www.halloriau.com
IMSYAKIYAH RAMADAN 1440 H/2019
KOTA PEKANBARU
19 Ramadhan
24 Mai
IMSYAK SHUBU ZUHUR ASHAR MAGHR ISYA
04:37
04:47
12:14
15:38
18:19
19:32
Internasional
BREAKING NEWS :
Audiensi dengan Polri, Dompet Dhuafa Anggap Kasus Penganiayaan 22 Mei Selesai
 
Terkait Skandal Seks Pastur, Polisi Texas Gerebek Kantor Keuskupan
Kamis, 16/05/2019 - 12:00:05 WIB

TEXAS - Kepolisian Texas di Amerika Serikat (AS) menggerebek kantor Keuskupan Katolik di Dallas terkait penyelidikan kekerasan seksual anak oleh pastor. Penggerebekan dilakukan setelah para pejabat gereja setempat tidak mau bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan skandal seks pastor tersebut.

Seperti dilansir AFP, Kamis (16/5/2019), penggerebekan dilakukan polisi terhadap kantor utama Keuskupan Dallas di Texas, sebuah tempat penyimpanan dan sebuah kantor Gereja Katolik setempat pada Rabu (15/5) waktu setempat.

Penggerebekan ini masih terkait dengan penyelidikan terhadap pastor Edmundo Paredes yang buron dan sedikitnya lima tuduhan baru soal kekerasan seks oleh beberapa tersangka lainnya.

"Penyelidikan ini terkait dengan tuduhan-tuduhan baru yang disampaikan setelah kasus terhadap Paredes diungkapkan ke publik," tutur Mayor Max Geron dari Kepolisian Dallas, dikutip dari Detik.

Diketahui bahwa Paredes telah didakwa atas kekerasan seksual anak dan dituduh mencabuli sedikitnya tiga anak-anak lainnya.

Paredes menghilang dari gereja di pinggiran Dallas, yang menjadi tempatnya bertugas selama beberapa dekade terakhir. Dia diyakini melarikan diri ke Filipina, negara asalnya.

Keuskupan Dallas dalam pernyataannya menyebut penggerebekan ini tidak terkait tersangka manapun yang tidak diungkapkan secara publik dari daftar 31 pastor predator sejak tahun 1950-an. Pihak keuskupan merilis daftar itu pada Januari lalu.

"Keuskupan telah bekerja sama dengan penyelidikan yang tengah berlangsung terhadap pastor-pastor ini," sebut Uskup Dallas, Edward Burns, kepada wartawan.

Namun dilaporkan media lokal The Dallas Morning News, yang mendapatkan salinan dokumen pengadilan, bahwa hakim setempat telah menyetujui diterbitkannya perintah penggeledahan setelah polisi menuduh para pejabat gereja tidak kooperatif.

"Hingga kini, Departemen Kepolisian Dallas tidak diberitahu soal jumlah dokumen pastor yang terjerat kekerasan seksual," demikian laporan The Dallas Morning News yang mengutip pernyataan polisi dalam dokumen pengadilan.

Menurut The Dallas Morning News, polisi menuduh gereja menyembunyikan tuduhan-tuduhan terhadap para pastor atau memberikan informasi yang tidak lengkap.

"Kami meyakini pada tahap ini bahwa mengeksekusi perintah penggeledahan sepenuhnya pantas untuk penyelidikan lebih lanjut," tegas Geron dari Kepolisian Dallas. (*)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Audiensi dengan Polri, Dompet Dhuafa Anggap Kasus Penganiayaan 22 Mei Selesai
  • Perdana Menteri Inggris Theresa May Umumkan Pengunduran Diri
  • PLN Targetkan Tak Ada Pemadaman saat Lebaran di Riau
  • Sidak BBPOM di Meranti, Cuka Asli Selatpanjang Dimusnahkan
  • Kabid Humas Polda Banten Edy Sumardi Diwisuda Bersama Ribuan Mahasiswa UIR
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved