Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

16:50 - Personel TNI AL Gotong Roy...
18:39 - Dua Unit Hybrid PLTS Kemen...
20:59 - Bupati Sambut Kepulangan 8...
17:24 - Keuangan Defisit, Pemkab M...
17:00 - Dishub Meranti Bagi-bagi H...
19:33 - Tanoto Foundation Bangun R...
16:41 - Lewat Tengah Malam, Bupati...
18:38 - Remaja Masjid Agung Kumpul...
05:53 - Dari 1.309 KK Suku KAT di ...
19:11 - Jamaah Haji Meranti Akan T...
23:14 - Barang Import ke Meranti M...
10:13 - Anggota DPRD Meranti yang ...
07:37 - Bupati Meranti Apresiasi d...
18:01 - Tim Nusantara Sehat Kemenk...
16:46 - Remaja Masjid Diharapkan M...
09:36 - Jelang Idul Adha, DKPTPP M...
07:40 - Pengurus Pemuda Remaja Mes...
12:14 - 29 Mahasiswa Meranti Lulus...
16:28 - Sekda Meranti Harapkan Pen...
05:22 - Habiskan Rp75 M Per Tahun,...
05:29 - Kelanjutan Pembangunan Pel...
14:31 - Pemkab Meranti Berkurban 2...
18:33 - Meriahkan HUT RI, Disparpo...
21:01 - Bupati Meranti Serahkan 14...
19:43 - Bupati Irwan Resmikan Kas ...
07:31 - 10 Atlet Meranti Wakili Ri...
19:34 - Tarian Gendong Asal Merant...
22:05 - Dokter Salah Beri Obat, Pa...
16:03 - Wabup Meranti Lepas Kebera...
05:57 - APBD 2017 Berkurang Rp63 M...
05:54 - GGD Diharapkan jadi Agent ...
17:03 - Pemkab Meranti akan Bantu ...
10:35 - Padamkan Api, Petugas BPBD...
19:03 - Sekda Tanya Komitmen dan T...
18:15 - Remaja Masjid Agung Selat ...
19:33 - Menyibak Pembelajaran dari...
18:14 - Wajib Pasang Bendera Tangg...
22:30 - Pemkab Meranti Akan Lakuka...
11:15 - Terkendala RTRW, Pemkab Me...
06:11 - Program Pembuntingan Sapi ...
19:34 - RSUD Meranti Tambah Lima D...
14:35 - 5 Unit Kapal Kementerian ...
12:13 - Ikuti Kejurda Panjat Tebin...
07:15 - Keuangan Daerah Memprihati...
18:06 - Hadapi Berbagai Kendala, 1...
07:29 - Jelang Porprov IX 2017, KO...
22:17 - Pasca Dilecehkan, PWI Mera...
18:47 - Pertanyakan Dana Hibah Gur...
18:55 - Malaysia dan Meranti Terta...
06:16 - 2018, Pembangunan Dorak Po...
 
Waspadai Rentenir Berkedok Koperasi
Kamis, 14/03/2013 - 15:56:00 WIB

SELATPANJANG - Masyarakat diminta untuk mewaspadai para rentenir yang mengatas-namakan Koperasi Simpan Pinjam. Sebab praktek oknum yang mengatas-namakan Koperasi itu kerap melanggar ketentuan Perundang-undangan berlaku tentang Perkoperasian.

Kabid Koperasi Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Alifian MM  mengungkapkan, rentenir yang berkedok koperasi simpan pinjam tersebut kerap meminjamkan dana kepada masyarakat dengan bunga tinggi.

"Dari data yang kita kumpulkan, masih ada koperasi ilegal yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti, ada sekitar 4 hingga 5 koperasi yang menetapkan bunga pinjaman tinggi melebihi suku bunga Bank. Ini harus diwaspadai oleh masyarakat agar mereka tidak terjerat dengan koperasi yang menyalahi ketentuan undang-undang perkoperasian itu," sebut Alifian.

Menurut ketentuan yang berlaku, nilai suku bunga koperasi tidak boleh melebihi bunga Bank. Pada prinsipnya koperasi adalah badan usaha yang membantu menggerakkan perekomoian masyarakat, terutama masyarakat ekonomi lemah sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat bisa lebih baik.

"Namun bila koperasi yang menjerat masyarakat dengan bunga kredit yang tinggi, ini akan sangat merugikan masyarakat. Bayangkan saja bunga yang mereka tetapkan adalah sebesar 30 persen hingga 40 persen dari jumlah pinjaman," beber Alifian.

Ia menambahkan, rentenir yang berkedok koperasi tersebut secara hukum merupakan koperasi yang ilegal, karena izin dan akta notaris yang digunakan tidak berasal dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Setelah kita periksa terkait legalitas koperasinya, ternyata mereka menggunakan izin dari daerah luar, tidak mengantongi izin dari Disperindagkop UKM Kepulauan Meranti. Artinya koperasi tersebut bukan didirikan di Kabupaten Kepulauan Meranti, namun merupakan koperasi luar daerah yang semestinya tidak boleh beroperasi di daerah ini," sebut Alifian.

Alifian menerangkan, koperasi tanpa izin tersebut biasanya mendatangi masyarakat dengan iming-iming cicilan rendah. Mereka menawarkan cicilan per hari dengan jumlah yang kecil, misalnya Rp 5.000, padahal kalau dihitung-hitung bunganya besar sekali. Biasanya juga syarat pinjaman pun cukup mudah, bahkan masyarakat yang ingin meminjam tidak perlu menjadi anggota.

"Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi, badan hukum koperasi hanya diperbolehkan untuk meminjami uang kepada anggota koperasinya saja," sebutnya.

Disperindagkop UKM Kepulauan Meranti, lanjut Alifian, berjanji akan terus memantau dan mendata koperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Terhadap koperasi yang kedapatan menetapkan bunga pinjaman tinggi dilakukan pemanggilan dan teguran. (Sus)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Inilah Data dan Kronologis Lengkap Peritiwa Satu Keluarga di Meranti Tewas Terbakar
  • Wardan Berharap Turnamen Bupati Cup Lahirkan Atlet Sepakbola yang Handal
  • Mau Test Drive, Trade In dan Uji Emisi Gas Gratis? Buruan Kunjungi Puncak Avanza Fest
  • Ratusan Pemuda Rumbai Siap Perang Menolak Paham Komunis
  • Tragis, Tiga Rumah di Selatpanjang Ludes Terbakar Bersama Penghuninya
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved