Ekonomi
BREAKING NEWS :
Nur Asmi Kalahkan Polda Riau di Praperadilan
 
Ratusan Hektar Lahan Sawit Dirusak Kumbang Badak
Jumat, 05/04/2013 - 17:37:38 WIB

TERKAIT:
 
  • Kharisma Fashion, Pilih Style Mu Disini
  • Polytron Luncurkan Mesin Cuci Idaman Ibu Masa Kini
  • Burhanuddin Kaget Dapat Rumah dari Blue Bird
  •  

    BAGANSIAPIAPI - Hama Wawung atau yang lebih dikenal dengan Kubang Badak, membuat para petani sawit di Rokan Hilir panik. Untuk membasmi hama satu ini, Dinas Perkebunan Rohil terpaksa harus turun tangan dengan menyiapkan obat khusus.
     
    Menurut Kepala Dinas Perkebunan Rokan Hilir, Muktar Lutvie, bantuan racun hama yang dimiliki dinasnya saat ini tidak mencukupi, sehingga terpaksa harus mendatangkannya dari Medan.

    "Sudah ada dibantu untuk petani sawit di Kepenghuluan Jumrah, bahkan dibantu dari Disbun Riau. Tetapi, memang obat pembasmi hama wawung berbeda, dan sedang kita pesan dari Medan, Sumatera Utara," kata Muktar Lutvie menanggapi keluhan petani perkebunan lokal atas terjadinya serangan wawung, Jumat (5/4/2013).

    Untuk mengusir hama ini, para petani di daerah itu, terpaksa membuat jaring untuk menangkap hama kumbang tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap menerima keluhan yang disampaikan petani sawit khususnya. Sebab, dibeberapa lokasi areal perkebunan sawit jenis hama yang didapati berbeda dan bukan tergolong jenis kumbang.

    "Kemarin tim sudah turun kelokasi melakukan pengecekan, memang jenis hama yang menyerang tanaman sawit di Kepenghuluan Jumrah berbeda. Dan persoalan ini tetap ditanggapi secara serius," sebutnya.

    Sebelumnya para petani sawit di Kepenghuluan Jumrah mengeluhkan sebanyak 500 hektar lebih perkebunan sawit milik mereka terancam mati terserang hama wawung dalam membasmi tanaman perkebunan kerab mengerat umbut kelapa. Akibatnya, penghasilan masyarakat disktor perkebunan sawit jauh menurun.

    "Jika ditotal keseluruhan lahan milik masyarakat yang terserang hama wawung lebih 500 hektar. Sejauh ini belum ada solusi, sebab perkembangbiakan hama ini tidak diketahui, sehingga sulit ditanggulangi. Kondisi ini sudah berlangsung setahun lebih," ungkap salah seorang Petani Sawit Sukardi, kemarin.

    Ia menerangkan, hama ini menyerang tunas muda kelapa sawit, akibatnya sawit menjadi layu dan kering. Lama kelamaan sawit akan mati dengan sendiri dan batangnya membusuk. Masyarakat sendiri sudah berupaya berkordinasi dengan dinas perkebunan, tetapi belum membuahkan hasil."Kemarin salah seorang perwakilan mencoba konsultasi dengan disbun, dan belum ada upaya penanganan. Katanya ada bantuan obat pemberantas hama wawung tetapi belum ada didapat, jadi warga hanya menunggu," terangnya.

    Selain pohon sawit terancam mati, hasil produksi buah jauh menurun, jika normal dalam sehektar produksi sawit bisa mencapai 1 ton lebih. Tetapi dengan kondisi ini hanya 50 kilogram."Ada warga yang punya lahan 8 hektar dengan hasil normal 10 ton lebih hanya bisa panen 300 kilogram. Dan ini tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan setiap bulanya, seperti pemupukan, perawatan dan dodos sawit," jelasnya. (Naj)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0813 6503 1931 atau
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Nur Asmi Kalahkan Polda Riau di Praperadilan
  • Diskoperindag Rohul Bakal Gelar Sidak Pasar
  • Waspada Sungai Kuantan Meluap !!!
  • Disperindag Bakal Surati Pertamina Soal Kelangkaan Elpiji
  • Pelamar CPNS Dumai Diingatkan Tak Percaya Calo
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Penyerahkan SPK Pembelian 11 Unit Toyota Dyna
     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
    Other : Iklan Baris Flag Counter
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2014 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved