www.halloriau.com  
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
PWI Riau Terima Anggota Baru, 10 Peserta Terbaik Gratis UKW
 
Terkait Sedekah Laut di Bantul Dibubarkan, PBNU Ungkap Indonesia Bukan Negara Agama
Minggu, 14/10/2018 - 06:30:40 WIB
Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini. Foto: Detik
Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini. Foto: Detik
TERKAIT:

YOGYAKARTS - Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini angkat bicara mengenai peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Menurut Helmy, aksi itu tergolong main hakim sendiri.

"Masyarakat tidak boleh main hakim sendiri, Indonesia itu bukan negara agama, tapi negara yang beragama. Kalau ada tudingan kegiatan itu dianggap musyrik, lha orang-orang yang bukan beragama Islam bisa dianggap musyrik semua, dan bisa dibenarkan dong untuk melakukan pelarangan peribatan dan seterusnya," kata Helmy, di sela menghadiri acara Milad ke-6 Ponpes Ora Aji di Sleman, Sabtu (13/10/2018) malam, seperti yang dilansir detik.com.

Helmy mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati ragam budaya bangsa Indonesia yang majemuk. Menurutnya, banyaknya kebudayaan lokal di Indonesia merupakan khazanah kekayaan bangsa. 

 "Soal keyakinan agama masing-masing bagaimana kita menguatkan di masing-masing, tapi tidak boleh melakukan perusakan pelarangan. Kita negara hukum, sudah ada rambu undang-undang," ujarnya. 

Helmy pun menyesalkan adanya peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut tersebut. "Soal apakah aksi pembubaran itu melanggar hukum, kita serahkan ke polisi. Yang jelas kita menyesalkan tindakan itu, karena nanti akan ada banyak acara-acara budaya lainnya dianggap sebagai (musyrik), klaim kebenaran milik siapa," sebutnya.

"Kita mendukung aparat keamanan (untuk menyelidiki peristiwa pembubaran persiapan sedekah laut). Saya mengajak kita harus hormati budaya lokal, soal pendapat (musyrik), ya itu pendapat masing-masing," lanjutnya. 

Helmy juga menyinggung aksi penolakan tradisi adat yang mencuat pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Musibah yang terjadi di Sulteng itu kehendak Allah, mari kita semua instropeksi, dalam agama kita tidak boleh berprasangka buruk kepada Allah. Dan bagi kami gempa Sulteng ujian bagi korban, semoga sabar, tabah, dan yang meninggal husnul khotimah," ujarnya. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • PWI Riau Terima Anggota Baru, 10 Peserta Terbaik Gratis UKW
  • Bank Mandiri: Kami Pastikan Rekening Nasabah Aman
  • Puluhan Truk Material Datang untuk Pembangunan Jalan Desa Balung
  • Bank Mendiri Sebut Perubahan Saldo Nasabah Bukan Disebabkan Penipuan
  • Respon Wiranto, FPI Sebut Habib Rizieq Tak Ada Masalah Hukum di Saudi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Ngobrol Pintar Perdana PWI Riau dan KLHK
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved