TELUK KUANTAN - Kepsek SD Negeri 015 Jake Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Pendriyon membantah telah melakukan tindak kekerasan terhadap muridnya, Jefri. Pendriyon juga menyesalkan adanya laporan polisi terhadap dirinya.
"Sudah 22 tahun saya menjadi guru SD, tak pernah saya memukul murid. Sekarang saya dituduh menampar murid, silahkan visum dan kita siap menunggu panggilan polisi, karena memang saya tidak melakukannya," jawab Pendriyon saat dihubungi MRNetwork, terkait dugaan tersebut, Rabu (30/1/2013).
Pendriyon juga mengakui muridnya Jefry memang sudah meresahkan pihak guru dan siswa di sekolah yang dipimpinnya. Jefri sudah dua kali bolos pada saat jam sekolah sehingga pihaknya melakukan teguran dan melakukan pemanggilan. Tapi Pendriyon bersikeras tidak menampar Jefri, kendati ditemukan bekas goresan di pipi Jefri yang diduga akibat ditampar dan goresan bekas cincin yang diduga menempel di bagian pipi sebelah kanan Jefri. Pendriyon juga menegaskan dirinya tak memakai cincin.
Sebelumnya, salah seorang anggota keluarga yang enggan disebutkan, Selasa (29/1), mengatakan bahwa dari informasi yang diterimanya, kejadiannya bermula pada saat Jefri tidak hadir untuk mengikuti acara Maulid Nabi yang digelar Jumat pekan lalu. Hingga akhirnya berujung pada penamparan. (Idi)
Komentar(64 Komentar)
@ warga jake, 01 Februari 2013 | 15:22:28 WIB Selain ringan tangan,ternyata Kepsek SDN 015 jake ini juga pembohong.katanya selama 22 tahun mengajar tdk penah sekalipun memukul muridnya.padahal 2 tahun yang lalu sang mantan guru olah raga ini pernah memukul ponakan saya ( perempuan ) sehingga meninggalkan bekas biru di paha kirinya.waktu itu pihak keluarga saya mau melaporkan oknum guru fendriyon ini,tapi masih bisa dipasilitasi oleh kepsek waktu itu ( ibu khairani ),sehingga permintaan damai dari pihak sekolah waktu kami terima dgn ikhlas.Rupanya hal itu tak membuatnya jera.hinggak masih mengulanginya lagi sekarang..!!
Ya beginilah kalo pemilihan kepsek bukan berdasarkan prestasi,tp lebih kepada kedekatan kepada pemimpin pemerintahan daerah...!semoga polisi bisa proaktif dalam menyedik masalah ini!
@ masyarakat jake, 10 Februari 2013 | 17:02:46 WIB Kepala SD 015 Jake tidak mampu mengemban tugas sebagai kepsek, hanya bermodal pendeking untuk merebut kursi kepsek.
@ tokoh masyarakat, 10 Februari 2013 | 17:11:48 WIB Dulu Kepala Sekolah di tes untuk menduduki jabatan kepsek, tapi sekarang Kepsek di tunjuk Kepala Daerah, walaupun Kepsek yang ditunjuk tidak mampu.
@ Mantan Kepala SD 015 Jake, 10 Februari 2013 | 17:18:19 WIB Kepala Sekolah seharusnya menjadi contoh bagi anak-anak didik dan masyarakat, bukan melakukan tindakan anarkis terhadap anak-anak didik yang menjadi harapan bangsa.
@ Masyarakat Kuansing, 10 Februari 2013 | 17:25:23 WIB Seharusnya Pak Bupati dan Dinas Pendidikan Kab.Kuantan Singingi mencopot Kepala SD 015 Jake, karena tidak mampu mengemban amanah dan melakukan tindakan anarkis terhadap murid.
@ Masarakat jake, 16 Februari 2013 | 19:56:58 WIB Kepala sekolah yang lama(hairani) lebih kurang ajar lagi,yang memangil anak didiknya dengan sebutan Anjing, padahal anak didiknya itu sudah jelas manusia yang punya orang tua juga manusia. Jadi janganlah selalu mencari kesalahan orang lain yang belum tentu salah.
@ masyarakat jake, 16 Februari 2013 | 20:08:43 WIB hairani adalah musang berbulu ayam,manis di mulut tapi hatinya busuk.
@ Masyarakat jake, 16 Februari 2013 | 20:57:39 WIB Khairani itu anjing.dasar gak pnya otak.bsa nya cuma main blakang.keluarga kalian it lebih hina dri binatang.kata nya pemimpin.tpi klakuan nya hina dari pada anjing.kalau tdak bsa jdi pmimpin, jangan jd pmimpin.krja nya brbuat maksiat saja.bagaimana desa jake ini bsa maju sdang kan pemimpin nya brbuat yg tdak snonoh.brzina dirumah ladang.anjing lah.keluarga kau khairani keluarga binatang.keluarga anjing.usut trus kasus ini.kami tdak akan gentar.dasar binatang.blang saja kau syrik lantaran pendryon jdi kepsek.sejake ini tidak ada yg setuju kau jdi kepsek khairani.dasar anjing kau.
@ Wali murid, 16 Februari 2013 | 21:13:09 WIB Karna ada masalah ini jepri dipindah kan orang tuanya ke SD kebun nenas dan baru beberapa hari masuk sekolah dia sudah mencekik temannya, anak ini memang bandel jadi tak bisa kita menyalah kan gurunya.
@ tokoh pendidik kuansing, 16 Februari 2013 | 22:03:15 WIB Sebaiknya seorang kepala sekolah harus memiliki pendidikan minimal S1, dan memiliki ilmu Psikologis yg baik dan harus dimiliki oleh seorang pendidik. kalau seorang guru atau kepala sekola sudah memiliki ilmu psikologis, maka pendidik tersebut tahu akan karakter anak didiknya dan pendidik tersebut tidak berfikir secara emosional tetapi secara rasional.
@ LSM, 16 Februari 2013 | 22:11:00 WIB Komnas Perlindungan Anak dan Istri (KPAI): Kekerasan terhadap anak dibawah umur dikenakan pidana kungan penjara minimal 5 tahun.
@ DEPDIKNAS, 16 Februari 2013 | 22:16:58 WIB Guru yang melakukan tindakan anarkis terhadap anak-anak didik, wajib dicopot sebagai Kepala Sekolah, karena tindakan ini akan mencederai moral guru di Indonesia.
@ Tokoh Adat, 17 Februari 2013 | 00:54:01 WIB Kami tidak akan menegakkan benang basah,karena itu akan menjadi sumber perpecahan bagi masyarakat. Pengadilan akan membuktikan siapa yg salah dan siapa yg benar, mari kita hormati proses hukum yg berlaku.
@ Ahmad marzuki, 17 Februari 2013 | 01:13:22 WIB warga negara yg baik adalah warga yg taat hukum dan undang2, karma itu turuti aja proses hukum yg berlaku tidak terkecuali seorang Pendrion yg seorang Kepsek. Kalau memang tidak bersalah, biarlah pengadilan yg menentukan. Jangan dipropokasi orang lain untuk mengomentari yang tidak masuk akal untuk membela diri. Orang tidak hukum dan undang2. Fokus dg masalah dan kasus anda, semoga cepat diproses dan disidang. Terakhir tentu saja anda cepat dihukum/dibui.....tamat sudah karirmu pak Kepsek! anda bukan seorang pendidik yg baik, wajar kau menerima ganjaran yg setimpal dan tak perlu ditangisi
@ Pemuka Masyarakat, 17 Februari 2013 | 01:17:20 WIB Baru hitungan minggu menjadi Kepsek, Kepala Sekolah Pendriyon sudah berani menghambur-hamburkan dana BOS untuk kepentingan pribadi. Pendriyon berdalih menggunakan dana BOS untuk menjenguk komandannya yg sakit, padahal itu bukanlah kewajiban seorang kepsek. Dana BOS itu sudah jelas kegunaannya untuk kepentingan sekolah dan murid.
@ mantan BKN, 17 Februari 2013 | 04:59:00 WIB Salah atau tidak bersalahnya seseorang ( termasuk kepsek pendriyon ) ini,tentu akan terjawab dipengadilan.dgn proses persidangan..!!terlepas dari semua alibinya,tentunya kepolisian ( penyidik ) akan melengkapi bukti-bukti dan saksi-saksinya,utk melengkapi syarat-syarat seseorang untuk dijadikan terdakwa.
Semoga aja yang bersangkutan ( kepsek ) benar-benar tidak melakukan yang bertentangan dengan Hukum,tapi INGAT jika ( kepsek ) terbukti bersalah.maka bersiaplah untuk menghadapi tuntutan hukumnya.apalagi sebagai seorang PNS ;
di dalam Pasal 23 ayat 3 UU No 8 Tahun 1974 jo UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian dengan tegas menyebutkan PNS dapat diberhentikan dengan tidak hormat karena dihukum penjara, dengan putusan yang sudah punya kekuatan hukum tetap, atas tindak pidana kejahatan.
@ komen, 17 Februari 2013 | 11:29:54 WIB Kasus penamparan yg dilakukan Kepala SD O15 Jake Pendriyon Terhadap murid bernama Jefri merupakan tindak pidana. Menurut KPAI Kuansing, ancaman hukuman yg dikenakan terhadap saudara Pendriyo adalah 5 tahun penjara.
@ Tokoh Adat Jake, 17 Februari 2013 | 21:43:26 WIB Kalau saudara Pendriyon benar2 serius melakukan perminta'an ma'af terhadap Jefri dan kedua orang tuanya, itu sangat sederhana sekali dan tidak perlu berlarut2 hingga merembet terhadap orang2 yg tidak ada kaitannya dgn kasus ini. Permintaan ma'af saudara pendriyon cukup dengan Jefri dan kedua orang tuanya, tidak perlu Ninik mamak dan Kepala Desa. Bila diperlukan, Ninik mamak dan Kepala Desa hanya sebagai saksi saja. Jadi intinya kedua belah pihak harus berdamai dulu, bukan Ninik mamak atau Kepala desa yg dipaksa meneken surat perdamaian, itukan sangat lucu dan tidak masuk akal.
@ masyarakat Jake, 17 Februari 2013 | 21:59:04 WIB Pendriyon mendapatkan jabatan Kepsek SD 015 Jake dengan mudah, karena Pendriyon memfitnah saudari Hairani kepada Bupati. Pendriyon mengatakan ke Pak Bupati bahwa seluruh keluarga ibu Hairani mencoblos No.2 pada Pemilihan Bupati 2011 yg lalu. Padahal yg ikut kampanye Suzuki adalah ibu Hairani dan seluruh Keluarganya, sedangkan saudara Pendriyon tidak pernah ikut kampanye, hanya duduk mengangkang saja dirumahnya dan tidak memiliki massa sama sekali.
@ wali murid, 17 Februari 2013 | 22:58:21 WIB Tindakan kekerasan yg dilakukan Kepsek SD 015 Jake Pendriyon, menjadi pertanyaan bagi masyarakat Jake. Kekerasa yg dilakukan Pendriyon bukan kali ini saja, karena Pendriyon sering melakukan tindakan fisik terhadap muridnya. Hal ini membuat masyarakat Jake menjadi geram terhadap kepsek Pendriyon. masyarakat Jake meminta kepasek Pendriyon untuk di tes kejiwaannya di RS.Jiwa pekan baru, apakah Pendriyon mengalami gangguan jiwa atau betul2 sudah tidak waras lagi.
@ Masyarakat jake, 18 Februari 2013 | 19:55:20 WIB Org yg mngrjakan pkrjaan yg sangat hina.itu lah org yg sakit jiwa.mgkn anda yg hrus dpriksa jiwa nYa....
Yg ksana kmri krja nya mncari mangsa...tlp sana sini ngajak kencan..bukan kah org yg sprti itu yg hrus d priksa kjiwaan nya???hahaha ngaca donk paaaak.....kaciaaaaan deh lu pak,,,jangan sering jajan dluar donk...gentle man dikit napa,bsa nya cuma orbitin d dunia maya....hahahahahaha apa kah anda tdak brpndidikan.
Trnyata murid2 SD 029 tlah dresahkan oleh yg nama nya jepri?skalian pak buk org tua sma cucu nya dibawak k RS JIWA,BUAT DIPERIKSA KEJIWAAN NYA.SANGAT MEMALUKAN YAAA
HAHAHAHAHAHAHAha
@ Mantan Kepala Desa Jake, 19 Februari 2013 | 19:57:04 WIB Kalau saudara Pendriyon tidak melakukan penamparan terhadap Jefri, kenapa harus takut, hadapi saja persidangan. Kita buktikan saja di persidangan, karena hasil fisum yg akan membuktikan siapa yg salah. Tidak perlu kasak kusuk hilir mudik untuk meminta bantuan orang lain. Saudara Pendriyon, ingat, jika saudara Pendriyon terbukti melakukan tindakan kekerasan terhadap anak dibawah umur, ancaman hukumannya Lima 5 tahun kurungan penjara. Hasil Visum yg akan membuktikan, dan masyarakat Jake akan tahu siapa yg benar dan siapa yg salah.. INGAT..HUKUM MENENTUKAN..!!!
@ Komnas Perlindungan Anak, 19 Februari 2013 | 21:38:47 WIB Jaman sekarang, masih banyak guru yang melakukan tindakan kekerasan terhadap muritnya di sekolah, Komnas Perlindungan Anak diseluruh Indonesia wajib memberikan bantuan hukum terhadap korban. Kekerasan terhadap anak dibawah umur merupakan tindakan tidak manusiawi,dan ini merupakan tidak pidana terhadap anak dibawah umur dan merupakan pelanggaran hak azazi terhadap manusia (anak dibawah umur). Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar selalu menjaga anak-anak dibawah umur dari tindakan kekerasan. Apabila tindakan kekerasan terhadap anak ini terjadi di lingkungan kita, masyarakat wajib melaporkan kepihak yang berwajib. Mari kita jaga anak-anak indonesia dari tindak kejahatan dan orang yang tidak bertanggung jawab.
Komnas Perlindungan Anak : SETTO MULIYADI.
@ Masyarakat jake, 19 Februari 2013 | 23:07:18 WIB Ini sudah prmaian politik.inti nya hairani dan anggota keluarga nya mncari alsan bgaimana hairani bsa kmbli mnjadi kepsek d SD 015 JAKE.Tapii slalu gagal lntaran smua Guru Menolak hairani,,org pntar pazti brpkran knapa?krna hairani tdak pntas d jadikan pemimpin.mau blak blakan dsini,ayo lanjut kan.tpi apakah Tuan Tuan sanggup menanggung malu???coba dpikir2 dlu yaa Pak... INI AIB LOH.AIB KELUARGA LAGI.HAHAHAHA Ayo Ayo Ayo .... Kalo mau malu....
@ Alumni SDN 015 Jake 2010, 20 Februari 2013 | 04:21:28 WIB Sebagai alumni SDN 015 JAKE tahun 2010, saya sangat menyayangkan atas terpilihnya Pak Pendriyon sbg KepSek sekolah tsb.karna sebagai seorang guru,beliau sangat tdk pantas utk diteladani oleh para murid.selama saya belajar disekolah tsb,tak seorangpun murid yg menyukainya,baik dalam memberikan pelajaran maupun cara dia berkomunikasi dengan kami ( sbg murid ) sangatlah tdk menarik,ditambah lagi dgn sifat ringan tangannya.kalau semua murid yg pernah dipukul ( yg membekas ) oleh pak pendriyon ini,diadukan ke kantor polisi.saya yakin dan percaya pak pendriyon ini akan dihukum SEUMUR HIDUP,krna saking tdk terhitungnya memukuli para murid2
@ Guru SD 015 Jake, 20 Februari 2013 | 09:17:08 WIB Sebenarnya penamparan yg dilakukan Kepsek SD 015 Jake terhadap Jefri mamang benar tejadi, karena sa'at pak Pendriyon menampar Jefri, banyak yg melihat. Bukan kali ini saja, pak Pendriyon sering melakukan penamparan terhadap murid SD 015 Jake. Dua tahun yg lalu, pak Pendriyon juga melakukan penamparan terhada murid bernama Sisi, sehingga paha sisi menjadi biru. Tetapi pak Pendriyon tidak menyesal atau merasa bersalah setelah melakukan penamparan. Dengan angkuhnya malah pak Pendriyon kerumah Sisi membawa uang 50 ribu sebagai gantinya, tetapi orang tua Sisi menolak keras. Untung saja kepsek yg lama ibu Hairani menenangkan orang tua Sisi, jadi orang tua Sisi tidak melaporkan ke pihak yg berwajib.
@ Warga Jake, 20 Februari 2013 | 09:33:51 WIB Kami sebagai warga Jake sangat menyayangkan kasus penamparan yg dilakukan Pendriyon terhadap muritnya, ini sangat memalukan sekali bagi masyarakat Jake dan di expos pula ke media. Itulah akibatnya kalau seorang Kepsek tidak punya pendidikan, dia selalu emosianal terhadap muritnya. Lebih baik seorang Kepsek itu memiliki pendidikan minimal S1, dan cara berfikirnya pasti lebih rasional dan inovatif.
@ Ketua DPRD Kuansing, 20 Februari 2013 | 09:52:28 WIB Kasus penamparan yg dilakukan Kepala SD 015 Jake saudara Pendriyon tehadap murudnya sangat memalukan sekali. Dinas Pendidikan harus meninjau kembali jabatan Kepala SD Jake, apakah saudara Pendriyon ini masih layak untuk dipertahankan sebagai Kepala Sekolah. Tugas seorang Guru itu mendidik, bukan melakukan tindakan anarkis terhadap murid.
@ Perangkat desa, 20 Februari 2013 | 13:26:19 WIB Setahu saya,banyak sekali kasus seperti yg dialami oleh kepsek pendrion di seluruh indonesia ini,tapi bisa diselesaikan dgn jalan damai dgn orang tua wali murid dan tidak membawa-bawa perangkat daerah setempat, tapi kenapa kasus kepsek pendrion tdk bisa diselesaikan ? Tahu kenapa,karna kasus ini adalah ajang bls dendam kepsek yg lama utk menjatuhkan kepsek pendrion.karna kepsek yg lama marah krn dia dipindahkan dari sd 015 jake ke sd 029.agar semua tahu jepri adalah anak dari saudara kepsek lama,jadi dia menjadikan jepri sarana utk alat bls dendam kpd pendrion,skrng jepri seklh di sd 029 di mana dia menjadi kepsek tanpa ada surat pindah dari sd 015.kalau murid yg lain apa bisa juga pindah sekolah tanpa ada surat pindah seperti jepri?.jadi mentang-mentang punya adik anggota dpr jadi semua masalah bisa dibesar-besarkan.
@ warga Jake, 20 Februari 2013 | 15:51:29 WIB Kasus penamparan yg dilakukan Kepala SD 015 Jake saudara Pendriyon tehadap murudnya sangat memalukan sekali. Dinas Pendidikan harus meninjau kembali jabatan Kepala SD Jake, apakah saudara Pendriyon ini masih layak untuk dipertahankan sebagai Kepala Sekolah. Tugas seorang Guru itu mendidik, bukan melakukan tindakan anarkis terhadap murid.
@ Ketua PGRI Riau, 20 Februari 2013 | 16:31:56 WIB Kalau penamparan yg dilakukan Pendriyon benar terjadi, Kepsek SD 015 Jake ini harus dicopot. Kasus ini akan mencederai moral Guru seriau dan ini sangat memalukan sekali karena merupakan tindakan kriminalitas yg merusak moralitas guru. Kami pengurus PGRI Riau meragukan kepsek Pendriyon, apakah dia memiliki Integritas dan Kapabilitas yg baik sebagai Kepsek SD Jake.??
@ @warga jake (alumni SDN 015 jake), 20 Februari 2013 | 16:55:15 WIB Saya sebagai alumni merasa bersyukur,akhirnya Semua perbuatan pendriyon terungkap juga.dulunya teman saya juga pernah dipukul Oleh pendriyon.kalau mau bukti,silahkan tanya kepada Semua alumni SDN 015 jake yang pernah di didik Oleh pendriyon.semua orang juga tau seperti apa watak pendriyon.tidak heran lagi jika masalah ini muncul dipublik,tidak Selamanya orang bisa berdiam diri menerima tindakan anarkis pendriyon.saya heran jika masih Ada orang yang membela pendriyon setelah apa yg telah dia lakukan terhadap murid"Nya Selama ini.
@ Tokoh Adat, 20 Februari 2013 | 19:47:15 WIB Ass..Kasus yg dialami Pendriyon ini adalah kasus biasa, dan penyelesaiannya juga sederhana. Dengan cara ma'af-ma'afan, selesai perkara. Tapi, karena Pendriyon kerap melakukan kekerasan terhadap murit2nya disekolah, alangkah baiknya kasus ini diselesaikan secara hukum saja. Karena kasus ini akan menjadikan pelajaran yg sangat berharga bagi Pendriyon dan membuatnya jera terhadap apa yg dilakukan Pendriyon selama ini. Wassalam..
@ warga jake, 20 Februari 2013 | 20:38:30 WIB Saudara Pendriyon tidak usah mencari belas kasihan masyarakat, karena kelakuan anda sudah melebihi batas kemanusiaan. Ini adalah karma yg anda dapatkan atas kelakuan anda sendiri, bagaimana cara anda mendapatkan jabatan kepsek hingga memfitnah orang lain. Fokus saja dengan kasus hukum anda sendiri, tak usah melibatkan Ninik Mamak, karena ini masalah anda pribadi bukan masalah desa. Ingat Pendriyon, ancaman hukuman yg harus anda bayar mahal 5 tahun penjara. Perndriyon, menikmati Hotel gratis Predeo (jeruju besi).
@ Comen, 20 Februari 2013 | 20:53:03 WIB Abek asiak ang manampar anak urang di Yon.? Yo tak barakal ang de ma, je den kok lai bautak budak gaa.. Rupo tak ado isi kaplo ang gaa. Buek malu ang ma Yon.
@ warga, 20 Februari 2013 | 23:04:09 WIB Bukannyan untung jadi Kepsek, tepi malah buntung.
Sudah terjatuh, tertimpa tangga, dikejar anjing lagi.... Begitulah nasip Pendriyon. menyedihkan.
nosiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip...nosip...
@ suport, 20 Februari 2013 | 23:08:08 WIB Yang sabar ya Pak Pendriyon........
Cuma lima tahun kok, pak Iyon tidur di sel..
@ Masyarakat jake, 21 Februari 2013 | 00:23:05 WIB Yg mmbuek komen diate d baduo urg nyo.den obe urang,jan mkai2 namo ktua DPRD lo ang lai jada..payah dek sklah je ang nye ma.mnpar murid dak hina d.tpi klakuan kades jake lbiah hina lai,dunsanak hairani juo bru ma.bajada drumah ladang.malu donk...kan den imbau2 popak jake ge poh?bukti ado ha.politik kalian dak smagak skluarga d ma.mntang2 adiak hairani d anggota dewan?ndee tuhan kayo,kutuak lah keluarga tu du yo e..hairani d ula ma.korupsi,muluik mani.tpi dana bos basopa je ndo nye.tngok lah d,lah soman moik iduik,dek pkiran me.lah tbanyak makan pti horam..samo skeluarga nye di.pariso lah jiwa kilen lu,tpi kilen habi kayo,,,habi dunio dek kilen ge ma..kau nak pndah k sd 015 ma.tu kau fitnah iyon ma.kok babaliak kek kau suak nye..mati lah mntak kek tuhan lai du.kades d adiak kau ma nak hairani??siap2 nangguang malu.selingkuh dg urg skmpuang lo ma.ndak malu di de.
@ Wali murid, 21 Februari 2013 | 06:37:24 WIB Saya adalah orangtua dari anak yg pernah dianiaya oleh bapaknya jepri.masak masalah anak2 anak saya dipukul,diinjak2,disekolah oleh bapaknya jepri(ison),lalu dtg pamannyaorang tua jepri kpd saya memberi saya uang 200rb.kalau saya juga melapor ke polisi mungkin bpk jepri juga msk penjara tapi waktu itu yg jadi kepsek adalah hairani familinya ya jadi masalahnya selesai hanya dgn uang 200rb saja.supaya semua tahu jepri kelakuannya memang sangat nakal dikarenakan apa?karena bapaknya ison punya kelakuan sangat jelek.bapaknya jepri adalah seorang PENYABU terberat dijake ini.dia sering nyabu diblkg mesjid ASSYUHADA.jadi wajarlah kalau anak nakal.
@ @warga Jake, 21 Februari 2013 | 17:18:33 WIB Dari komentar diatas bisa kita simpulkan dan kita nilai bahwa komentar yang berpihak kepada pendriyon,sangat tidak berpendidikan dan sangat tidak pantas untuk diucapkan.memberitahukan aib orang lain padahal belum tentu dia lebih baik dari keluarga tersebut.tuhan maha adil,yg salah akan tetap salah.tidak perlu mengambinghitamkan orang lain atas masalah yang menimpa kita.semoga keluarga pendriyon bisa menerima kenyataan dan tidak perlu berkomentar pedas lagi.terimakasih
@ Masyarakat, 21 Februari 2013 | 18:19:50 WIB Kenapa Isup yg harus panik, inikan kasus pribadi Pendriyon, salah sendiri dooong. Yang jelas, perang sudah dimulai, kita lihat saja natik di pengadilan, pasti Jefri yg selama ini teraniaya menjadi korban kekejaman Kepsek SD jake akan mendapatkan keadilan.
@ Tokoh adat, 21 Februari 2013 | 18:36:02 WIB Pendriyon tidak usah mencari belas kasihan masyarakat. Dari hasil visum Jefri di RSUD Teluk Kuantan, benar terjadi penamparan dengan keras terhadap Jefri. Hasil visum ini sangat akurat sekali, visum inilah sebagai bukti otentik dipengadilan. Korban penamparan yg dilakukan Pendriyon selama menjadi Guri di SD 015 Jake juga akan dihadirkan dalam persidangan. Mungkin jumlahnya puluhan orang, dan ini akan menjadi bukti yg sangat akurat dipersidangan nanti.
@ Comen, 21 Februari 2013 | 20:34:46 WIB Orang yg mecaci maki dan memfitnah keluargi ibu Khairani dan Kepala Desa Jake, wajib dilaporkan ke pihak yg berwajib. Fitnah yg mengatakan ibu hairani memakan dana bos dan fitnah terhadap Kepala desa, ini merupakan Pencemaran nama baik. Orang yg memfitna keluarga Ibu Hairani adalah keluarga pendriyon yg bodoh dan tidak mengerti hukum, kejanya cuma luntang lantuk saja. Kami akan melaporkan orang ini, dan kami sudah mengantongi namanya.
@ Tokoh Masyarakat, 21 Februari 2013 | 20:52:25 WIB Pendriyon itu adalah Guru yg tidak berpendidikan, seolah2 dialah yg berjasa salama ini. Perlu di ingat, bangunan kelas baru yg berada di bukit datar sekarang, itu karena perjuangan Ibu Hairani yg gigih memperjuangkan pembangunan SD 015 Jake. Jaman Ibu Hairani SD Jake sudah semakin maju dan infrastrukturnya bertambah baik, ini membuktikan perjuangan Ibu Hairani untuk memajukan SD Jake. Tapi sayang, kepemimpinan Ibu Hairan tidak berlangsung lama, karena digantikan oleh orang yg ingin menghancurkan pendidikan di SD Jake.
@ mantan sesepuh adat jake, 22 Februari 2013 | 00:00:14 WIB secara pribadi saya sangat menyayangkan komentar yg memojokan keluarga besar ibu khairani dan keluarga besar jefri,sementara dan menuduh ( pihak klrga jefri ) dgn fitnah yg belum ada bukti2nya..!!kalo saya ingat2 sejak saya dilahirkan dan dibesarkan di desa jake dan saya banding2kan jasa2 keluarga besar ibu khairani dan jefri terhadap kemajuan desa jake ini,keluarga pendriyon belum ada apa2nya,dan perlu jg diketahui datuk marsum ( ayah pendriyon ) bisa menjabat sbg ninik mamak itu berkat jasa dari keluarga jefri.tp apa yg bisa diperbuat oleh datuk marsum selama menjabat sbg ninik mamak suku melayu desa jake,,?? Selain dari menjual tanah wilayat ( tanah adat jake ) kepihak luar dan itu sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat jake ( ada buktinya berupa surat di atas matre )..!!alangkah naifnya jika keluarga pendriyon tdk menyadari sepak terjang dari marsum ( orang tua pendriyon)
@ Tokoh Masyarakat Jake, 22 Februari 2013 | 21:06:04 WIB ibarat nasi sudah menjadi bubur, apa nak dikata, kasus penamparan yg dilakukan Pendriyon terhadap jefri sudah masuk ke kejaksaan alias P21. artinya, bukti sudah lengkap dansiap melaju ke persidangan, kita lihat saja, pasti kasus ini akan dimenangkan Jefri. amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiinnn....
@ Mantan Guru SD 015 Jake, 22 Februari 2013 | 21:12:51 WIB kecil, ter...anja-anja...
besar, ter...bawa-bawa...
tua, terlupakan tidak...
Bagitilah tingkah laku Kepala SD 015 Jake Pendriyon, dari kecil sampai tua suka melakukan tindakan anarkis...
@ majelis guru, 26 Februari 2013 | 09:25:44 WIB Pihak polres supaya perjelas masalah inisecepatnya, spaya tidak menjadi polemik berkepanjangan
@ Tokoh masyarakat jake, 02 Maret 2013 | 11:37:40 WIB Ass.. Percuma saja pak Pendriyon mengumpulkan tanda tangan wali murit, karena pak Pendriyon belum berdamai dengan Jefri dan kedua orang tua Jefri. Polres sudah menyarankan pak Pendriyon agar bardamai dengan Jefri dan kedua orang tuanya, bukan meminta tanda tangan wali murit, berarti pak Pendriyon tidak mengerti dengan masalahnya sendiri. Wass..
@ wali murit, 02 Maret 2013 | 11:47:44 WIB Kami tidak setuju tanda tangan kami dijadikan sebagai jaminan perdamaian Pendriyon, ini merupakan unsur pemaksaan terhadap seluruh wali murit. Masalah pendriyon ini adalah masalah pribadi bukan masalah seluruh wali murit, jadi tolong dibedakan. Seharusnya Pendriyon berdamai dengan orang tua Jefri, tapi ini kok malah dengan seluruh wali murit. Apa masalahnya..??
@ Masyarakat, 02 Maret 2013 | 21:00:31 WIB Pak Wandi tidak perlu repot-repot mengumumkan ke wali murit bahwa SD Jake akan ditutup Polres, karena ini merupakan cara berfikir yg sangat sempit dan tidak rasional. Dan pak Wandi tidak perlu repot-repot mengumpulkan tanda tangan wali murit, tanda tangan itu tidak akan berlaku bagi polres. Karena pak Pendriyon itu tidak ada masalah dengan wali murit, pak Pendriyon punya masalah hanya dengan Jefri. Jadi cukup tanda tangan Jefri dan kedua orang tuanya saja, tidak perlu repot-repot mengumpulkan tanda tangan seluruh wali murit, karena ini akan menjadi bahan tertawaan masyarakat Jake.
@ warga Jake, 03 Maret 2013 | 08:37:09 WIB Pak Wandi, saya kira selama ini bapak bijaksana dalam berfikir, rupanya isi kepala pak Wandi bisa di jengkalkan dan sangat dangkal dalam berfikir. Begitulah orang yg tidak mengerti hukum, tapi sok tau dengan hukum. ( Ma mandai-mandai jo )
@ Wali murid SDN 015 jake, 05 Maret 2013 | 00:46:51 WIB Saya sangat berterima kasih kepada orang tua jefri yg telah melaporkan tindakan kekerasan yg dilakukan oleh kepala sekolah SDN 015 jake pak Pendriyon terhadap jefri ke pihak MAPOLRES KUANSING.karna sudah banyak siswa-siswa yg lain jadi korban kekerasan oleh pak pendriyon ini.
Jika perlu saya sangat mendukung dan berharap agar keluarga jefri bersedia melaporkan oknum KEPSEK ini ke MAPOLDA RIAU jika kurang mendapat respon dari pihak Mapolres Kuansing.karna tindakan kekerasan terhadap anak ini sangat-sangat diprioritaskan oleh perundangan-undangan negara kita.kalau perlu ke Mabes Polri sekalian.biar berita ini menjadi skala nasional.
@ masyarakat, 05 Maret 2013 | 09:47:53 WIB Keluarga Pak Pendriyon suka mengadu domba masyarakat, separti adik-adiknya (Sulas & Leni) yang selalu memfitnah dan menggunjing cerita-cerita murahan. Ini sangat memalukan sekali, Sulas & Leni suka bergunjing dan menghina keluarga orang. Padahal Sulas suka bepergian dengan lelaki dan menjadi bahan tertawaan masyarakat jake yang sudah menjadi rahasia umum, ini terbukti Sulas berduan dengan mantan ketua pemuda dan nampak oleh keluarga Sulas sendiri. Begitulah pekerjaan Sulas yg suka meneror rumah tangga orang, semoga Allah SWT memberikan hukuman yg setimpal kepada keluarga Pendriyon dan mendapat karma dari kasus ini semua.
@ Tokoh adat, 05 Maret 2013 | 16:24:27 WIB Kami berharap kepada seluruh masyarakat Jake untuk menbuka kasus penjualan tanah wilayat desa yang dilakukan oleh mantan ninik mamak suku melayu, karena ini merupakan penghianatan terhadap cucu kemenakan dan seluruh masyarakat Jake.
@ wartawan, 07 Maret 2013 | 11:55:06 WIB Kasus Penamparan yg dilakukan tersangka Kepsek SDN 015 Jake Pendriyon terhadap korban Jefri sudah meningkat dari Penyidikan ke Penyelidikan, ini keseriusan Polres Kuansing untuk mengungkap kasus penamparan yg sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Dalam waktuk dekat kasus penamparan ini sudah bisa dilimpahkan ke Pengadilan, masyarakat Jake bisa melihat persidangan kasus kekerasan yg dilakukan Tersangka Pendriyon terhadap korban Jefri.
@ @alumni sd 015 2011, 07 April 2013 | 15:41:24 WIB Sbg alumni , pak pendriyon org Ϟƴª baiik kok. Suka bcanda , tpi juga suka mukul . Dia pemarah . Jdi skrg , sbar aja deh pak . 5 tahun doang
@ pengamat pendidikan, 16 Mei 2013 | 09:01:03 WIB Mengadapi sidang dgn murit nya sendiri yg msih anak2 pendrion harus bayar massa 50 orang, terlaluuu
@ Tokoh Pendidik Kuansing, 18 Mei 2013 | 01:18:45 WIB Baru pertama di Kab.Kuansing kasus kekerasan terhadap murit dibawah umur masuk kepersidangan, kasus ini menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap Hak Azazi Manusia (Anak dibawah umur) betul2 ditegakkan di Kab.Kuansing. Kami benghimbau kepada saudara Pendriyon agar tidak memprovokasi guru-guru SD di Kab.Kuansing, Karena tindakan saudara Pendriyon ini akan menncederai moral Guru SD di Kab.Kuansing. Ini adalah kasus pribadi anda, berpijaklah dikaki sendiri..!!
@ Warga Taluk, 18 Mei 2013 | 01:35:42 WIB Ternyata Pendriyon itu memang kurang ajar, suka melakukan pemukulan terhadap murit. Apalagi keponakannya bernama Ririn, cara bicaranya jelas seprti anak jalanan yg tidak punya moral, mungkin Ririn ini tidak pernah di didik oleh orang tua dan pamannya.
@ guru sd, 18 Mei 2013 | 01:50:13 WIB Kepsek Pendriyon hadapi muritnya sendiri di persidangan, sangat ceroboh dan memalukan sekali. Kami menghimbau, supaya kepsek di Indonesia tidak mengikuti jejak Kepsek Pendriyon. CONTOH KEPSEK BODOH...!!!
@ comen , 21 Mei 2013 | 12:39:11 WIB Hari ini Pendriyon sidang lagi, bawa massa berapa yaa..??
Jangan-jangan Pendriyon bawa meriam n boom......iiiiiiiii atuuuut....
Sidang dengan ipin upik kok pake massa segala.
Sungguh...terrrr...laaaa...luuuuu.....
@ @ paja tongka, 17 Juni 2013 | 00:19:24 WIB makan tu hukum yg berjalan PENDRIYON
jngn krna bpk kepsek bsa berkuasa
ingat saja, diatas langit masi ada langit
@ @ paja tongka tadi, 17 Juni 2013 | 00:25:11 WIB LOMAK EN
DIHUNTAL DEK KO
HAHAHAHAHAHAHA