Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

06:07 - Akibat Kurang Gizi, 1.170 ...
20:42 - Pemkab Kepulauan Meranti A...
19:39 - Kepulauan Meranti Mundur L...
05:50 - Pengelolaan Seluruh Puskes...
19:31 - Berpeluang Menang, DPD PAN...
18:01 - Over Kapasitas, Wagubri Pr...
05:30 - Kepala Desa di Kepulauan M...
18:21 - Sepanjang 2019, DBD Mening...
13:37 - KPU Meranti Luncurkan 'Si ...
14:38 - Tingkatkan Pendapatan Sekt...
17:29 - Kafilah Meranti Berhasil M...
17:46 - Jelang Penutupan, Pelamar ...
15:26 - Bupati Meranti Harapkan Ma...
12:37 - Pelabuhan Roro Insit Bakal...
15:33 - Bupati Meranti Larang OPD ...
11:25 - Abrasi di Pulau Rangsang M...
22:18 - Sudah Ketok Palu, APBD Kep...
13:46 - Tidak Miliki IMB dan Langg...
21:00 - Jalan Pramuka Tergenang Ai...
17:44 - Diresmikan, Ekowisata Mang...
17:40 - Disdagprinkop-UKM Kepulaua...
16:23 - Kelabui Petugas, Wisma Kin...
19:41 - Kabar Gembira, Pemkab Mera...
18:21 - Ada Perbedaan IPK pada Tes...
15:20 - 44 Desa di Meranti Teranca...
18:01 - Batal Hari Ini, Pendaftara...
14:57 - Perda Tibum Disahkan, Satp...
12:52 - Sempena HUT XI Kepulauan M...
15:07 - OJK Riau Dorong Petani dan...
18:49 - Sagu akan Jadi Menu Altern...
09:01 - Tunggakan BPJS Kesehatan d...
15:16 - Warga Dusun Manggis Desa B...
21:23 - Naik 8,51 Persen, UMK Mera...
20:14 - Moratorium Gambut Dinilai ...
19:47 - Sempat Dirawat di RSUD, Bo...
21:01 - Pasangan Terindikasi Mesum...
16:18 - Satpol PP Meranti Amankan ...
19:04 - Sempat Kisruh, Zuriyadi Fa...
21:35 - Satpol PP Meranti Razia Pe...
18:38 - Dialog Mengenang Sejarah S...
19:53 - Daftar ke PPP, Pasangan Be...
06:25 - Sumpah Pemuda, Camat Tebin...
21:59 - Peringati HDKD, Kantor Imi...
15:40 - Seluruh Desa di Tebingting...
12:14 - Bawaslu Kepulauan Meranti ...
16:57 - Hingga 22 Oktober, 38 Anak...
21:04 - Ada yang Beda, Tradisi Man...
14:54 - Kuota CPNS 2019, Jatah Kep...
14:14 - Program School Improvement...
17:38 - Tiang Patah Akibat Keropos...
 
Program School Improvement CD PT RAPP Diharap Mampu Tingkatkan Mutu Pendidikan Meranti
Selasa, 22/10/2019 - 14:14:42 WIB
Pelatihan Tingkat Sekolah Modul II bagi Guru dan Kepala Sekolah  di Kabupaten Kepulauan Meranti Program School Improvement praktik baik dalam Pembelajaran, Kamis (17/10/2019) di Selatpanjang.
Pelatihan Tingkat Sekolah Modul II bagi Guru dan Kepala Sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti Program School Improvement praktik baik dalam Pembelajaran, Kamis (17/10/2019) di Selatpanjang.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Program School Improvement yang digelar oleh Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) disebut sangat membantu pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Meranti untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Kita sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan School Improvement yang digelar oleh Community Development (CD) PT RAPP yang digelar sejak tahun 2018 sampai dengan 2020 mendatang," kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, H Syarifah Zumah saat pembukaan acara Pelatihan Tingkat Sekolah Modul II bagi Guru dan Kepala Sekolah  di Kabupaten Kepulauan Meranti Program School Improvement praktik baik dalam Pembelajaran, Kamis (17/10/2019) di Selatpanjang.

Ia mengatakan program School Improvement ini diharapkan dapat merubah kualitas pendidikan di Kepulauan Meranti kedepannya.

"Semoga ini dapat merubah wajah pendidikan di Meranti, khususnya 10 sekolah yang menjadi contoh, karena hari ini kualitas pendidikan kita berada di peringkat 12. Dan ini menjadi PR bagi kita serta guru dan kepala sekolah sebagai ujung tombak Dinas Pendidikan dalam mengembangkan pendidikan dengan berbagai macam kreatifitas dan inovasi karena kita masih banyak kekurangan. Untuk itu kita terus memacu untuk mengejar ketertinggalan itu salah satunya merubah sistem UNBK-nya," kata Syarifah.


Dikatakan, saat ini mutu pendidikan di Kepulauan Meranti masuk dalam kategori sedang, untuk itu dibutuhkan perhatian yang serius. Apalagi saat ini banyak sekolah yang belum mempunyai kepala sekolah defenitif.

"Soal mutu tenaga pendidik untuk SDM-nya kita masih dalam kategori pas-pas an, untuk itu dibutuhkan perhatian serius. Selain itu banyak kepala sekolah statusnya masih Plt karena belum mengantongi sertifikat calon kepala sekolah dan belum memenuhi kriteria yang ditetapkan," katanya.

 Syarifah menambahkan saat ini sistem pendidikan sudah banyak mengalami perubahan, untuk itu banyak yang harus disesuaikan.

"Sistem pendidikan sudah banyak berubah, salah satunya adalah sistem zonasi sekolah, kedepannya kita juga akan melakukan zonasi guru, dimana bertugas disitu akan ditempatkan. Pelatihan ini adalah salah satu langkah

untuk meningkat kan kualitas pendidikan di Meranti, untuk itu ikuti kegiatan ini sebaik-baik nya agar dapat memberikan warna dan tips- tips baru bagi sekolah, karena ditangan guru akan lahir seorang intelektual," ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini ada 10 Sekolah di Meranti yang berada di naungan RAPP. Untuk itu ia berharap di masa yang akan datang agar program ini bisa semakin diperluas karena masih banyak lagi sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Meranti.

"Harapan kita tentunya sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan RAPP ini bisa semakin baik," ungkapnya.

Sementara itu Sundari Berlian selaku Head of Education CD RAPP didampingi Koordinator Program Pendidikan, Vone Kandou mengatakan perusahan kertas terbesar di Asia itu sudah memiliki program pendidikan sejak tahun 1999 di antaranya beasiswa, pelatihan guru dan lainnya.

"Tahun 1999 kita sudah punya program pendidikan. Ada beasiswa, pelatihan guru, sampai memotivasi kepada siswa. Kemudian, tahun 2018 meluncurkan sebuah program namanya school improvement atau program peningkatan kualitas mutu pendidikan. Program ini bekerjasama dengan pemerintah kabupaten. Ada MoU nya yang dibuat bersama pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan," kata Berlian.

Dikatakan, Program School Improvement itu terkait dengan manajemen berbasis sekolah, pembelajaran aktif, dan budaya baca.

"Terkait program tersebut, kami telah melakukan pelatihan tingkat sekolah namanya modul satu yang isinya adalah pelatihan manajemen berbasis sekolah untuk kepala sekolah dan pengawas. Kemudian, pelatihan pembelajaran aktif untuk kepala sekolah dan guru. Tahun 2019, kita kembali mengeluarkan program modul dua. Lebih spesifik, dimana untuk pembelajaran aktif mengembangkan guru sebagai fasilitator yang sifatnya permodelan. Untuk kelas awal, di antaranya kelas mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Matematika," ungkapnya.

Dirincikan, untuk kegiatan ini, bagian pertama dilaksanakan selama empat hari, dan bagian kedua juga selama empat hari. Dimana kegiatan tersebut diikuti 10 kepala sekolah dan 100 orang guru dari 3 kecamatan, yakni 1 sekolah dari Kecamatan Tebingtingggi, dan 9 sekolah lainnya dari Kecamatan Merbau, dan Kecamatan Tasik Putripuyu sebagai sekolah mitra binaan.

Diungkapkan, seluruh peserta pelatihan itu akan dilatih oleh 15 fasilitator yang telah disiapkan.

"Kita memilik 15 fasilitator daerah. Tugasnya yakni sebagai trainer untuk pembelajaran berbasis sekolah dan pembelajaran aktif serta budaya baca. Tugas fasilitator daerah itu juga sebagai pendamping. Jadi setelah pelatihan ini, kemudian diterapkan oleh para kepala sekolah dan guru di sekolah masing-masing, RAPP bersama fasilitator melakukan pendampingan. Melihat sejauh mana penerapannya. Kemudian kita juga mensuport program akreditasi dan adiwiyata di sekolah tersebut," ungkapnya.

Ia berharap program yang dilakukan oleh CD RAPP bisa bermanfaat untuk dunia pendidikan yang ada di Riau.

"Setelah nantinya mendapatkan program ini dan diterapkan oleh bapak ibu guru semua dengan cara yang Improvement sehingga melahirkan generasi yang berkarakter," pungkasnya.

Sebelumnya Stakeholder Relations (SHR) Manager PT RAPP untuk Kepulauan Meranti dan Siak, Samsuria M Hasyim dalam sambutannya mengatakan pelatihan yang dilaksanakan ini dapat diaplikasikan di sekolah.

"Meranti perlu energi baru, bagaimana pendidikan di Meranti ini lebih maju dari kabupaten lain. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, pendidikan khususnya di 10 sekolah dapat memberi warna baru," katanya.

Dikatakan, program seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, dimana nantinya bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

"Meranti sangat butuh program seperti ini untuk meningkatkan mutu pendidikan, harapannya sekolah-sekolah yang menjadi mitra CD PT RAPP ini nanti bisa menularkan ke sekolah lain sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lain kedepannya," kata Samsuria. (*)






Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Viral Bahaya Injak Kecoa Bikin Cacing Masuk ke Kulit, Ini Faktanya
  • Kasus Suap Pembangunan Jalan di Bengkalis, KPK Periksa Dirut PT Darmali Jaya Lestari
  • Stop Mulai Sekarang, Jangan Lagi Makan Nasi Bersamaan dengan Telur, Ternyata Bahayakan Kesehatan!
  • Akibat Kurang Gizi, 1.170 Balita di Meranti Alami Stunting
  • Ingin Cari Jodoh? Bacalah Doa Ini Agar Cepat Bertemu
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved