Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

17:32 - Heboh di Medsos, Istri Seb...
12:30 - Begini Potret Meriahnya Fe...
21:06 - Status Darurat Karhutla di...
19:13 - LAMR Meranti Nyatakan Pera...
22:34 - Padamkan Api, Tiga Helikop...
18:16 - Karhutla di Meranti Meluas...
06:39 - 100 Hektare Lebih Lahan Te...
16:59 - Pulau Rangsang Dapat 'Jata...
19:15 - Diekspor Tanpa Merek, Prod...
11:13 - Wacana Potongan 2,5 Persen...
18:51 - 22 Desa di Meranti Belum N...
12:36 - Tangkal Generasi Muda Mera...
18:57 - Bupati Ajak Kades Hati-hat...
18:02 - Kepala OPD Harus Siap Mund...
17:45 - Bayar Denda Ratusan Juta, ...
18:15 - Pemkab Meranti Terima LHE ...
17:53 - Lihat Jalan Rusak, Anggota...
09:55 - Tahun 2018, Kepulauan Mera...
12:55 - Langgar Sumpah, 4 Pejabat ...
17:11 - Kapal Rusak, Suami Istri P...
19:05 - Target Tak Tercapai, Sekto...
14:58 - Tanggul Jebol, Ribuan Hekt...
15:51 - Bupati Kecewa dengan Penge...
18:14 - Efisiensi Anggaran, Pejaba...
18:03 - Kades Putri Puyu: Akhirnya...
14:37 - Agar Tidak Tenggelam, Jalu...
16:36 - Buruknya Sistem Drainase P...
20:33 - Sambut Malam Pergantian Ta...
18:14 - Puluhan Warga Selatpanjang...
18:59 - Balita Naya yang Ceria Kin...
09:53 - LM2R Berunjukrasa Minta Ke...
18:30 - Efektif Cegah Karlahut, Fr...
17:09 - Kain Songket Pulau Padang ...
18:55 - Bank Riau Kepri Serahkan C...
13:53 - YFMM dan Remaja Mesjid Agu...
17:34 - Kafilah Meranti Pertahanka...
13:46 - Walau Tidak Beroperasi, RA...
20:13 - Wakil Bupati Minta Penahan...
14:28 - Beri Pengobatan Gratis, Wa...
12:59 - Meranti Siap Jadi Tuan Rum...
18:39 - Alhamdulillah, Dua Wanita ...
18:27 - Kuota Dikurangi, Disperind...
13:49 - Ditolak DPRD, Kenaikan Ret...
05:47 - Guru Terobos Banjir Rob De...
19:23 - Anggota Komisi VII DPR RI ...
17:45 - DPRD Minta Pembangunan Jem...
19:03 - Pemkab Meranti dan Beacuka...
08:53 - Jalan Poros Tergenangi Air...
10:14 - Bankeu Propinsi Tidak Masu...
13:26 - Ikut Pesta di Rumah Kadis,...
 
30 Nelayan Meranti Dilatih Menguasai Tekhnologi Mesin Diesel
Rabu, 14/10/2015 - 11:45:27 WIB

SELATPANJANG - Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam melakukan perawatan mesin diesel kapal penangkap ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Meranti menggandeng Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Medan.


Pelatihan perawatan mesin diesel kapal penangkap ikan merupakan program lanjutan kelautan perikanan di Kepulauan Meranti.Diharapkan pelatihan ini dapat mengadopsi teknologi baru yang lebih produktif dan dimotivasi agar mampu bekerjasama dalam mengembangkan ketrampilan sehingga kegiatan tersebut tumbuh  berkembang kompetitif dan menguntungkan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Meranti, Drs Askandar Rabu (14/10/2015) mengatakan, pelatihan yang digelar bertujuan agar para nelayan dapat menguasai teknologi usaha dan ekonomi sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta pendapatannya secara langsung maupun tidak langsung yang terus berkembang diantara sesama nelayan.
 
"Program pelatihan ini dilaksanakan atas dasar amanat menteri kelautan dan perikanan yang tertuang dalam peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor PER 21/MEN/2010 tentang pedoman pelaksanaan pelatihan industrialisasi kelautan dan perikanan.Dimana pelatihan industrialisasi bidang permesinan disebut merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dimana salah satunya melalui pelatihan bagi nelayan dan penangkap hasil perikanan dalam wadah kelompok nelayan," kata Askadar.
 
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Meranti,Efialdi menambahkan pelatihan perawatan mesin diesel kapal penangkap ikan dalam rangka program lanjutan kelautan dan perikanan bidang permesinan di Kabupaten Kepulauan Meranti di ketuai oleh Kepala BPPP Medan, Pola S.T Panjaitan,A.Pi,MM, dan pemateri Widyaiswara BPPP Medan, Parlindungan Pasaribu,SIP
 
"Penyelenggara pelatihan ini adalah (BPPP) Medan sesuai dengan SK kuasa pengguna anggaran Nomor :KEP.462/BPPP-MDN/KP.110/IX/2015 tanggal 25 September 2015,dimana seluruh biaya kegiatan ditanggung oleh BPPP Medan,sasarannya adalah 30 orang nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti yang mempunyai profesi sebagai nelayan yang tersebat di 9 kecamatan,"ungkap Efialdi.
 
Efialdi juga menambahkan bahwa para peserta yang lulus mengikuti pelatihan teori dan praktek akan diberikan sertifikasi kelulusan perbaikan mesin diesel kapal dari NSP (Nasional Sertifikasi Permesinan) yang sudah diakui secara nasional.
 
"Kegiatan ini berlangsung pada 13- 18 Oktober, praktek dibagi kedalam tiga kelompok dimana satu kelompok di beri satu mesin lengkap dengan spare part,onderil dan peralatan lainnya untuk dibongkar dan di rakit kembali," kata Efiald

Penulis : Ali Imroen
Editor   : Unik Susanti

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Peduli Sesama, 260 Orang Ikut Donor Darah Eka Hospital Pekanbaru
  • Rudianto: Saya Bangga Seribu Peserta Hadiri Kemah Prestasi Terpadu Kwarcab 04.02 Inhil
  • Sepanjang 2018 Kebakaran Lahan di Meranti Paling Luas, Belum Ada Tersangka
  • RSUD dr RM Pratomo Bangun Sistem IPAL Baru
  • Pembangunan Rumah Singgah di Pekanbaru Belum Jelas
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved