www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Pembunuh Dufi Ditangkap, Begini Sosoknya di Mata Tetangga
 
Putuskan Kerjasama Sepihak
PT KJU Gugat PT Arthindo dan Putra Hatta Rajasa
Minggu, 09/06/2013 - 18:40:28 WIB

PEKANBARU - Gara-gara kontrak kerjasama diputus secara sepihak, PT Kesya Jodyka Utama (KJU) menggugat PT Arthindo Utama dan Direkturnya yang nota bene adalah putra Menko Ekuin, Reza Hatta Rajasa ke Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Selain itu, PT KJU juga mendaftarkan gugatannya kepada Direktur Utama perusahaan yang merupakan main kontraktor di PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ini, Jon Erizal serta SKK Migas.

"Senin (10/6/2013) ini gugatannya sudah kita masukkan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. Kita daftarkan empat tergugat, tergugat pertama PT Arthindo Utama, tergugat dua Jon Erizal, tergugat tiga Chevron dan tergugat empat SKK Migas. Dalam gugatan yang kita daftarkan ini, masing-masing tergugat memiliki peran masing-masing yang jelas merugikan klien kami PT Kesya Jodyka Utama,"ujar Riadi Asra Rahmad SH MH dari Law Office Riadi Asra Rahmad dan Partners, sebagai kuasa hukum PT Kesya Jodyka Utama.

Sejauh ini, dikatakan Riadi pihaknya sudah berulang kali berupaya melakukan negoisiasi dengan pihak-pihak tergugat diatas, salah satunya dengan PT Arthindo Utama dan Jon Erizal.

"Kita bukan tidak ingin melakukan negoisiasi dengan PT Arthindo Utama dan pak Jon Erizal yang saat ini mencalonkan diri maju pada Pilgubri sebagai calon Gubernur. Saya tegaskan disini, persoalan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik, ini murni soal pekerjaan yang dijanjikan Jon Erizal," ujar Riadi.
        
Kaitan antara PT KJU dengan PT Arthindo Utama dan Jon Erizal dikatakan Riadi, bermula saat Direktur PT KJU Sukril Fuady bertemu dengan Jon Erizal pertengahan 2011 yang lalu.

Saat itu KJU, dijanjikan menjalin kerjasama dengan PT Arthindo Utama dan Jon Erizal tercatat sebagai Direktur Utama PT Arthindo Utama, untuk suport kebutuhan operasi RIG PT Arthindo Utama di Minas. Tiga kegiatan yang diberikan kepada PT KJU, diantaranya Portable Toilet, Ground Achor dan Tranportasi. 

Nilai kontrak yang diberikan PT KJU yang langsung ditanda-tangani langsung oleh Reza Hatta Rajasa adalah untuk empat tahun senilai tahun dengan nilai kontrak sekitar 2.670.376 Dolar Amerika atau sekitar Rp25 miliar.
  
Kegiatan ini dilaksanakan rencananya awal Januari 2012. Namun karena ketidak siapan dari PT Arthindo, kegiatan baru bisa dilaksanakan April 2012.

"Kita sudah mulai suport sejak April 2012, namun kami tidak pernah mendapatkan kontrak kerjasamanya sampai saat ini. Inilah baiknya PT KJU yang  memberikan terbaik bagi PT Arthindo," ujar Azman Sadiqi Direktur Operasional PT KJU.

Dikatakan Azman, memang sempat terjadi keterlambatan pembayaran dua bulan, namun kemudian kembali lancar hingga Oktober 2012.
"Setidaknya ada 16 unit yang sudah kita kerahkan, dan perlu diketahui untuk mendapatkan unit ini kita terpaksa berhutang dengan pihak Bank, dan kita sangat berharap dengan kontrak kerjasama selama empat tahun ini hutang dengan bank ini bisa kita bayarkan. Namun, kenyataan semuanya hanyalah bualan belaka, kami dibohongi dan ditipu," ujar Azman.
               
Pada bulan November 2012, invoice PT KJU ditolak PT Arthindo dengan alasan proses invoice tidak sesuai, padahal dikatakan Azman invoice ini sama dengan invoice yang sudah dibayarkan sebelumnya.

"Karena terganggu dengan pembayaran ini, kita terpaksa kewalahan membayar gaji 50 orang karyawan KJU, akibatnya muncul gejolak di PT KJU. Meredam gejolak ini, pada tanggal 24 Januari kita terpaksa menyurati Direktur Operasional untuk menghentikan sementara operasional dan suport ke PT Arthindo.
Namun, persoalan internal KJU ini malah disikapi PT Arthindo memutuskan kontrak kerjasama dengan PT KJU. Pada tanggal 25 Januari alat-alat kita stand-bykan, dan masih berharap ada pembayaran dari pihak PT Arthindo.

Namun, kenyataan hal ini malah dipergunakan oleh PT Arthindo sebagai bentuk wan prestasi dari PT KJU. Alat-alat kita kemudian diusir pada tanggal  26 Januari, dan kontrak kita kemudian diputuskan secara sepihak. Ini apa namanua, kalau bukan penzoliman, dan semuanya bermula dari janji-janji pak Jon Erizal," ujar Azman.(Dian Alhadi)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pembunuh Dufi Ditangkap, Begini Sosoknya di Mata Tetangga
  • Harga TBS Sawit di Riau Turun Terus, Ternyata Ini Sebabnya...
  • Prostitusi Online 'Sukabumi Asyik' Ternyata Dijalankan di Gang Sempit Ini
  • BIN Sebut 41 Masjid Terpapar Radikalisme, Wakil Ketua Dewan Masjid Jamin Tak Ada
  • Rancangan Belanja APBD Meranti 2019 Lebih Besar dari Pendapatan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Pemusnahan Barang Bukti Narkoba
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved