www.halloriau.com  
Internasional
BREAKING NEWS :
Buruan Dapatkan Special Trade In Nissan di Mal Ska
 
Algojo Sibuk, Arab Saudi Eksekusi Mati 122 Orang Tahun Ini
Rabu, 10/07/2019 - 13:02:20 WIB

RIYADH - Arab Saudi telah mengeksekusi 122 orang dalam enam bulan pertama 2019 menjadikan awal paling berdarah di kerajaan Arab sejak 2014.

Di antara mereka yang dieksekusi adalah enam anak di bawah umur, tiga wanita, dan 51 orang dengan kasus narkoba.

Pada Tahun lalu Arab Saudi dalam periode yang sama ada 55 orang yang dieksekusi mati.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sebelumnya berjanji untuk mengurangi hukuman mati.

Angka-angka tersebut dirilis oleh kelompok aktivis Organisasi Hak Asasi Manusia Saudi Eropa (ESOHR), yang mengatakan prihatin atas sikap pemerintah Saudi yang menambah hukuman mati tahun ini, mengutip Daily Mail, Rabu (10/7/2019).

Arab Saudi mengeksekusi 41 orang pada paruh pertama 2017, 88 selama periode yang sama pada 2016, dan 103 untuk enam bulan pertama 2015.

Jika tren yang sama diulangi pada paruh kedua tahun ini, 2019 akan menjadi tahun tersibuk bagi algojo Saudi.

Kelompok itu mengatakan setidaknya 23 orang menunggu hukuman mati, termasuk tiga ana-anak.

Tidak jelas apakah kasus-kasus itu melibatkan terdakwa yang masih anak-anak, atau mereka ditangkap saat masih anak-anak.

Pada 23 April 2019, Arab Saudi mengeksekusi 37 orang, sebagian besar dituduh melakukan kejahatan politik karena terlibat dalam demontrasi Musim Semi Arab 2011 dan 2012.

Diberitakan okezone, setidaknya satu mayat disalibkan dan dipajang setelah eksekusi.

Sebanyak 58 warga negara asing juga dihukum mati tahun ini, sebagian besar dituduh menyebarkan Islam Syiah yang merupakan kejahatan di Arab Saudi yang menganut Islam Sunni.

Di antara orang asing yang tewas adalah 21 Pakistan, 15 Yaman, lima dari Suriah dan empat dari Mesir.

Dua orang Jordan, dua orang Nigeria, seorang Somalia dan dua dari negara-negara tak dikenal juga termasuk dalam angka-angka itu.

Meningkatnya angka kematian datang meski Pangeran Salman telah berjanji dalam sebuah wawancara dengan majalah Time pada April 2018 untuk meminimalkan penggunaan hukuman mati.

"Ada beberapa area yang bisa kita ubah (atau turunkan hukumannya) dari eksekusi menjadi hukuman seumur hidup," katanya.

“Jadi kami bekerja selama dua tahun melalui pemerintah dan juga parlemen Saudi untuk membangun undang-undang baru di daerah itu.” (*)





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Buruan Dapatkan Special Trade In Nissan di Mal Ska
  • Dua Pasangan Tak Resmi Terciduk Tanpa Busana saat Ngamar, Polda Riau Pertanyakan Izin SCH
  • 2.311 Guru MDTA di Kuansing Minta Bupati Kembalikan Honor Seperti Semula
  • Pembukaan MTQ ke-19 Kabupaten Siak, Bupati Alfedri Sampaikan Kemajuan Perolehan Zakat
  • Polda Riau Razia Tempat Hiburan Malam, 26 Orang Positif Narkoba, 1 Oknum PNS
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved