BREAKING NEWS :
Resepsi HPN 2018 dan HUT ke-7 PWI Riau, Wartawan Jangan hanya Mengkritik tapi Ikut Beri Solusi Membangun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

10:20 - Sekdaprov Riau Tinjau Jemb...
22:23 - Sentra Gakkumdu Dibentuk a...
11:35 - Tol Padang-Pekanbaru Diban...
19:29 - Gubri Serahkan CSR Bank Ri...
11:53 - Buka Pra Rakerkesda Tahun ...
19:43 - Riau Kembali Raih Pengharg...
15:22 - Gubri Harap KONI Riau Cipt...
14:24 - Buka Isolasi dan Tingkatka...
11:19 - Rumah Suluk Babul Maqam De...
16:10 - 2017, Sektor Kepariwisataa...
22:23 - Tiga Kadis Dilantik Malam....
10:20 - Gubri Hadiri Peringatan Ma...
10:30 - Gubri Berpesan Agar Malam ...
10:08 - Gubri Serahkan Bantuan RSL...
16:39 - Wagubri Irup Apel Gelar Pa...
10:56 - Marak di Akhir Tahun, Gubr...
23:30 - Peduli Bayi Penderita Tumo...
08:06 - Gubernur Riau Imbau Diskes...
09:08 - Gubri Andi Rachman Hadiri ...
08:06 - Gubri: Perguruan Tinggi Bi...
 
Dinilai Tutup Mata
LSM : Proyek Kantor Kejari Bangkinang Janggal
Minggu, 16/12/2012 - 14:37:36 WIB
Proyek Kantor Kejari Bangkinang yang belum tuntas penyelesaiaanya hingga kini.
Proyek Kantor Kejari Bangkinang yang belum tuntas penyelesaiaanya hingga kini.
TERKAIT:

KAMPAR- Terbengkalainya proyek pembangunan kantor Kejaksaan Negeri  (Kejari) Bangkinang oleh pihak kontraktor CV Marsyl, menjadi sorotan dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kampar. Proyek ini dibangun dengan dana Hibah APBD Pemerintah Daerah (Pemda) Kampar Rp1.908.973.000 dengan masa kerja selama 164 hari kalender.

Seperti halnya Kordinator Indonesian Corruption Investigation (ICI) M Ikhsan, menyebutkan kepada MRNetwork, Minggu  (16/12), bahwa ia menduga ada yang janggal dalam pembangunan proyek tersebut. Karena  pihak kontraktor tidak peduli dan juga tidak takut lagi dengan aparat hukum. ''Sehingga mereka berani dan tidak memenuhi target kerja mereka selama 164 hari kelender,'' ujarnya.

Selanjutnya Ia juga mengatakan, mengenai kapasitas Kejari Bangkinang dan Dinas Cipta Karya (CK) Kampar yang mendahulukan untuk pembayaran gaji para tukang. Apa kapasitas Dinas CK sudah mendahulukan upah tukang sebesar Rp 15 juta. Kemudian, ditambah dari kantong pribadi Kepala Kejari Willy Ade Chaidir sebesar Rp 5 juta. Sehingga totalnya Rp 20 juta. ''Jadi seolah-olah pemberian fee dalam proyek ini, sehingga membuat kontraktor berani berbuat sesuka hatinya,'' tuturnya.

M.Ikhsan juga menyebutkan, Kejaksaan biasanya sangat jeli terhadap kasus-kasus yang berkaitan adanya permainan proyek. Dan malahan jika ada proyek bermasalah pihak kejaksaan selalu untuk mencari tahunya. Namun kenyataanya pihak Kejari Bangkinang, tampaknya saat ini tutup mata dengan adanya penyimpangan terjadi dalam proyek untuk Kantor mereka sendiri. (Aul)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Resepsi HPN 2018 dan HUT ke-7 PWI Riau, Wartawan Jangan hanya Mengkritik tapi Ikut Beri Solusi Membangun
  • Dengan Produksi Minyak 500 Barrel, SPR Langgak Majukan Perminyakan UIR
  • Ahmad Sahroni: Berpolitik Tidak untuk Mencari Kaya
  • Mutasi di Polres Inhu: Kapolsek Seberida Pindah Tugas ke Polda Riau
  • Bupati Sukiman Canangkan Koto Ranah Sebagai Kampung Wisata
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved