular, yang tinggi adalah Hipertensi," jelasnya. 

Jumlah kasus DBD di Pekanbaru Minggu ke-15 Tahun 2019 :

Sukajadi 28 kasus
Senapelan 11 kasus
Pekanbaru Kota 4 kasus
Rumbai Pesisir 7 kasus
Rumbai 9 kasus
Limapuluh 10 kasus
Sail 9 kasus
Bukit Raya 9 kasus
Marpoyan Damai 21 kasus
Tenayan Raya 14 kasus
Tampan 22 kasus
Payung Sekaki 22 kasus

Total : 166 Kasus

Penulis : Delvi Adri
Editor : Fauzia

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pemindahan Ibu Kota Pengaruhi Jadwal Seleksi CPNS 2019
  • FKUB Inhu Ajak Jaga Kerukunan Umat Beragama Demi Keutuhan Bangsa
  • Segera Launching di Mal Ska, Inilah Harga Mitsubishi Eclipse Cross
  • Agar Punya Saham Mayoritas, Pemprov Ajukan Suntikan Modal Rp300 Miliar ke Bank Riau Kepri
  • Penunjukan Tim Pansel Sekdaprov Riau Dimatangkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Kedatangan Jemaah Haji Riau
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved