BREAKING NEWS :
Wujudkan KLA, DPPA Pekanbaru Akan Gandeng Perusahaan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

13:55 - Menyebar APBD Riau Bangun ...
11:41 - Kerja Puluhan Tahun Disele...
14:20 - Duta Genre Diminta Sosiali...
13:25 - Pemprov Riau Gelontorkan R...
14:20 - BKKBN RI Apresiasi Penurun...
09:23 - Hari Ini Dibuka, Inhil Tua...
08:34 - Buka Popda Riau 2018, Plt ...
18:17 - Pemprov Riau Percayakan Se...
17:00 - Ini Pesan-pesan Plt Gubri ...
20:28 - Plt Gubri Apresiasi Peran ...
09:47 - Plt Gubri: IKA UNPAD Punya...
13:38 - Pakaikan Tanjak, Plt Gubri...
21:24 - Pemprov Riau Gelar Pelatih...
12:08 - Hari Autis Sedunia 2018, P...
10:00 - Tingkatkan Pemahaman ASN, ...
09:18 - Keren! Pemprov Riau Dapat ...
14:13 - Pemprov Riau Gelar Apel Si...
09:07 - Cegah Peredaran Narkoba, P...
16:20 - Pemprov Riau Dukung Budaya...
15:08 - Satgas Siaga Darurat Karhu...
 
Dinilai Tutup Mata
LSM : Proyek Kantor Kejari Bangkinang Janggal
Minggu, 16/12/2012 - 14:37:36 WIB
Proyek Kantor Kejari Bangkinang yang belum tuntas penyelesaiaanya hingga kini.
Proyek Kantor Kejari Bangkinang yang belum tuntas penyelesaiaanya hingga kini.
TERKAIT:

KAMPAR- Terbengkalainya proyek pembangunan kantor Kejaksaan Negeri  (Kejari) Bangkinang oleh pihak kontraktor CV Marsyl, menjadi sorotan dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kampar. Proyek ini dibangun dengan dana Hibah APBD Pemerintah Daerah (Pemda) Kampar Rp1.908.973.000 dengan masa kerja selama 164 hari kalender.

Seperti halnya Kordinator Indonesian Corruption Investigation (ICI) M Ikhsan, menyebutkan kepada MRNetwork, Minggu  (16/12), bahwa ia menduga ada yang janggal dalam pembangunan proyek tersebut. Karena  pihak kontraktor tidak peduli dan juga tidak takut lagi dengan aparat hukum. ''Sehingga mereka berani dan tidak memenuhi target kerja mereka selama 164 hari kelender,'' ujarnya.

Selanjutnya Ia juga mengatakan, mengenai kapasitas Kejari Bangkinang dan Dinas Cipta Karya (CK) Kampar yang mendahulukan untuk pembayaran gaji para tukang. Apa kapasitas Dinas CK sudah mendahulukan upah tukang sebesar Rp 15 juta. Kemudian, ditambah dari kantong pribadi Kepala Kejari Willy Ade Chaidir sebesar Rp 5 juta. Sehingga totalnya Rp 20 juta. ''Jadi seolah-olah pemberian fee dalam proyek ini, sehingga membuat kontraktor berani berbuat sesuka hatinya,'' tuturnya.

M.Ikhsan juga menyebutkan, Kejaksaan biasanya sangat jeli terhadap kasus-kasus yang berkaitan adanya permainan proyek. Dan malahan jika ada proyek bermasalah pihak kejaksaan selalu untuk mencari tahunya. Namun kenyataanya pihak Kejari Bangkinang, tampaknya saat ini tutup mata dengan adanya penyimpangan terjadi dalam proyek untuk Kantor mereka sendiri. (Aul)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Wujudkan KLA, DPPA Pekanbaru Akan Gandeng Perusahaan
  • Tak Kunjung Ditemui Plt Gubri, Massa Demo Pembangunan Waduk Rohul Bubar saat Didatangi Asisten I
  • Suzuki Perkenalkan NEX II ke Publik Indonesia untuk Pertama Kali
  • Pelajar di Pekanbaru Terlibat Narkoba, Dewan Minta Usut Tuntas Dalangnya
  • Pembangunan Waduk Rokan Lompatan Harimau Bakal Lenyapkan Cagar Budaya dan Mata Pencaharian Warga
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved