www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Dinilai Cacat Moral, IMM Pekanbaru Desak Rektor Umri Mundur
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Fasilitator Program Kotaku Harus Tambah Terampil
Jumat, 13/07/2018 - 19:08:04 WIB
Korkot dan fasilitator jalani pelatihan.
Korkot dan fasilitator jalani pelatihan.
TERKAIT:
PEKANBARU - Puluhan Koordinator Kota (Korkot) dan fasilitator tahun 2018 Nasional Slum Upgrading Program (NSUP)  Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) KMW OC-3 Provinsi Riau menjalani pelatihan di Hotel Alpa, Jumat (13/7/2018). 

Kegiatan yang berlangsung hingga 19 Juli mendatang ini diikuti oleh 74 peserta dari 5 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengembangan kawasan Pemukiman Berbasis Masyarakat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mita Dwi Aprini. 

"Keberhasilan kita ketika mendampingi masyarakat saat masyarakat berkata terimakasih telah membantu kami untuk menjadi yang lebih baik. Jadi fasilitator diharapkan semakin terampil dalam pendampingan di kelurahan atau desa," kata Mita. 

Fasilitator wajib memberikan pendampingan agar masyarakat daalm menjalanjan program Kotaku. Misalnya, dalam memperbaiki drainase. Drainase yang diperbaiki harus betul-betul ada manfaat setelah selesai dikerjakan. 

"Tugas kita memberikan pendampingan supaya kualitas teknis bagus, supaya umur infrastrukturnya lama. Itu wajib kita dampingi agar umurnya lama. Jangan sampai masyarakat mengeluarkan uang untuk perbaiki infrastruktur yang baru dikerjakan," tegasnya. 

Ia juga meminta kepada fasilitator agar selalu bekerja dengan semangat. Ia pun meminta para fasilitator selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat. 

"Jadikan pekerjaan ini kebahagiaan para pendamping. Libatkan camat dan lurah dalam perencanaan kegaiatan ini," harapnya. 

Ia menambahkan, tujuan program ini memang untuj meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni. 

"Mendukung menurunnya luas kawasan permukiman kumuh menjadi 0 Ha juga tersusunnya rencana pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh tingkat kota/kabupaten dan tingkat masyarakat yang terlembagakan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)," paparnya. 

Penulis: Delvi Adri
Editor: Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dinilai Cacat Moral, IMM Pekanbaru Desak Rektor Umri Mundur
  • Tuntut Rektor Mundur, IMM Pekanbaru Segel Ruang Rektor dan Aula Kampus Umri
  • Enam Dokter Spesialis Lanjutkan Misi Kemanusiaan Dompet Dhuafa
  • Pemangku Kepentingan Harus Bahu-membahu Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
  • Hujan Diprediksi Masih Terjadi hingga Akhir Desember Ini, Masyarakat Diimbau Lebih Waspada
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Petisi Menolak Kampanye Hitam Kelapa Sawit
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved