www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Ini Tips Antisipasi Website Down saat Daftar CPNS di Situs sscn.bkn.go.id
 
Siap-siap, Pemda yang Sengaja Endapkan APBD di Bank Akan Dihukum
Sabtu, 09/11/2019 - 06:03:16 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Siap-siap, Pemda yang Sengaja Endapkan APBD di Bank Akan Dihukum
  • Pemda Diminta Dukung Pasar Rakyat
  • Dukungan Pemda Penting Bagi Industri Sawit
  •  

    JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengaku siap memberi hukuman kepada pemerintah daerah (pemda) yang dengan sengaja mengendapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di bank.

    "Kalau tidak ada proyek pasti disimpan, itu kan menjadi sisa. Kalau jadi sisa anggaran pasti anggaran ke depan dapat penalti," ucap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (8/11/2019) dikutip dari CNNIndonesia.

    Artinya, ada potensi pengurangan anggaran yang akan diberikan oleh pemerintah pusat ke daerah dalam waktu ke depan. Namun demikian, ia tak menjelaskan lebih rinci potensi hukuman yang diberikan bagi pemda.

    Kendati begitu, ia menyatakan masing-masing pemda akan mengeluarkan dana APBD sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut. Tiap daerah sudah memiliki jadwalnya sendiri untuk berbelanja.

    "Nah, biasanya pada saat program selesai tender, dana itu harus dibelanjakan. Nanti dihitung pada akhir tahun berapa yang diserap, kalau tidak, jadi sisa anggaran," paparnya.

    Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan ada pemda yang menyimpan APBD hingga Rp2 triliun di bank. Menurutnya, hal itu terjadi karena beberapa pemda merasa lebih aman menyimpan uang APBD di bank daripada menggunakannya untuk kegiatan ekonomi di daerahnya atau masyarakat.

    "Informasi dari Menteri Keuangan lebih kurang dari Rp2 triliun itu disimpan di bank, jadi bukan untuk kegiatan yang menyentuh langsung ke masyarakat, ke rakyat," kata Tito

    Fenomena ini, tambah Tito, terjadi lantaran sejumlah pemda merasa takut untuk melakukan penyerapan anggaran atau membuat kegiatan untuk kepentingan yang menggunakan APBD. Akibatnya, penyerapan APBD sejumlah daerah berada di bawah 60 persen.

    "Rasa ketakutan dari kepala daerah akhirnya tidak mampu, tidak berani mengeksekusi karena takut dengan pihak (keamanan). Akhirnya, mohon maaf kami melihat sejumlah penyerapan anggaran di daerah banyak yang hanya 60 persen, bahkan ada yang kurang," pungkasnya. (*)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Ini Tips Antisipasi Website Down saat Daftar CPNS di Situs sscn.bkn.go.id
  • Touring Avanza Riau Community ke Sumbar, Avanza Terbukti Irit dan Bandel
  • Institut Pendidikan Guru Johor Rencanakan Seminar Kebangsaan dengan UIR
  • Penjaringan Balon Bupati dan Cabup Rohul Dibuka di DPD PAN, Bupati Sukiman Ambil Formulir
  • Kasus Bullying Siswa SMP Negeri Pekanbaru, Polisi Periksa 5 Saksi, Termasuk Guru dan Kepsek
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Press Conference Asuransi Astra
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved