Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

17:34 - Kafilah Meranti Pertahanka...
13:46 - Walau Tidak Beroperasi, RA...
20:13 - Wakil Bupati Minta Penahan...
14:28 - Beri Pengobatan Gratis, Wa...
12:59 - Meranti Siap Jadi Tuan Rum...
18:39 - Alhamdulillah, Dua Wanita ...
18:27 - Kuota Dikurangi, Disperind...
13:49 - Ditolak DPRD, Kenaikan Ret...
05:47 - Guru Terobos Banjir Rob De...
19:23 - Anggota Komisi VII DPR RI ...
17:45 - DPRD Minta Pembangunan Jem...
19:03 - Pemkab Meranti dan Beacuka...
08:53 - Jalan Poros Tergenangi Air...
10:14 - Bankeu Propinsi Tidak Masu...
13:26 - Ikut Pesta di Rumah Kadis,...
18:29 - Instruksi Wabup Meranti: K...
20:14 - Kabel Utilitas Ganggu Kein...
18:03 - BKKBN Bersama Pemkab Meran...
18:08 - Puluhan Massa Berunjuk Ras...
18:54 - Rakor Bersama Kades, Camat...
20:28 - Sekda Minta Pertahankan da...
20:01 - Pemcam Tebingtinggi Barat ...
18:02 - Meranti Terima Mobil Damka...
10:25 - Pemkab Meranti Ajukan 1.18...
18:58 - Kadin Meranti Minta Nilai ...
17:22 - Mobil Crane Terperosok di ...
16:57 - PT Cipta Krida Bahari Foku...
10:40 - Begini Penjelasan kenapa C...
10:10 - Jalan Diponegoro Selatpanj...
10:30 - Intsiawati Ayus: Kepala OP...
11:11 - Balai Benih Ikan Desa Gogo...
18:05 - Baru Selesai Dibangun, Box...
18:59 - Buang Sampah dan Merokok S...
19:27 - RKU PT RAPP Dibatalkan, Se...
05:52 - Warga Keluhkan Kondisi Jal...
10:20 - Bupati Harap Pemerintah Pu...
07:16 - Anggota DPRD Meranti Bawa ...
11:10 - UMK Meranti Tahun 2018 Dip...
18:54 - Masyarakat Kecewa, Rumah S...
18:09 - Notaris Mengeluh Urus BPHT...
18:16 - Realisasi Fisik APBD 2017 ...
11:04 - Petugas Damkar Meranti Dib...
15:15 - BPBD Meranti Serahkan Bant...
05:10 - Pasar Modern Akan Dikelola...
12:32 - Tarif Baru Pelabuhan Tanju...
00:29 - Pejabat Meranti Punya Wani...
17:21 - 13 Desa di Meranti Terima ...
16:50 - Eks Pekerja PT RAPP: Bukan...
18:21 - Lapangan Kerja Tidak Terse...
08:50 - Izin Terancam Dicabut, Mit...
 
Pasca Sidak BPOM, Produk Asal Malaysia Sulit Ditemui di Meranti
Senin, 20/03/2017 - 16:49:09 WIB
TERKAIT:
 
  • Pasca Sidak BPOM, Produk Asal Malaysia Sulit Ditemui di Meranti
  •  

    SELATPANJANG - Pasca Sidak yang dilakukan oleh BPOM RI ke gudang tempat penyimpanan sementara, Pelabuhan Pelindo Selatpanjang, Kamis (16/3/2017) lalu, barang-barang sembako dari Malaysia sulit ditemui di pasaran.

    Sidak yang dilakukan BPOM RI bekerja sama dengan Mabes Polri dan NCB Interpol dilakukan dalam rangka Operasi Internasional VI (Opson) adalah untuk mendeteksi barang barang illegal yang beredar.

    Salah seorang pemilik toko mengatakan bahwa tidak beredarnya barang tersebut dikarenakan pihaknya takut untuk memajang produk dari negara jiran itu.

    "Biasanya barang itu kami pajang di etalase, namun karena ada Sidak kemarin, kami tidak lagi berani memajangnya, jika ada yang mencari baru kami berani menjual, itupun secara diam diam," kata pemilik toko yang enggan disebut namanya ini, Senin (20/3/2017).

    Khusus bagi masyarakat Kepulauan Meranti sudah sangat familiar terhadap produk asal Malaysia daripada produk dalam negeri, karena sejak bertahun tahun produk tersebut sudah membanjiri Negeri Sagu ini.

    "Selain murah, produk asal Malaysia ini juga enak, berbeda dengan produk dalam negeri," kata salah seorang warga, Sri, Senin (20/3/2017).

    Sebelumnya Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir mengatakan bahwa jika Meranti mengandalkan Sembako yang masuk dari Jawa, di samping jumlahnya terbatas harganya juga lebih relatif mahal, dikarenakan jarak yang jauh.

    Apalagi dengan kondisi Meranti yang sedang menghadapi tekanan ekonomi saat ini, tentunya sangat membebani masyarakat.

    Di Meranti sendiri diakui Bupati, sejak ratusan tahun yang lalu telah menjadi daerah persinggahan perdagangan lintas batas dimana banyak barang dari luar negeri khususnya negara tetangga yang beredar di Meranti.

    "Ini merupakan kebudayaan di Meranti, saya fikir pemerintah daerah tentu punya kebijakan tersendiri untuk melindungi masyarakat dengan kualitas yang terjamin dan harga yang terjangkau," jelas Bupati.

    Terhadap barang barang tersebut Petugas BPOM Pekanbaru akhirnya melakukan penyegelan di tempat penimbunan sementara Pelabuhan Pelindo I di Selatpanjang.

    Petugas BPOM Pekanbaru, Alex Sander mengatakan, pihaknya masih menunggu intruksi dari BPOM Pusat terkait nasib puluhan ton barang impor tersebut.

    "Semua disegel setelah kita cacah, nantinya akan dilaporkan ke pusat. Tergantung pusat nantinya mau diapakan barang-barang ini," ujar Alex.

    Sementara itu, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Pratama Selatpanjang melalui Kasi Pengawasan dan Penindakan, Asnudin menegaskan tetap akan mempertahankan nasib puluhan ton barang impor tersebut di tangan kepabeaan.

    Ia mengklaim barang-barang tersebut tidak bisa diambil alih oleh siapapun, kecuali pihak kepabeaan.

    "Tempat penimbunan sementara ini kan masuk di wilayah kepabeaan," ujarnya.

    Menurutnya, BPOM tidak ada kewenangan untuk memproses barang-barang terebut karena belum diedarkan ke pasaran.

    "Barang-barang ini kan masih dalam tanggungjawab kami. Kalau sudah beredar, silahkan BPOM bertindak," ujarnya.

    Katanya juga, BPOM punya aturan tersendiri begitu juga dengan Bea dan cukai

    "Barang yang ada di tempat penimbunan ini masih ada tahapan berikutnya, bukan langsung diedarkan. Kita akan pilih barang mana yang masuk izin khusus dan tidak, jika tidak sesuai bisa dimusnahkan atau dikembalikan, selama ini BPOM sudah salah anggap jika barang sudah tiba di Indonesia langsung diedarkan padahal tidak, banyak proses tahapan yang harus dilalui," katanya.

    Penulis : Ali Imroen
    Editor : Yusni Fatimah



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Atlet Meranti Bawa Pulang 5 Medali dari Kejuaran Gulat Padang Sidempuan Sumut
  • Puluhan Tim Pemadam Kebakaran RAPP Tambah Kompetensi di Situgal
  • Kafilah Meranti Pertahankan Juara Umum 2 MTQ Riau untuk Ketiga Kalinya
  • Imara: yang Utama adalah Kebersamaan
  • RS di Pekanbaru Harus Kerjasama dengan BPJS dan Tak Pandang Pasien Sebelah Mata
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved