Inhil
Pemkab Inhil | DPRD Inhil
 
 
+ INDEX BERITA

12:15 - PN Tembilahan Kelas II dan...
11:53 - Pemkab Inhil Audiensi ke K...
17:15 - Jumat Bersih, Babinsa Kora...
14:57 - Babinsa Koramil 07/Reteh T...
09:29 - Dandim 0314 Silahturahmi k...
16:16 - Rancangan Awal RPJMD Inhil...
14:36 - Ketua DPC HNSI Inhil Tinja...
17:24 - Wakil Bupati Inhil Berkomi...
18:04 - Bupati Ajak Warga Inhil Be...
11:14 - Pemkab dan DPRD Inhil Tand...
20:48 - Dukung CFD, Bupati Harapka...
10:59 - Bupati Inhil Resmi Buka So...
10:43 - Selaku Kamabicab, Bupati P...
17:52 - Bupati Inhil Hadiri Sosial...
17:27 - Bupati Hadiri Festival Man...
09:25 - Bupati Inhil Sambut Baik G...
19:18 - Nikmati Waktu Luang, Sekda...
14:46 - Wabup Inhil Bersama Kapolr...
16:15 - Gebrakan Cerdas! Bupati In...
09:55 - Bupati HM Wardan Apresiasi...
 
Warga Bekawan Tolak Aktifitas PT RSA yang Diduga Sebabkan Hama Kumbang
Selasa, 15/05/2018 - 10:35:45 WIB

INHIL - Warga Desa Bekawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) khususnya warga Dusun Sungai Sabar, berdasarkan Surat Kuasa (7/5/2018), menyampaikan tentang keberatan dan penolakan masyarakat atas aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh PT. Riau Sawit Abdi (PT RSA) yang berbatasan langsung dengan Dusun Sungai Sabar, Desa Bekawan, kecamatan Mandah, Kabupaten Inhil. 

Adapun keberatan dan penolakan masyarakat tersebut adalah terkait dengan aktivitas penebangan/pembersihan lahan dari PT. RSA yang berbatasan langsung dengan kebun kelapa masyarakat sekitar.

Keberatan dan penolakan tersebut didasari banyaknya peristiwa yang terjadi, dimana timbulnya hama kumbang yang menyerang dan merusak kebun kelapa milik petani yang diduga kuat akibat dari aktivitas penebangan, pembersihan lahan yang dilakukan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di sekitar perkebunan kelapa milik petani. 

"Di samping hal tersebut diduga kuat perusahaan- perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Inhil banyak yang menyimpang dan atau melanggar aturan-aturan yang ada. Hal tersebut terjadi juga diduga kuat karena kurangnya pengawasan dari pemerintah sehingga timbul berbagai konflik antara Perusahan dengan Masyarakat," ucap Zainduddin Acang selaku kuasa hukum Desa Bekawan, saat menyampaikan keluhan masyarakat di acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil, Senin (14/5/2018). 

Untuk menghindari sedini mungkin potensi konflik antara masyarakat dengan PT RSA, Masyarakat Desa Bekawan memohon kepada PT RSA agar mempunyai itikad yang baik, serta memfasilitasi dan memberikan solusi terhadap tuntutan-tuntutan masyarakat.

Masyarakat meminta harus ada lahan pembatas sebagai penyangga antara lahan/kebun kelapa milik masyarakat dengan area lahan perkebunan inti atau plasma PT RSA dengan jarak minimal 300 (tiga ratus meter). Hal tersebut dimaksud agar salah satu upaya dini menghindari serangan hama kumbang dari kebun PT RSA.

"Jika hal tersebut terus menerus, merugikan masyarakat sekitar. Kami berharap agar Pemerintah Kabupaten Inhil agar mencabut surat izin usaha PT RSA," tutup Zainuddin Acang.

Penulis: Yendra 
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Punya Wajah Mirip Pasangan Berarti Jodoh, Benarkah?
  • Delapan Pasukan Afghanistan Tewas Akibat Ledakan Bom Mobil
  • Rasakan Sensasi Aroma Mistis saat Kunjungi Wisata Batu Buaya di Rote Ndao
  • Pembagian Sertifikat Tanah Jokowi, KPA Cium Aroma Politik
  • Aneh, Calon Anggota KPU Bengkalis Tak Terdaftar di DPT
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved