BREAKING NEWS :
Mantan Komisioner KPK Ini Sebut Pemilu 2019 Jadi yang Terburuk Sejak Indonesia Berdiri
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA +

12:27 - Satlantas Polres Kuansing ...
22:37 - Hasil UN SMP Sederajat di ...
21:37 - DPRD Kuansing Soroti Koson...
16:57 - Sudah 1.500 SK Turun, TPG ...
14:44 - Kejari Kuansing Tidak Bisa...
12:10 - Gandeng TP4D, Disdikpora K...
11:38 - Miris, Sudah 4 Bulan Rawat...
10:41 - Sekda Kuansing Tanggapi Ke...
13:55 - Bupati Kuansing Apresiasi ...
21:18 - BPKAD Kuansing Jamin THR P...
15:04 - Bupati Dapat Ucapan Terima...
15:01 - Bupati Kuansing Galang Dan...
14:17 - Wabup Kuansing Terima Aspi...
19:05 - Bupati Mursini Sampaikan D...
12:02 - Bupati Kuansing Minta Warg...
10:32 - Jelang Porprov 2021, Sekda...
12:13 - Bupati Kuansing Sampaikan ...
18:05 - Bupati Kuansing Mursini Ti...
14:16 - Bupati Kuansing Sampaikan ...
19:20 - Sekda Kuansing Kunjungi Ke...
18:42 - Wabup Halim Hadiri Acara M...
14:17 - Bupati Mursini Gelar Syuku...
18:16 - Bupati Kuansing Resmi Buka...
16:23 - Wabup Kuansing Tandatangan...
16:45 - Sekda Kuansing Buka Acara ...
17:30 - Tutup MTQ XVIII di Pangea...
12:22 - Bupati Kuansing Terima Kel...
19:17 - Wabup Kuansing Bagikan 1.0...
18:06 - BPKAD Kuansing Tegaskan Pr...
17:12 - BPKAD Kuansing Surati OPD ...
16:36 - Wabup Halim Minta Pejabat ...
09:09 - Tingkat Pelaporan Harta Ke...
21:55 - Satu Tahun Jelang Pensiun,...
20:01 - 11 Camat di Kuansing Belum...
12:28 - Batas Waktu Sudah Berakhir...
10:53 - SP2D Sudah Diteken, 218 De...
04:49 - BPKAD Kuansing Sudah Salur...
16:38 - Desak Pemkab Tutup Tempat ...
15:49 - Pemkab Kuansing Siapkan Rp...
04:32 - Jalan ke Lokasi Kecil, Dam...
22:00 - Kebakaran Lahan Terjadi di...
16:52 - Cabang Rutan Teluk Kuantan...
14:57 - Takut Anggaran Cepat Habis...
12:00 - Dishub Kuansing Mulai Urus...
13:40 - Gedung Baru untuk Pelayana...
 
Tak Mampu Tampung Volume Air, Sayap Kiri Tebing Bendungan Petapahan Kuansing Amblas
Kamis, 28/02/2019 - 09:26:45 WIB
Dinding tebing pada sayap kiri bendungan Petapahan amblas terbawa arus.
Dinding tebing pada sayap kiri bendungan Petapahan amblas terbawa arus.
TERKAIT:
 
 

TELUK KUANTAN - Akibat tak mampu lagi menahan tingginya debet air karena tingginya curah hujan pada Rabu (27/2/2019) pagi,  tebing yang berada disayap kiri Bendungan Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kuansing amblas terbawa arus sungai.

Hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir bandang  yang melanda desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar. Akibat banjir bandang tersebut, 5 rumah roboh, 10 rusak berat dan 275 Kepala Keluarga (KK) jadi korban dan sebagian harus mengungsi. 

Sementara kontruksi bangunan bendungan masih tetap utuh berdiri kokoh. "Yang amblas itu tebing pada sayap kiri bendungan, kalau kontruksi setelah kita cek kelapangan masih kokoh,"ujar Kepala Dinas PUPR Kuansing melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Febri yang dihubungi halloriau.com, Rabu (27/2/2019). 

Dikatakan Febri, karena tingginya curah hujan pada Rabu pagi membuat bendungan Petapahan tak mampu lagi melewatkan debit banjir karena banjir yang terjadi Rabu pagi sudah melampaui debit banjir rencana bendungan yang dibangun pada 1978. 

"Kalau banjir itukan tidak bisa kita kendalikan, tapi kenapa banjir datang tiba-tiba dari pada biasanya karena  jebol dinding tebing yang berada sayap kiri bendungan,"ujar Febri.

Selain itu katanya, penyebab lain banjir datang secara tiba-tiba karena terjadinya kerusakan pada segmen areal dan alih fungsi serta terjadinya kerusakan grenbel pada kedua sisi sungai. 

Febri juga menyebutkan, debit banjir yang terjadi Rabu pagi itu tidak sesuai lagi dengan banjir rencana yang ada. Bendungan Petapahan katanya, tidak bisa lagi menampung banjir yang terjadi pada Rabu pagi. 

"Dalam mendesain bendungan ada namanya banjir rencana, kontruksi kita bangun bisa melewatkan banjir rencana. Tapi sekarang dengan kondisi bendungan yang ada dibangun 1978 ini tidak bisa lagi menampung apabila sewaktu-waktu terjadi hujan semalaman,"katanya. 

Untuk antisipasi, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan konsultasi dengan Bupati agar kondisi tesebut bisa secepatnya pulih. "Kalau kategori ini sudah masuk kategori bencana alam,"katanya. 

Tidak hanya bendungan di Petapahan kata Febri, jembatan air hitam yang ada di Desa Teberau Panjang saat ini juga amblas. Amblasnya sisi pada jembatan tersebut disebabkan adanya kerusakan sungai akibat dampak aktivitas penambangan emas. 

"Dampak aktivitas PETI ini sangat luar biasa,"katanya. 

Penulis : Robi Susanto
Editor: Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Mantan Komisioner KPK Ini Sebut Pemilu 2019 Jadi yang Terburuk Sejak Indonesia Berdiri
  • Pria di Riau Ngaku Polisi Peras Warga Jateng dari Balik Penjara, Modusnya Video Call Syur
  • Lewat Kisah Cinta Khasanah, BNI Syariah Mikro Bantu Tuna Netra di Pekanbaru
  • SMK Keuangan Pekanbaru Luluskan Ribuan Siswa Prestasi Sangat Baik
  • KPAI Minta Polri Usut Tuntas Korban Anak Dalam Kerusuhan 22 Mei 2019
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved