www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Hallo Riau Membantu Kampanye Positif Kelapa Sawit
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
WWF Minta Pemprov Tegas Selamatkan Hutan dan Satwa di Riau
Jumat, 08/11/2019 - 13:23:27 WIB
PEKANBARU - World Wide Fund for Nature (WWF) Riau mengatakan, dari hasil monitoring mereka, 75 persen hewan penjelajah seperti gajah dan Harimau Sumatera berada di luar konservasi.

Namun beberapa hari terakhir, hewan penjelajah tersebut kembali terlihat di kawasan perusahaan. Seperti Harimau Sumatera yang terlihat di ladang minyak Zamrud, Kabupaten Siak, pada Minggu (3/11/2019). Berselang 4 hari, seekor induk gajah dan anaknya juga terlihat memasuki halaman lapangan Golf PT Chevron di Duri.

Menurut Staf Komunikasi WWF Riau, Syamsidar, saat ini pemerintah provinsi Riau belum terlalu serius mengurusi rumah para satwa tersebut, dimana tempat satwa tersebut tinggal dan mencari makan sudah semakin sempit.

"Perlindungan spesies, baik dalam kawasan hutan ataupun non hutan, secara kewenangan berada di bawah KLHK. Namun tentunya harus bersinergi dan mendapat dukungan oleh pemerintah daerah, termasuk Riau," ujarnya, Jumat (8/11/2019) dikutip dari Cakaplah.

Wanita yang akrab disapa Sammy ini juga mengatakan, beberapa kawasan yang disediakan untuk satwa seperti taman nasional, hutan lindung dan juga kawasan konservasi lainnya selama ini belum mendapatkan hasil yang positif.

"Untuk pemegang konsesi mereka harus menerapkan praktik pengelolaan yang baik di dalam konsesinya, termasuk melindungi satwa dan daerah jelajahnya. Itu kewajiban yang harus dilaksanakan," ungkapnya.

Menurut Sammy, saat ini kawasan yang dilindungi tersebut juga mengalami permasalahan yang sama seperti kawasan hutan lainnya.

"Kawasan konservasi dan lindung yang ada di Riau menghadapi ancaman yang sama karena perambahan, ilegal logging, dan kebakaran hutan. Termasuk perburuan satwa yang dilindungi ataupun yang bukan dilindungi," ucapnya.

Sammy berharap Pemprov Riau menindak tegas perkebunan sawit ilegal yang ada di Riau. Dan jika memang sudah terbukti ilegal, Sammy meminta Pemprov Riau bersama stakeholder terkait untuk menghentikan aktivitas perusahaan tersebut.

"Perlu penertiban dalam pemberian izin di kawasan non hutan dan tentu saja tidak memberikan izin di kawasan hutan," ujarnya lagi.

Melihat kondisi seperti ini, WWF Riau meminta agar Pemprov Riau lebih tegas lagi untuk menyelamatkan hutan dan satwa yang ada di Riau.

"Perlu komitmen yang lebih serius dalam penanganan ancaman terhadap keutuhan kawasan hutan. Karena di dalam permasalahan ini banyak kepentingan, misalnya kepemilikan lahan adalah penguasaha atau oknum yang terkait dalam organisasi kepemerintahan. Karena itu, intinya adalah komitmen untuk menagani permasalahan tersebut," katanya. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Hallo Riau Membantu Kampanye Positif Kelapa Sawit
  • Ini Tips Antisipasi Website Down saat Daftar CPNS di Situs sscn.bkn.go.id
  • Touring Avanza Riau Community ke Sumbar, Avanza Terbukti Irit dan Bandel
  • Institut Pendidikan Guru Johor Rencanakan Seminar Kebangsaan dengan UIR
  • Penjaringan Balon Bupati dan Cabup Rohul Dibuka di DPD PAN, Bupati Sukiman Ambil Formulir
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Wako Pekanbaru Firdaus MT Terima Kunjungan Kapolresta
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved