www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Kronologi Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Sempat Diminta Buka Jaket
 
110 Perkara Diterima LBH Pekanbaru, Mulai Penipuan Pinjol hingga Pencemaran Sungai Siak
Rabu, 09/10/2019 - 13:38:50 WIB

PEKANBARU - Kepala Operasional Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru Andi Wijaya, SH mengatakan dari awal tahun 2019 data base yang masuk ke LBH sekitar 110 perkara aduan dari masyarakat Riau.

Andi mengatakan, dari aduan masyarakat tersebut yang lebih dominan adalah kasus buruh yang di-PHK, dan hak-haknya yang tidak diberikan oleh perusahaan.

"Dari kasus pidana biasa dan perdata, perkara yang banyak ditangani saat ini merupakan kasus buruh di-PHK yang tidak diberikan haknya," kata Andi kepada awak media di Balai Lembaga Adat Melayu Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Rabu (9/10/2019) siang.

Andi menyebut, selain kasus buruh juga ada kasus penipuan pinjaman Online. "Kami dapat laporan dari masyarakat yang terkena tipu dengan pinjaman online (Pinjol). Kami membentuk posko pengaduan pinjaman online. Sekarang masih berjalan dan akan dirilis akhir tahun ini," sebutnya.

Lantas, Andi mempertanyakan dimana peran pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di saat ada penipuan berbasis pinjaman online dan apa penegakan hukum dari OJK.

"OJK harusnya cepat mengambil tindakan. Karena sudah banyak pemerasan dari aduan yang kami peroleh. Yang jadi masalah penipu itu bisa tahu data informasi pribadi si peminjam," sebut Andi.

Andi juga menyampaikan, LBH Pekanbaru saat ini juga membuka posko pengaduan pencemaran Sungai Siak. Karena Sungai Siak saat ini menjadi sungai terparah kedua setelah Sentarum.

Selain digunakan masyarakat pesisir dan PDAM untuk air bersih, kualitas air Sungai Siak sudah tidak baik untuk dipergunakan.

"Dari data Puskesmas setempat masyarakat banyak terserang penyakit kulit (gatal-gatal) karena tercemarnya Sungai Siak itu akibat limbah dari pabrik industri. Itu sangat berbahaya," tuturnya.

Andi menyebutkan, dari hasil aduan masyarakat ini, nantinya akan direview dan diberikan ke Gubernur Riau (Gubri). Bila tidak cepat ditanggulangi, pencemaran air Sungai Siak akan meluas.

"Dan kalau dibiarkan, jumlah masyarakat pesisir yang terserang penyakit gatal-gatal akan terus bertambah," tutupnya.

Penulis : Rivo Wijaya
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kronologi Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Sempat Diminta Buka Jaket
  • Bincang Wakapolda Riau-Kak Seto; Serius Cegah Bullying pada Anak
  • Usai Bom Bunuh Diri, Pemerintah Investor Minta Tak Perlu Takut
  • Telkomsel Akselerasikan Kebahagiaan Pelanggan Melalui “Telkomsel Siaga Sebar Hepi 2019”
  • Rakyat Miskin Tapi Rajanya Malah Belikan Mobil Mewah untuk 14 Istri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved