Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

14:07 - Polres Meranti Antisipasi ...
06:14 - Bupati Teken MoU Pengelola...
06:08 - Sekda Meranti Minta Beri K...
18:45 - Sekda Harapkan Meranti Dib...
19:21 - Pemkab Larang Peternak Jua...
21:35 - Masuk Black List, Camat He...
15:48 - Selamatkan Ibu Hamil, Bert...
18:03 - Humas Pemkab Meranti Dimin...
16:26 - Niat Maju Pilgubri, Yopi D...
22:09 - Mie Sagu dan Kopi Luwak Di...
15:25 - Waspada!! Aliran Sesat Ber...
09:28 - Evaluasi SAKIP, Kepala OPD...
20:41 - Atasi Genangan Air, Dinas ...
20:41 - Bupati Irwan: Jadilah Peng...
15:20 - Sidak Apotek di Selatpanja...
08:02 - BPK RI Audit Keuangan, Pej...
14:17 - Keluyuran Saat Jam Kerja, ...
18:52 - Tiket Kempang Berasuransi ...
13:19 - Bupati Puji RAPP dan Ajak ...
09:32 - Iriana Jokowi Apresiasi Ha...
21:10 - Pelantikan Didominasi Peja...
18:48 - Per Maret 2017, 49,13 Hekt...
16:24 - Sedekah dan Infak Disebut ...
15:49 - Duuh..di Lapas Meranti, Cu...
07:50 - CATAT!! ASN Meranti yang I...
19:55 - Asuransi Ternak Sapi di Me...
13:41 - Pemkab Kepulauan Meranti G...
06:55 - Mirisnya Kondisi Kantor Ca...
17:18 - Pemkab Meranti dan Ahli Wa...
10:03 - BPOM dan Pemkab Meranti Se...
16:28 - BPN Meranti Targetkan Sert...
17:24 - Penerima Rastra di Meranti...
16:49 - Pasca Sidak BPOM, Produk A...
15:25 - HUT Damkar ke 98, Petugas ...
18:05 - 2017, Sudah Terjadi 5 Kasu...
15:13 - Sidak tanpa Sosialisasi, B...
21:15 - BPOM RI Temukan Ratusan Ma...
21:14 - Festival Perang Air Jadi E...
15:27 - Wabup Said Minta Kepala SK...
06:04 - Polres Meranti Siap Amanka...
11:03 - Bupati Irwan Ajak Masyarak...
15:24 - Sanggar Bathin Galang Prom...
11:28 - Dinas Pariwisata Luncurkan...
15:55 - Disparpora Meranti Akan Ba...
14:57 - Dua Sekolah di Meranti Gag...
14:07 - 42 Pejabat Pemkab Meranti ...
05:27 - Tun Akhyar: Gebrakan PWI M...
19:33 - Duuhh...2.526 Ruangan Bela...
20:35 - Layanan Parkir Berkarcis B...
16:18 - Asessment Pejabat Pratama ...
 
Waspadai Rentenir Berkedok Koperasi
Kamis, 14/03/2013 - 15:56:00 WIB

SELATPANJANG - Masyarakat diminta untuk mewaspadai para rentenir yang mengatas-namakan Koperasi Simpan Pinjam. Sebab praktek oknum yang mengatas-namakan Koperasi itu kerap melanggar ketentuan Perundang-undangan berlaku tentang Perkoperasian.

Kabid Koperasi Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Alifian MM  mengungkapkan, rentenir yang berkedok koperasi simpan pinjam tersebut kerap meminjamkan dana kepada masyarakat dengan bunga tinggi.

"Dari data yang kita kumpulkan, masih ada koperasi ilegal yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti, ada sekitar 4 hingga 5 koperasi yang menetapkan bunga pinjaman tinggi melebihi suku bunga Bank. Ini harus diwaspadai oleh masyarakat agar mereka tidak terjerat dengan koperasi yang menyalahi ketentuan undang-undang perkoperasian itu," sebut Alifian.

Menurut ketentuan yang berlaku, nilai suku bunga koperasi tidak boleh melebihi bunga Bank. Pada prinsipnya koperasi adalah badan usaha yang membantu menggerakkan perekomoian masyarakat, terutama masyarakat ekonomi lemah sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat bisa lebih baik.

"Namun bila koperasi yang menjerat masyarakat dengan bunga kredit yang tinggi, ini akan sangat merugikan masyarakat. Bayangkan saja bunga yang mereka tetapkan adalah sebesar 30 persen hingga 40 persen dari jumlah pinjaman," beber Alifian.

Ia menambahkan, rentenir yang berkedok koperasi tersebut secara hukum merupakan koperasi yang ilegal, karena izin dan akta notaris yang digunakan tidak berasal dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Setelah kita periksa terkait legalitas koperasinya, ternyata mereka menggunakan izin dari daerah luar, tidak mengantongi izin dari Disperindagkop UKM Kepulauan Meranti. Artinya koperasi tersebut bukan didirikan di Kabupaten Kepulauan Meranti, namun merupakan koperasi luar daerah yang semestinya tidak boleh beroperasi di daerah ini," sebut Alifian.

Alifian menerangkan, koperasi tanpa izin tersebut biasanya mendatangi masyarakat dengan iming-iming cicilan rendah. Mereka menawarkan cicilan per hari dengan jumlah yang kecil, misalnya Rp 5.000, padahal kalau dihitung-hitung bunganya besar sekali. Biasanya juga syarat pinjaman pun cukup mudah, bahkan masyarakat yang ingin meminjam tidak perlu menjadi anggota.

"Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi, badan hukum koperasi hanya diperbolehkan untuk meminjami uang kepada anggota koperasinya saja," sebutnya.

Disperindagkop UKM Kepulauan Meranti, lanjut Alifian, berjanji akan terus memantau dan mendata koperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Terhadap koperasi yang kedapatan menetapkan bunga pinjaman tinggi dilakukan pemanggilan dan teguran. (Sus)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pertamina RU II Sei Pakning Sukseskan Ajang MTQ Kecamatan Bukit Batu
  • Reses di Kampung Halaman, Abdul Kadir Tampung Aspirasi
  • Kesalahpahaman antara DPRD Kuansing dan Kadis Perikanan Sudah Diselesaikan
  • Honda Perkenalkan Generasi Baru CR-V di Pekanbaru Bulan Depan
  • Pelaku Usaha Distribusi Bahan Pokok Wajib Miliki TDPUD
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved