www.halloriau.com  
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Jadi Raksasa, TikTok Buka Kantor di Silicon Valley dan 'Bajak' Karyawan Facebook
 
Tepis Ninoy Karundeng Disekap, Pengurus Masjid: Kami Selamatkan Dia dari Amukan Massa
Kamis, 10/10/2019 - 06:39:51 WIB

JAKARTA - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah menepis pernyataan Ninoy Karundeng yang menyatakan kalau ia disekap di masjid itu.

Adapun Ninoy diketahui adalah pegiat media sosial yang dikenal sebagai relawan Joko Widodo saat Pilpres 2019.

Iskandar, salah satu anggota DKM Al-Falah Pejompongan mengatakan, Masjid Al-Falah digunakan sebagai posko kesehatan dan perlindungan saat demo.

"Kalau dia katakan jadi tempat penyekapan itu ya hak dia (Ninoy Karundeng) saya tidak ikut campur. Menurut yang saya tahu dan saya lihat itu tidak ada penyekapan. Masjid ini hanya diperuntukan untuk menolong dan membantu korban (pendemo yang berlindung dari gas air mata) selain itu tidak ada," ujar Iskandar saat ditemui di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019) dikutip dari Kompas.

Ia mengatakan, ada sekitar 30 orang pedemo yang ada di dalam Masjid Al-Falah bersama Ninoy.

"Jadi semua pedemo yang sakit dan hampir pingsan semua dibawa masuk (ke masjid) dan pintu terbuka tidak ditutup. Di dalam sini juga ada sekitar 30 orang. Bahkan mereka juga bisa bolak-balik keluar masjid, jadi tidak ada itu disekap,” kata Iskandar.

Iskandar mengatakan, Ninoy kala itu dibawa ke dalam masjid lantaran warga berbelas kasihan menolong Ninoy dari amukan massa.

"Kami pengurus DKM hanya membantu menyelamatkan dari amukan massa. Kita bantu alasan kemanusiaan," kata dia.

"Kita masukan di sini semua. Kita berikan pertolongan pertama di sini. Tidak ada penyekapan dokter ada di dalam, paramedis di dalam, korban sebagian di dalam, termasuk si Ninoy," tambah dia.

Sebelumnya, polisi melakukan penyidikan kasus penculikan dan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng.

Ninoy sendiri diketahui sebagai pegiat media sosial yang juga dikenal sebagai relawan Joko Widodo saat Pilpres 2019.

Dalam kasus ini, polisi telah menahan sebanyak 12 tersangka di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Tersangka yang ditahan yakni, AA, ARS, YY, RF, Baros, S, SU, ABK, IA, R, Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212,  Bernard Abdul Jabbar, dan Ferry.

Sementara itu, satu tersangka lainnya, yakni TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan.

Adapun Bernard ditahan karena disebut berada di lokasi penganiayaan Ninoy dan turut mengintimidasi Ninoy.

"Dia ada di lokasi (penganiayaan Ninoy) ikut mengintimidasi dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Jadi Raksasa, TikTok Buka Kantor di Silicon Valley dan 'Bajak' Karyawan Facebook
  • Red Ice, Jenis Sabu Baru Kwalitas Wahid yang Ditangkap Aparat di Riau
  • PTUN segera Eksekusi Putusan KI Riau Terkait Izin Reklame di Pekanbaru
  • Aturan Blokir Ponsel Black Market Pakai IMEI Diresmikan Hari Ini
  • BMKG Prediksi Hari Ini Hujan Kembali Guyur Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Studi Jurnalistik to Vietnam PWI Riau
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved