www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Musim Hujan, Masyarakat Inhu Diimbau Waspada Banjir
 
Nasabah Bumiputera Meranti Keluhkan Uang Penebusan Belum Dibayar
Senin, 04/11/2019 - 17:59:02 WIB

SELATPANJANG - Sejumlah nasabah asuransi Bumiputera di Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah menyatakan diri berhenti mulai mengeluh. Pasalnya, sudah dua tahun uang penebusan yang mereka ajukan, belum juga dibayarkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang asuransi pendidikan tersebut.

Seperti yang dialami Sari Dewi SPd, guru SMA Negeri 2 Tebingtinggi, Kepulauan Meranti. Setelah berhenti, katanya uang yang ditanamkan di Bumiputera belum juga dibayarkan. Padahal, segala persyaratan termasuk surat pernyataan sudah diajukan.

"Sudah masuk dua tahun, uang penebusan yang saya ajukan belum juga cair. Bahkan, saya juga sudah disuruh membuat surat pernyataan tentang pentingnya uang tersebut. Tapi, sampai sekarang belum juga ada kepastiannya," kata Sari Dewi.

Ibu tiga anak ini juga mengaku khawatir. Pasalnya, persoalan sama juga dialami sejumlah nasabah lain yang telah resmi berhenti. Termasuk beberapa orang rekan di tempatnya mengajar.

"Setiap bertanya tentang kepastian cairnya uang tersebut, kita selalu diminta untuk bersabar. Tapi, tak ada kepastian sampai kapan kita harus menunggu," sebut wanita berhijab tersebut.

Kekhawatiran guru SMA ini bukan tanpa alasan. Selain belum ada kepastian kapan uang penebusan dibayarkan, dia juga mendengar bahwa saat ini ada beberapa orang agen Bumiputera di Selatpanjang yang telah berhenti.

Persoalan sama juga diceritakan Fahmi yang membantu calon mertuanya, Agustian mengurus uang penebusan tersebut ke Bumiputera. Dia mengaku bahwa pihak Bumiputera yang didatanginya tidak bisa berbuat banyak ketika ditanya tentang hal itu.

Untuk mendapatkan kepastian tentang pembayaran uang penebusan tersebut dirinya malah diminta menghubungi Kantor Cabang Bumiputera Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau yang membawahi Kantor Unit Bumiputera Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau.

"Ketika persoalan itu saya tanyakan ke Kantor Unit Bumiputera Selatpanjang, mereka malah meminta saya menghubungi Pak Firman, Bagian Keuangan Kantor Cabang Bumi Putra di Tanjung Balai. Sampai saat ini saya terus koordinasi beliau. Dan, Pak Firman berjanji Selasa besok. Kalau tidak cair juga, jangan salahkan kami kalau harus menempuh jalur hukum," kata Fahmi.

Kepala Kantor Unit Bumiputera Selatpanjang Supriani yang dikonfirmasi tentang hal itu mengatakan, uang nasabah tersebut tetap akan dibayar walaupun agak terlambat. Selain terjadi antrean pembayaran di kantor pusat, saat ini juga sedang terjadi perubahan sistem pembayaran. Jika sebelumnya pembayaran dilakukan dengan sistem uang kas, sejak tahun 2017 pembayaran dilakukan dengan sistem transfer rekening.

Ketika ditanya lebih jauh tentang kondisi Asuransi Bumiputera, termasuk kepastian pembayarannya, Supriani juga bisa menjelaskan. Wanita berhijab itu menganjurkan wartawan untuk menghubungi Kantor Wilayah Bumiputera di Pekanbaru atau Kantor Cabang Bumi Putera Tanjungbalai Karimun, Kepri.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Cabang Bumiputera Tanjungbalai Karimun melalui Bagian Keuangan Firman yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (4/11/2019). Menurutnya, persoalan itu terjadi karena kondisi keuangan perusahaan saat ini. Pihak manajemen, katanya, terus berupaya memperbaikinya. Namun, Firman membantah jika Asuransi Bumiputera sedang bangkrut.

Menurut Firman, untuk mengatasi persoalan tersebut pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan perusahaan lain (investor).

"Bahkan, saat ini kita sedang pendekatan dengan pemerintah, melalui menteri keuangan. Dan, sangat disayangkan juga kondisi Bumiputera seperti ini. Apalagi Bumiputera merupakan asuransi pertama di Indonesia yang telah berusia 100 tahun lebih. Persoalan ini tentunya berpengaruh pada asuransi lain. Dengan kejadian seperti ini, maka tingkat kepercayaan masyarakat akan berkurang," sebut Firman.

Dia juga bisa memaklumi kekesalan nasabah. Meski tidak bisa memastikan kapan akan dibayarkan, Firman menyakini bahwa uang nasabah tetap akan dibayarkan. Pihaknya bahkan terus berkoordinasi dengan kantor pusat, karena untuk keuangan saat ini semuanya oleh kantor pusat.

Penulis: Ali Imroen
Editor : Yusni Fatimah






Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Musim Hujan, Masyarakat Inhu Diimbau Waspada Banjir
  • 10.376 Orang Terjangkit HIV di Riau Belum Terdeteksi
  • Kakek 72 Tahun Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Kabur saat Kepergok
  • Dari Target Rp780 Miliar, Realisasi PAD Kota Pekanbaru Ro570 Miliar
  • Waduh, Hanya karena Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wajah Wanita Ini Ditembak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Sapa Pelanggan Telkomsel di GraPARI Mal Ska Pekanbaru
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved