Inhil
Pemkab Inhil | DPRD Inhil
 
 
+ INDEX BERITA

12:35 - Sekda Lantik 136 Pejabat E...
16:30 - LBDH Inhil Semakin Berkemb...
15:51 - Sebelum Berangkat Umrah, D...
12:12 - Sebelum Terjepit di Kolong...
16:24 - Aneh, Harimau Sumatra Terj...
16:08 - Tanah Longsor di Kuala Eno...
14:25 - Polsek GAS Inhil Peringati...
13:33 - 10 Unit Ambulans Air Diser...
16:59 - 159 Kasus DBD di Inhil, Sa...
15:52 - MTQ ke-3 Tingkat Desa Sial...
14:51 - Pembangunan Rumah Tahsin d...
21:15 - Sekda Inhil Hadiri Opening...
17:18 - Sekda Inhil Hadiri Acara P...
13:29 - Yudi Perdana Sikumbang: Li...
19:23 - Diikuti Peserta dari Berba...
22:36 - PPI Kecewa SMAN 1 Tembilah...
22:27 - 80 Kontingen Utusan Kwarca...
15:26 - MPI Kunjungi SD 003 Desa T...
13:27 - Dandim Inhil Berbagi Rezek...
15:43 - Bupati Inhil Peringati HCT...
 
159 Kasus DBD di Inhil, Satu Orang Meninggal Dunia
Jumat, 09/11/2018 - 16:59:06 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:

TEMBILAHAN - Dinas Kesehatan  Kabupaten Indragiri Hilir mencatat sebanyak 159 kasus suspect Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang anak-anak periode Januari-November 2018, dari 159 kasus yang dicurigai 41 diantaranya positif DBD dan satu orang lainnya meninggal dunia.

"Dari 159 anak suspek DBD, 41 diantaranya positif, selanjutnya akan terus kita tangani," ujar Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi  Riau  Zainal Arifin, Jumat (9/11/2018), seperti dikutip dari antara.com.

Dia mengatakan, dibandingkan dua tahun lalu, Kasus DBD yang ditemukan di Inhil pada minggu ke 44-45 tahun 2018, meningkat signifikan. Peningkatan kasus DBD dipengaruhi oleh peralihan musim.

"Pada musim penghujan seperti sekarang ini, penyakit demam berdarah yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti sangat rentan terjadi, hal ini karena kondisi lingkungan yang lemban dan basah," ujarnya.

Menurut dia, musim penghujan juga menyebabkan terjadinya genangan air hujan seperti di tempat-tempat sampah yang dapat menjadi wadah perkembang biakan nyamuk.

Dia memaparkan, kasus DBD tercatat di Puskesmas Selensen, Puskesmas Benteng, Gajah Mada, Sungai Salak, Kempas Jaya, Kuala Lahang, Pulau Burung dan Puskesmas Tembilahan Kota.

Sedangkan kasus DBD tertinggi berada di Kecamatan Tanah merah dengan jumlah 11 kasus, satu diantaranya meninggal dunia.

"Satu anak meninggal dunia umur 5 tahun," katanya.

Zainal menambahkan, potensi kematian akibat DBD memang cukup besar jika lambat dilakukan penanganan.

Untuk itulah dia mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menciptakan lingkungan sehat dengan mengubur sampah, menutup tempat-tempat penampingan air hujan, mnguras tempat penampungan air termasuk bak mandi, membersihkan tempat sisa air dispenser, dan menabur bubuk abate pada tempat penampungan air.

"Upaya lain yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan DBD adalah dengan menggunakan kelambu saat tidur," kata Zainal. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pembunuh Dufi Ditangkap, Begini Sosoknya di Mata Tetangga
  • Harga TBS Sawit di Riau Turun Terus, Ternyata Ini Sebabnya...
  • Prostitusi Online 'Sukabumi Asyik' Ternyata Dijalankan di Gang Sempit Ini
  • BIN Sebut 41 Masjid Terpapar Radikalisme, Wakil Ketua Dewan Masjid Jamin Tak Ada
  • Rancangan Belanja APBD Meranti 2019 Lebih Besar dari Pendapatan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved