www.halloriau.com  
Hukrim
BREAKING NEWS :
Pimpin Apel, Kapten Arm Alza Septandi Semangati Satgas TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR
 
Terkait Jaringan Mak Comblang Pengantin, Polisi Tangakap 8 Warga Negara China
Senin, 24/06/2019 - 22:12:32 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Terkait Jaringan Mak Comblang Pengantin, Polisi Tangakap 8 Warga Negara China
  •  

    KALBAR - Polisi menangkap AMW (54), pria yang merupakan mak comblang pengantin pesanan WN China di Kalimantan Barat pada Rabu, 12 Juni 2019. Penangkapan ini dilakukan berdasarkan laporkan masyarakat bahwa adanya praktik perdagangan manusia dengan modus akan dinikahkan dengan orang kaya China. 

    AMW pun sudah ditetapkan tersangka dengan pasal tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Saat ini, ditahan di Polda Kalimantan Barat.

    "AMW sebagai mak comblang. Yang bersangkutan dijerat pasal TPPO," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo kepada VIVA, Senin, (24/6/2019).

    Selain AMW, polisi juga mengamankan delapan warga negara China. Satu orang berperan sebagai wali nikah dan tujuh lainnya berperan sebagai yang menikah.

    "WNA sejumlah 8 orang sudah diperiksa semuanya kemudian diserahkan ke Imigrasi untuk diproses lebih lanjut. Pemeriksaan saksi ahli, permohonan pendampingan ahli bahasa, tambahan pemeriksaan saksi-saksi," katanya.

    Polisi juga telah memeriksa satu orang warga negara Indonesia yang diduga menjadi korban jaringan mak comblang berinisial AS (23).

    Adapun barang bukti yang diamankan yakni enam buah handphone, surat perjanjian pernikahan, kuitansi, buku rekening, paspor, uang tunai dan satu dus berisi map beserta kartu keluarga, akte lahir, dan identitas korban beserta calon pengantin laki-laki.

    Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menggelar konferensi pers terkait adanya praktek TPPO 29 perempuan WNI yang dijadikan pengantin pesanan di China. Data tersebut diperoleh berdasarkan pengaduan korban sepanjang 2016-2019. 

    "Sebanyak 13 perempuan asal Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dan 16 orang perempuan asal Jawa Barat," ujar Sekjen SBMI, Bobi Anwar Maarif, di Kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Juni 2019.

    Bobi menduga pengantin pesanan merupakan modus dari Tindak Pidana Perdagangan Orang. Sebab, ada proses yang mengarah ke perdagangan yang terencana.

    Bobi menyebut korban dijanjikan akan menikah dengan orang kaya asal China dan iming-iming dijamin seluruh kebutuhan hidup korban dan keluarganya. Namun, sesampai di China, korban malah dipekerjakan dengan durasi waktu yang lama. (*)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Pimpin Apel, Kapten Arm Alza Septandi Semangati Satgas TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR
  • Pagi Ini Riau Terpantau 8 Hotspot, Pekanbaru Berpotensi Hujan Malam Nanti
  • Buruan Dapatkan Special Trade In Nissan di Mal Ska
  • Dua Pasangan Tak Resmi Terciduk Tanpa Busana saat Ngamar, Polda Riau Pertanyakan Izin SCH
  • 2.311 Guru MDTA di Kuansing Minta Bupati Kembalikan Honor Seperti Semula
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Ekspos Narkoba Polda Riau
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved