www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Keberhasilan Dinas PUPR, pada 2019 DAK Infrastruktur Kuansing Naik Lebih 100 Persen
 
Tukang Cuci Motor Nyambi Kurir Sabu 5 Kg Terancam Hukuman Mati Atau 20 Tahun Penjara
Selasa, 17/04/2018 - 19:08:30 WIB
Pelaku kurir narkoba, inisial EA (30), terancam hukuman mati atau hukuman 20 tahun penjara.
Pelaku kurir narkoba, inisial EA (30), terancam hukuman mati atau hukuman 20 tahun penjara.
TERKAIT:

PEKANBARU - Kurir sabu yang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Sabtu (14/4/2018) lalu, ternyata seorang pekerja Doorsmeer (cuci motor) di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. 

Alih-alih untung besar dari mengantar sabu, pelaku inisial EA (30) ini malah terancam hukuman mati atau hukuman 20 tahun penjara. 

"Upah yang diterima pelaku kurir ini sebesar Rp6 juta, namun ia mengakui baru setengah mendapatkan dari bandar," ungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Hariono kepada halloriau.com, Selasa (17/4/2018). 

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah polisi mendapatkan laporan adanya pengiriman narkoba dari Dumai ke Pekanbaru menggunakan jasa transportasi darat. Tanpa menunggu lama, petugas bergerak cepat menangkapnya.

Pelaku yang tanpa perlawanan berarti diamankan polisi dengan barang bukti kurang lebih 5 kilogram sabu yang terbungkus lakban dalam mobil Honda Freed warna putih saat makan di rumah makan soto nasi Surabaya KM 18, Lintas Duri-Dumai. 

"Ia mengakui barang tersebut akan diserahkan ke seseorang yang ada di Pekanbaru. Namun siapa orangnya, tidak diketahui pasti," sambung Hariono. 

Sementara itu, dirinya masih akan mencari tahu sapa pelaku orang yang menyerahkan sabu itu ke pelaku dan si penerimanya  di Pekanbaru.

"Pelaku dan penerima barang ini di Pekanbaru, sama-sama belum mengenal atau bertemu. Itu pengakuannya, kita hanya upayakan lagi ungkap tabir di balik jaringan narkoba yang masuk ke Riau dan wilayah sekitarnya," terang Hariono. 

Pengakuan pelaku, upah yang diterimanya dari mengantar sabu sebesar Rp6 juta dari tangan diduga bandar narkoba. Sesuai perjanjian, uang tidak seluruhnya diberika, melainkan hanya setengah. 

"Baru Rp3 juta yang diterima pelaku sesuai kesepakatan bersama. Sampai di tujuan dengan selamat, sisanya baru diberikan lagi. Untuk rencana barang diantar, pelaku meletakkan di suatu tempat yang aman lalu si penerima menjemputnya. Jadi itu sistem antar barang mereka," tutur Hariono. 

Sebelumnya, pelaku berhasil menjadi tukang pikul (kurir) narkoba dari Dumai ke Pekanbaru tanpa diketahui polisi dengan menerima upah Rp500 ribu sekali pengiriman. Tentunya barang haram ini jauh lebih dikit dibanding kali ini. 

"Dulunya pernah melakukan hal yang sama tapi upahnya hanya Rp500 ribu dengan barang bukti lebih sedikit dibanding hari ini, hitungan ons sabu," pungkas Hariono. 

Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman mati atau maksimum 20 tahun penjara. 

Penulis: Helmi
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Keberhasilan Dinas PUPR, pada 2019 DAK Infrastruktur Kuansing Naik Lebih 100 Persen
  • Hamil 6 Bulan, Ibu di Tembilahan Pasrah Putrinya Dinikahi Bapak Tiri
  • Anggaran untuk Akreditasi RSD Madani Pekanbaru Masih Minim
  • BPBD: Dapur Produksi Pengolahan Inti Sawit PT SDS Terbakar
  • Dalam Minggu Ini, TPG di Kuansing Disalurkan secara Bertahap
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Pemusnahan Barang Bukti Narkoba
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved