Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

17:26 - 66 Dokter dan Bidan PTT Me...
06:00 - 12 Desa di Meranti Masuk P...
21:50 - BRG Nyerah Selesaikan Konf...
11:53 - Pemkab Meranti - UGM Jalin...
13:42 - Tersentuh Lihat Teman Sala...
15:29 - 118 Koperasi Tak Sehat di ...
10:26 - RAPP Sudah Realisasikan di...
15:35 - Kopi Luwak Meranti Dipasar...
11:38 - DPRD Kabupaten Lingga Berg...
14:35 - Eka Hospital Gelar Seminar...
16:33 - Selamatkan Pantai Mekong, ...
23:13 - 2017, Sudah 3 Warga Merant...
17:30 - Soal US yang Tiba di Meran...
21:21 - Puluhan Kendaraan di Meran...
08:33 - Selama Ramadan, Wabup Mera...
18:40 - Kemarin Hanya Ditegur, Sek...
19:32 - Fasilitas Umum di Pulau Ra...
06:44 - SBG Promosikan BWMF di Tre...
14:45 - Pendapatan Buruh Bongkar M...
13:41 - Jelang Ramadhan, Satpol PP...
20:48 - Pemkab Meranti Sampaikan K...
17:56 - Di Meranti, Belum Ada Lapo...
14:07 - Polres Meranti Antisipasi ...
06:14 - Bupati Teken MoU Pengelola...
06:08 - Sekda Meranti Minta Beri K...
18:45 - Sekda Harapkan Meranti Dib...
19:21 - Pemkab Larang Peternak Jua...
21:35 - Masuk Black List, Camat He...
15:48 - Selamatkan Ibu Hamil, Bert...
18:03 - Humas Pemkab Meranti Dimin...
16:26 - Niat Maju Pilgubri, Yopi D...
22:09 - Mie Sagu dan Kopi Luwak Di...
15:25 - Waspada!! Aliran Sesat Ber...
09:28 - Evaluasi SAKIP, Kepala OPD...
20:41 - Atasi Genangan Air, Dinas ...
20:41 - Bupati Irwan: Jadilah Peng...
15:20 - Sidak Apotek di Selatpanja...
08:02 - BPK RI Audit Keuangan, Pej...
14:17 - Keluyuran Saat Jam Kerja, ...
18:52 - Tiket Kempang Berasuransi ...
13:19 - Bupati Puji RAPP dan Ajak ...
09:32 - Iriana Jokowi Apresiasi Ha...
21:10 - Pelantikan Didominasi Peja...
18:48 - Per Maret 2017, 49,13 Hekt...
16:24 - Sedekah dan Infak Disebut ...
15:49 - Duuh..di Lapas Meranti, Cu...
07:50 - CATAT!! ASN Meranti yang I...
19:55 - Asuransi Ternak Sapi di Me...
13:41 - Pemkab Kepulauan Meranti G...
06:55 - Mirisnya Kondisi Kantor Ca...
 
30 Nelayan Meranti Dilatih Menguasai Tekhnologi Mesin Diesel
Rabu, 14/10/2015 - 11:45:27 WIB
TERKAIT:
 
  • Gelombang Tinggi, Nelayan Meranti 3 Hari Tak Melaut
  • Aktivitas Nelayan "Pukat Dorong" Bisa Picu Konflik
  • Nelayan di Meranti Butuh SPDN
  •  

    SELATPANJANG - Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam melakukan perawatan mesin diesel kapal penangkap ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Meranti menggandeng Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Medan.


    Pelatihan perawatan mesin diesel kapal penangkap ikan merupakan program lanjutan kelautan perikanan di Kepulauan Meranti.Diharapkan pelatihan ini dapat mengadopsi teknologi baru yang lebih produktif dan dimotivasi agar mampu bekerjasama dalam mengembangkan ketrampilan sehingga kegiatan tersebut tumbuh  berkembang kompetitif dan menguntungkan.

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Meranti, Drs Askandar Rabu (14/10/2015) mengatakan, pelatihan yang digelar bertujuan agar para nelayan dapat menguasai teknologi usaha dan ekonomi sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta pendapatannya secara langsung maupun tidak langsung yang terus berkembang diantara sesama nelayan.
     
    "Program pelatihan ini dilaksanakan atas dasar amanat menteri kelautan dan perikanan yang tertuang dalam peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor PER 21/MEN/2010 tentang pedoman pelaksanaan pelatihan industrialisasi kelautan dan perikanan.Dimana pelatihan industrialisasi bidang permesinan disebut merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dimana salah satunya melalui pelatihan bagi nelayan dan penangkap hasil perikanan dalam wadah kelompok nelayan," kata Askadar.
     
    Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Meranti,Efialdi menambahkan pelatihan perawatan mesin diesel kapal penangkap ikan dalam rangka program lanjutan kelautan dan perikanan bidang permesinan di Kabupaten Kepulauan Meranti di ketuai oleh Kepala BPPP Medan, Pola S.T Panjaitan,A.Pi,MM, dan pemateri Widyaiswara BPPP Medan, Parlindungan Pasaribu,SIP
     
    "Penyelenggara pelatihan ini adalah (BPPP) Medan sesuai dengan SK kuasa pengguna anggaran Nomor :KEP.462/BPPP-MDN/KP.110/IX/2015 tanggal 25 September 2015,dimana seluruh biaya kegiatan ditanggung oleh BPPP Medan,sasarannya adalah 30 orang nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti yang mempunyai profesi sebagai nelayan yang tersebat di 9 kecamatan,"ungkap Efialdi.
     
    Efialdi juga menambahkan bahwa para peserta yang lulus mengikuti pelatihan teori dan praktek akan diberikan sertifikasi kelulusan perbaikan mesin diesel kapal dari NSP (Nasional Sertifikasi Permesinan) yang sudah diakui secara nasional.
     
    "Kegiatan ini berlangsung pada 13- 18 Oktober, praktek dibagi kedalam tiga kelompok dimana satu kelompok di beri satu mesin lengkap dengan spare part,onderil dan peralatan lainnya untuk dibongkar dan di rakit kembali," kata Efiald

    Penulis : Ali Imroen
    Editor   : Unik Susanti


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • "Nongkrong" di Warung Kopi, Gubri Asik Bercengkrama dengan Warga Kampar
  • Siap-siap!!! Satpol PP Bakal Razia Pendatang Baru Tanpa Identitas
  • Terjadi 27 Kasus Laka Lantas, 12 Orang Tewas
  • Idul Fitri, Inflasi Riau Normal
  • Arus Balik di Pelabuhan Sungai Duku Belum Alami Lonjakan Penumpang
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved