www.halloriau.com
IMSYAKIYAH RAMADAN 1440 H/2019
KOTA PEKANBARU
18 Ramadhan
23 Mai
IMSYAK SHUBU ZUHUR ASHAR MAGHR ISYA
04:37
04:47
12:14
15:38
18:18
19:31
Internasional
BREAKING NEWS :
Dampak Aksi 22 Mei di Jakarta, Sekda Akui Tidak Pengaruhi Kondusifitas di Rohul
 
Ethiopian Airlines ET302 Jatuh, AS Minta Boeing Modifikasi Pesawat Tipe 737 MAX 8
Selasa, 12/03/2019 - 07:20:40 WIB

JAKARTA - Jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET302 menimbulkan pertanyaan besar bagi dunia penerbangan. Keamanan pesawat Boeing kian menjadi sorotan.

Otoritas penerbangan federal Amerika Serikat mengambil tindakan terkait hal tersebut. Federal Aviation Administration (FAA) memerintahkan Boeing untuk memodifikasi pesawat tipe 737 MAX 8. 

"Mandat perubahan desain ini setidaknya selesai selambat-lambatnya April," ujar Federal Aviation Administration (FAA), dalam sebuah pernyataan, melansir CNNindonesia.

Sebelumnya, FAA menyebut bakal mengambil keputusan setelah berhasil mengidentifikasi masalah keamanan dan keselamatan pada Boeing 737 MAX 8.

"FAA akan terus menilai dan mengawasi kinerja keselamatan pesawat komersial AS," ujar FAA.

Pesawat jenis ini telah merenggut ratusan nyawa dalam kurun waktu lima bulan terakhir. Pada Oktober 2018 lalu, pesawat ini--dengan nama penerbangan Lion Air JT610--jatuh tersungkur di Laut Jawa sebelah utara Karawang, Jawa Barat. Kejadian ini menewaskan 189 penumpang beserta awak kapal di antaranya. 

Teranyar, jatuhnya Ethiopian Airlines ET302 saat baru lepas landas dari Addis Ababa pada Minggu (10/3) menewaskan 157 penumpang dan awak kapal.

Posisi Strategis Boeing
Jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines serta respons-respons negatif yang berdatangan tak serta merta membuat maskapai AS meninggalkan Boeing.

American Airlines, misalnya, yang berencana melanjutkan operasi penerbangan belasan pesawat Boeing 737 MAX 8 sesuai jadwal.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Southwest Airlines. "Kami tetap yakin dengan keselamatan dan kelaikan armada kami yang menggunakan Boeing," ujar Juru Bicara Southwest Airlines yang mengoperasikan Boeing 34.747 MAX 8.

Kondisi sedemikian rupa membuat pelarangan terbang 747 MAX 8 menjadi kemunduran besar bagi Boeing. Pesawat ini adalah penyokong keuntungan utama.

Dampak ekonomi pun akan kian besar karena Boeing mempekerjaan lebih dari 150 ribu orang di AS. 

Tahun ini, Boeing berencana untuk meningkatkan tingkat produksi 737 MAX. Dari yang semula hanya memproduksi 52 pesawat dalam setiap bulan menjadi 57 pesawat.

"Boeing itu strategis, ini alat perdagangan," kata analis AirInsight, Michel Merluzeau. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dampak Aksi 22 Mei di Jakarta, Sekda Akui Tidak Pengaruhi Kondusifitas di Rohul
  • Stabilkan Harga Daging Selama Ramadan, Bulog Datangkan 27 Ton Daging Kerbau India
  • Polres Pelalawan Ringkus Napi Rutan Siak Pemilik 6 Kg Sabu
  • Kejati Riau Hentikan Penyelidikan Pembangunan Embung di Tenayan Raya
  • Gandeng TP4D, Disdikpora Kuansing Sosialisasikan DAK Fisik 2019 kepada 92 Sekolah Penerima
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved