www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Polda Riau Masih Selidiki Dugaan Prostitusi Hiburan Malam di SCH Pekanbaru
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Virus Monkeypox Belum Ada di Riau, Ini Keterangan Lengkap Diskes
Rabu, 15/05/2019 - 22:34:58 WIB
PEKANBARU - Terkait masalah virus Monkeypox yang marak dibahas, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menghimbau masyarakat tetap waspada. Meski dalam faktanya belum ada yang masuk ke Riau. 

"Sejauh ini, belum ada informasi kasus Monkeypox di Riau. Namun tetap waspada," yakin Mimi saat dikonfirmasi halloriau.com, Rabu (15/5/2019) petang. 

Menurut Mimi, sehubungan adanya penerbangan langsung (direct flight) Singapura-Pekanbaru, pihaknya telah meminta kepada Kepala Kantor Kesehatan Pelabulan Pekanbaru untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap para penumpang pesawat dari Singapura. 

"Serta penumpang yang berasal dari Batam, karena kebanyakan masyarakat Riau yang berpergian ke Singapura melalui Batam," sambung Mimi. 

Selain itu, Mimi menyebut pengawasan terus lebih ditingkatkan juga melalui sektor di pelabuhan-pelabuhan laut yang ada di Provinsi Riau. Dimana kata Mimi jalur tersebut juga mempunyai jalur masuk dari Batam. 

"Ini dilakukan untuk tindakan pengendalian dan pencegahan terjadinya penularan penyebaran virus tersebut. Dan juga Dinkes sarana pelayanan kesehatan tetap waspasa serta terus melakukan pemantauan di masyarakat," ajak Mimi. 

Diketahui, penyakit Monkeypox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus monkeypox, dapat terjadi pada hewan juga manusia. Gejalanya dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan rasa lelah yang diikuti oleh ruam yang membentuk lepuh dan kerak.

"Untuk waktu paparannya, hingga timbulnya gejala sekitar 10 hari. Durasinya biasanya 2 sampai 5 pekan," tutur Mimi. 

Selain itu, cara pencegahannya dimulai dilakukan dengan membiasakan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), hindari kontak dengan hewan dari Afrika, konsumsi makanan bergizi dan hindari kontak dengan kasus. 

Kemudian yang harus dilakukan setelah itu, mengingat kasus Monkeypox sudah diisolasi dan karantina ketat di Singapura maka kemungkinan penyebaran penyakit ini kecil. Pihak KKP meningkatkan pengawasan ketat pada penumpang asal Singapura di Port of Entry (pelabuhan) dengan tidak mengganggu pelaku perjalanan. 

Selanjutnya, Menunggu arahan Kementrian RI sebagai tindak lanjut dilapangan. Masyarakat tidak perlu resah ataupun panik, kalau tidak terlalu penting untuk menunda berpergian keluar negeri. Bilamana masyarakat pelabuhan atau bandara menemukan gejala penyakit tersebut, agar melaporkan ke kantor Kesehatan Pelabuhan.  

Penulis : Helmi 
Editor: Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Polda Riau Masih Selidiki Dugaan Prostitusi Hiburan Malam di SCH Pekanbaru
  • Korem 031/WB Gelar Komsos Kreatif, Beragam Alutsista Dipamerkan ke Masyarakat
  • Mahasiswa Kukerta UR Ikut Berjibaku Padamkan Api Karhutla di Desa Rawang Air Putih
  • MB BCK Duri Tampil di Istana Negara saat Peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia
  • Meriahnya Blue Core Yamaha Motor Show di Batam, Antusias Pengunjung dengan Promo Menarik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Tim Manggala Agni Upacara HUT RI di Lokasi Kebakaran Lahan
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved