Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

09:17 - Dari Hasil Verifikasi Ulan...
17:12 - Terindikasi Judi, Jackpot ...
18:50 - Tunda Salur DBH, Program d...
18:05 - APBD 2019 Meranti Dipredik...
19:34 - Bupati Meranti: Kita Tidak...
16:35 - 43 Petani Pulau Padang Iku...
22:27 - Naik 8,03 Persen, UMK Mera...
19:16 - Sekda Berharap Sagu Merant...
22:20 - TP4D Gelar Bimtek Kelola K...
20:24 - 355 Berkas Pelamar CPNS Me...
15:22 - Warga Dua Desa di Pulau Pa...
14:47 - Hari Ini Terakhir Pendafta...
15:10 - Dibangun Tahun Depan, Pemb...
06:37 - Pokir Anggota DPRD Meranti...
16:43 - Dolar Naik, Harga Sagu Men...
17:44 - Lantik 58 Pejabat Eselon I...
17:16 - Pembangunan Jalan di Meran...
14:26 - Di Meranti, Jalan Dibangun...
06:59 - Desa Kundur Masuk Nominasi...
15:49 - Satu Desa di Meranti Ogah ...
22:06 - PT Timah Kembali Salurkan ...
19:20 - Menata dan Memperindah Kot...
19:57 - APBD-P Kepulauan Meranti 2...
18:46 - BKD Meranti Temukan Banyak...
20:14 - Penyampaian Nota Keuangan,...
19:06 - Hibahkan Lahan untuk Kanto...
16:50 - Kirab GP Ansor Riau di Mer...
17:45 - Akui Kecolongan, BPPRD Mer...
13:55 - Latih Wirausaha Muda Pasar...
12:26 - Tersandung Kasus Narkoba, ...
12:06 - Operasi Mantap Brata di Ke...
19:38 - Tiga Desa di Meranti Raih ...
16:58 - Bupati Meranti Ajak Masyar...
20:47 - Pendistribusian ZCD Baznas...
20:13 - 81 Jemaah Haji Tiba dengan...
07:46 - 81 Jemaah Haji Meranti Tib...
17:34 - Terjebak Sistem Ijon, Peng...
18:08 - Sarat Muatan, Kapal Pembaw...
19:25 - Diajukan 248, Kuota CPNS M...
07:25 - Bupati Meranti dan Siak Ra...
15:28 - Tersangkut Korupsi, 7 PNS ...
15:00 - Izin HO Dicabut, PAD Meran...
11:19 - Pencanangan Imunisasi MR, ...
10:16 - Jembatan Pelantar Ambruk, ...
19:00 - 9 ASN Meranti Dikirim Ikut...
10:19 - Disdukcapil Meranti sudah ...
14:26 - Dalam Sehari, 5 Hektare La...
13:18 - KPA di Meranti Diinstruksi...
07:33 - BPBD Meranti Butuh Tambaha...
10:41 - 6 Rumah di Selat Panjang D...
 
Guru Terobos Banjir Rob Demi Menuju Sekolah
Kamis, 07/12/2017 - 05:47:28 WIB
Para guru yang rela menerobos banjir
Para guru yang rela menerobos banjir
TERKAIT:

SELATPANJANG - Para guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Lukun, Desa Batin Suir yang berada jauh di pinggir kota punya semangat juang untuk mengajar siswa di tempat terisolir meskipun di tengah keterbatasan.

Jarum jam menunjukkan angka 6:00 WIB, embun masih tampak menetes di rerimbunan pepohonan yang ada di tepian Sungai Suir, Kepulauan Meranti.

Para pahlawan tanpa tanda jasa ini sudah akan bersiap siap menuju bantaran sungai.

Di pinggir sungai sudah ada kepala sekolah yang tampak sudah menunggu di perahu mungil miliknya.Kapal kecil ini akan menyusuri sungai menuju sekolah memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Perahu itu dibeli dengan menggunakan uang pribadinya seharga Rp8 juta, selama mengabdi sudah lima perahu dia gunakan. 

Naik perahu ini menjadi kegiatan yang akrab bagi mereka. Bahkan perahu ini satu-satunya alat transportasi untuk menuju dan pulang sekolah. Hingga kini belum ada akses jalan darat untuk menuju sekolah mereka.

Setelah mengarungi sungai Suir yang panjang, perahu kecil yang dikemudikan oleh kepala sekolah itu sendiri kembali menyusuri anak sungai yang bernama Batang Buah, hambatan tidak sampai disitu, terkadang mereka harus menunggu air permukaan sungai naik, karena jika tidak perahu mereka akan kandas karena dangkalnya dasar sungai.

"Kalau perahu ini rusak, kami bersama para guru dipastikan tidak bisa pergi mengajar, karena ini merupakan satu satunya transportasi menuju kesana," kata Kepala SDN 10 Lukun, Suardi.

Hambatan perjalanan menuju sekolah tempat mendidik anak anak suku Akit itu tidak sampai disitu, setelah menyusuri sungai yang ditempuh selama 1,5 jam perjalanan panjang sejauh 20 KM panjangnya membelah hutan mangrove sudah menanti dengan kondisi jalan berlumpur yang membenamkan hingga diatas mata kaki.

Agar bisa melewati jalan tersebut, mereka juga harus melepas sepatu dan menyisingkan celana mereka hingga ke lutut.Tidak hanya berlumpur, jika pasang laut (Rob) masuk, mereka juga terpaksa mengarungi air laut hingga ke batas lutut, tak jarang mereka sering tergelincir.

Salah seorang guru yang mengabdi, Lismayani mengatakan yang membuat dirinya bertahan memberikan pendidikan bagi anak anak pedalaman disana agar anak disana bisa mengecap pendidikan.

"Yang membuat saya bertahan, saya kasihan dengan anak anak disana, walaupun penat, tapi mereka lah penghibur bagi saya, lagi pun hanya ada satu sekolah disana, penat dan letih pun saya lalui, hingga dua kali mengalami keguguran," kata Lismayani. 

Penulis: Ali Imroen
Editor: Budy

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dari Hasil Verifikasi Ulang, 50 CPNS Meranti Gugur
  • Berhadiah Rp101 Juta, Besok 20 Finalis EA LLDIKTI Ikuti Tahap Presentasi Usaha di UIR
  • Yuk ke Gempita di Living World, Saatnya Beli Mobil Toyota Impianmu
  • Alfedri Optimis Pengumpulan Zakat Tahun Ini Sesuai Target
  • Juventus Menang 1-0 Atas Man United di Liga Champions
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved