www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Viral Bahaya Injak Kecoa Bikin Cacing Masuk ke Kulit, Ini Faktanya
 
Tarif Cukai Naik, Siap-siap Tenaga Kerja Industri Rokok Terancam Kena PHK
Sabtu, 26/10/2019 - 09:22:40 WIB

JAKARTA - Tarif cukai rokok akan naik mulai Januari 2020. Hal ini seiring keluarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 152 tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau.

Dikutip Detik, kenaikan tarif cukai akan membuat harga rokok melonjak, imbasnya industri rokok yang akan terganggu kinerjanya. Industri rokok akan dihadapkan dengan potensi berkurangnya penjualan rokok di tingkat konsumen karena harganya mahal.

Dengan terganggunya kinerja industri rokok, alhasil 7.400 tenaga kerja pabrik rokok pun terancam di-PHK. Kok bisa?

1. Industri Rokok Terganggu

Menurut Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo industri rokok akan dihadapkan dengan potensi berkurangnya penjualan di tingkat konsumen karena harganya mahal. Ujungnya, dia memprediksi di sekitar 3 atau 6 bulan pertama tahun 2020 industri akan memangkas jumlah produksinya.

"Volume penjualan jelas pasti turun karena itu naiknya tinggi sekali cukainya. Ujungnya yang paling nyata kalau volume penjualan turun pasti dia akan menurunkan produksi juga, ini memang belum sekarang tapi di kuartal I atau II nanti kelihatan," ungkap Budidoyo kepada detikcom, Jumat (25/10/2019).

Akhirnya, untuk menghindari kerugian, perusahaan akan melakukan efisiensi. Salah satu yang bisa dilakukan adalah memangkas tenaga kerjanya, khususnya untuk industri rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang cukup banyak memperkerjakan orang.

"Pasti karyawan yang kena, karena perusahaan akan lakukan efisiensi. Apalagi industri rokok yang SKT, itu dia butuh orang banyak untuk linting rokoknya pakai tangan," kata Budidoyo.

2. 7.400 Buruh Pabrik Rokok Terancam Nganggur

Budidoyo mengatakan tenaga kerja bakal banyak terpangkas pada industri rokok SKT. Menurut Budidoyo, seiring dengan penurunan produksi buruh pabrik rokok bakal dipangkas juga.

Dia mengatakan setiap penurunan produksi sebesar 5% saja dapat membuat 7 ribu buruh rokok terancam PHK. Lalu, di bagian industri rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan penurunan produksi yang sama bisa memangkas 400 orang buruh.

"Kalau menurut hitungan teman-teman, sekarang itu setiap turun 5% produksinya rokok SKT bisa berdampak kepada pemangkasan 7.000 karyawan. Lalu kalau rokok SKM penurunan 5% yang kena 400 orang," papar Budidoyo.

Sebagai informasi, di Indonesia sendiri ada 3 jenis rokok. SKT merupakan salah satu mayoritas yang beredar, dua lainnya adalah SKM dan Sigaret Putih Mesin (SPM). (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Viral Bahaya Injak Kecoa Bikin Cacing Masuk ke Kulit, Ini Faktanya
  • Kasus Suap Pembangunan Jalan di Bengkalis, KPK Periksa Dirut PT Darmali Jaya Lestari
  • Stop Mulai Sekarang, Jangan Lagi Makan Nasi Bersamaan dengan Telur, Ternyata Bahayakan Kesehatan!
  • Akibat Kurang Gizi, 1.170 Balita di Meranti Alami Stunting
  • Ingin Cari Jodoh? Bacalah Doa Ini Agar Cepat Bertemu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Sapa Pelanggan Telkomsel di GraPARI Mal Ska Pekanbaru
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved