www.halloriau.com  
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Yamaha Ikut Meriahkan Ethnic Citizen Mahoni on Campus, Ada Promo Oktoberiah
 
Kagetkan Penghuni, 4 Ekor Ular dalam Karung Dilempar ke Asrama Papua di Surabaya
Senin, 09/09/2019 - 14:39:46 WIB
Karung berisi ular yang dilemparkan ke Asrama Papua di Surabaya. Foto: Detik
Karung berisi ular yang dilemparkan ke Asrama Papua di Surabaya. Foto: Detik
TERKAIT:

SURABAYA - Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Tambaksari dilempar karung berisi ular. Kejadian itu mengagetkan penghuni asrama.

"Kejadiannya tadi subuh, sekitar pukul 04.19 WIB. Empat orang berpakaian biasa dengan menggunakan motor matic. Waktu di depan pintu, motor dimatikan langsung dilempar karung isi ular," kata salah satu mahasiswa, Yoab Orlando, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (9/9/2019) dikutip dari Detik.

Yoab mengatakan ular tersebut ditaruh di dalam karung beras berwarna putih. Tak hanya satu ular, namun ada tiga ular lain yang diduga dilemparkan.

"Yang ular piton ditaruh di karung beras ukuran 15 kg. Dan tiga ekor ular kecil lainnya ditaruh satu karung kain. Jadi langsung dilempar bersamaan. Ularnya ada empat," kata Yoab.

Yoab menjelaskan saat itu para mahasiswa ada yang sedang istirahat dan ada juga yang masih nongkrong di halaman. Saat dilempar karung isi ular, para mahasiswa kaget.

"Jadi waktu itu masih subuh. Yang lain ada yang tidur, yang lain, nongkrong-nongkrong main kartu pada kaget langsung keluar," jelas Yoab.

Yoab menambahkan ular yang lainnya lepas di selokan parkiran motor. Namun satu ular yang berukuran besar dapat diamankan.

"Yang tiga terlepas di selokan. Kemudian yang besar kayak jenis ular piton yang ditaruh di karung ukuran 15 kg berhasil kami amankan," lanjut Yoab.

Yoab menerangkan peneror alias pelepar ular tersebut tidak langsung kabur. Namun mereka masih mengawasi dari perempatan Jalan Pacar Keling. Mereka juga membawa teropong untuk mengawasi mahasiswa Papua yang keluar.

"Waktu kita keluar rame-rame. Pelaku menghindar tak jauh dari lokasi. Kan di situ ada perempatan, mereka berhenti di rumah sakit. Mereka pantau situasi lagi. Terus mereka pakai teropong. Kemudian teman-teman kejar, mereka panik dan teropongnya ditinggal dan kami amankan," kata Yoab.

Selain kejadian ini, Yoab mengaku ada kejadian teror lain yakni pada 27 Agustus lalu. Ketika mereka membentangkan banner pertuliskan referendum. Saat itu mereka dilempar dengan cat warna merah.

"Kemudian satu hari lagi, banner itu dipotong terus dibawa lari bannernya," ujar Yoab.

Atas kejadian tersebut, Yoab mengaku masih belum melaporkan kejadian ini ke polisi.

"Untuk sementara belum," tandas Yoab. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Yamaha Ikut Meriahkan Ethnic Citizen Mahoni on Campus, Ada Promo Oktoberiah
  • Wiranto Dikawal 2 Dokter saat Perpisahan dengan Bawahan di Kemenko Polhukam
  • Kapolda Riau Tegaskan Pemberantasan Narkoba Sulit Jika Oknum Polisi Ikut Terlibat
  • Masuk 5 Besar Peredaran Narkoba di Indonesia, Gubri Berharap Riau segera Terbebas
  • Gubernur Riau Tertarik Inovasi Dashboard Lancang Kuning Tangani Karhutla
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Studi Jurnalistik to Vietnam PWI Riau
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved