www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Tahun Ini, Anggota PWI Riau Ikut Berqurban Sapi dan kambing
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Buruh Panen Akasia di Inhil Tewas Diterkam Harimau Sumatera
Jumat, 24/05/2019 - 20:11:33 WIB
Harimau Sumatera
Harimau Sumatera
TERKAIT:
PEKANBARU - Seorang buruh pemanen pohon akasia bernama M Amri meninggal dunia karena diterkam harimau sumatera liar saat berada di konsesi hutan tanaman industri PT Ria Indo Agropalma (RIA) di Kecamatan Plangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi, Riau.

“Setelah tim dapat laporan itu di areal PT RIA, Sinar Mas Grup,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat.

Korban M Amri (32) pada Kamis 23 Mei 2019 meninggal dunia akibat diserang oleh harimau Sumatera di Kanal Sekunder 41 PT. RIA di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Suharyono menjelaskan kemungkinan besar korban benar diserang oleh harimau karena dari kondisi luka fisiknya. Dugaan itu semakin kuat karena di area perusahaan itu masih ke dalam lanskap Kerumutan yang merupakan kantong harimau Sumatera. Selain itu, dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir ini di wilayah itu muncul harimau liar yang keberadaannya sempat terekam video karyawan perusahaan itu.

“BBKSDA bersama PT RIA sudah melakukan sosialisasi ke karyawan jangan bekerja sendiri, kemudian memasang tanda-tanda peringatan di sana. Dari tujuh orang yang selamat dalam kejadian, mereka ikut sosialsiasi. Apakah saudara Amri almarhum hadir atau tidak kami sedang cek daftar hadir. Mungkin pada saat kejadian dia panik sehingga membelakangi harimau sehingga diserang,” katanya dikutip dari Antarariau.

Suharyono menjelaskan, korban sudah dievakuasi dan diberangkatkan ke rumah duka di Kalimantan. M. Amri yang tewas diterkam harimau berasal dari Dusun Perasak Desa Gapura, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

Pada saat kejadian, Amri sempat hilang dan terpisah dari tujuh rekannya yang bekerja memanen akasia. Setelah menunggu sekitar 30 menit, rekan-rekan korban berupaya mencari korban dengan menggunakan excavator.

Seteleh sekitar satu jam melakukan pencarian, korban ditemukan diarea perkebunan Akasia Kanal Sekunder 41 PT. RIA Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran. Di sekitar lokasi dijumpai satu ekor harimau, dan korban lokasinya tidak jauh dari sana dalam keadaan tertelungkup dengan beberapa luka yang diduga akibat diterkam oleh satwa harimau.

Selanjutnya para saksi langsung mengevakuasi korban, ketika dilakukan evakuasi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan mengalami luka yang diduga akibat serangan harimau di bagian tengkuk, leher dan kepala bagian belakang. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Tahun Ini, Anggota PWI Riau Ikut Berqurban Sapi dan kambing
  • Dinilai Otoriter, Mahasiswa UIN Suska Unjuk Rasa Tuntut Rektor Kembalikan Demokrasi di Kampus
  • Jenguk Andra Bayi Penderita Usus Keluar, Sekda Meranti Sebut Pemkab Siap Bantu Pengobatan
  • Mulai Dikerjakan, Peningkatan Ruas Jalan Provinsi Sungai Jering-Kari Habiskan Rp 7 Miliar
  • Sertijab FKIJK dari Irvandi Gustari kepada Wahyu Sulistiyono
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Rakor Kelembagaan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved