www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Yamaha Ikut Meriahkan Ethnic Citizen Mahoni on Campus, Ada Promo Oktoberiah
 
Alasan Utama Pemerintah Naikkan Cukai Rokok 23% untuk Kendalikan Konsumsi
Minggu, 15/09/2019 - 08:13:20 WIB
Pabrik rokok.
Pabrik rokok.
TERKAIT:

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menyebut ada sejumlah pertimbangan pemeintah dalam memutuskan menaikkan cukai rokok sebesar 23% dan kenaikan harga jual eceran menjadi 35%.

"Pertimbangannya, pertama pengendalian konsumsi. Konsumsi itu terdiri dari yang legal maupun yang ilegal, meskipun yang ilegal sekarang sudah jauh berkurang sampai ke 3%, tetapi tetapp masih harus dihitung," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Kemudian adalah kepentingan industri dan turunan kebelakangnya. Hal ini termasuk kepentingan para petani baik tembakau maupun cengkeh, juga para pelaku usaha, termasuk pekerja di industri rokok, hingga soal logistiknya di warung.

"Terakhir adalah penerimaan (negara). Jadi 3 pertimbangan-pertimbangan ini kemudian digabungkan dengan fakta," ujarnya.

Heru menjelaskan, pertimbangan besaran persentase kenaikan cukai rokok di tahun mendatang, juga diikuti dengan menghitung tahun ini yang tidak ada kenaikan. "Seperti tahun ini kita tidak menaikkan tarif, sehingga hitung-hitungannya tentunya adalah 2 kali atau 2 tahun, karena tahun kemarin tak naik. Sehingga lompatan dari 2018 ke 2020 masuk ya kan," ungkapnya di okezone.

Dia menjelaskan, pertimbangan kenaikan cukai itu juga telah memperhatikan setiap golongan rokok. Terdiri dari Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Kretek Tangan (SKT), juga Sigaret Putih Mesin (SPM).

"Kemudian juga teknologinya, mesin seperti apakah, dan juga tentunya konten dari rokok itu sendiri, apakah dominan terhadap bahan baku lokal maupun yang impor. Ini semua dipertimbangkan secara komprehensif," jelas dia 

Menurutnya, pemerintah memberikan perhatian kepada industri yang padat karya. Sehingga korelasinya atau implementasinya adalah SKT, pasti tarif kenaikannya akan lebih rendah daripada yang padat modal.

"Kedua adalah rokok-rokok yang mempunyai konten lokal lebih tinggi tentunya kita akan perhatikan melalui kebijakan tarif dibandingkan dengan rokok-rokok yang dominan menggunakan konten impor. Saya kira prinsip itulah yang kemudian akan diramu detail dalam kebijakan tarif cukai dan harga banderol ini," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, pemerintah sepakat untuk menaikkan cukai rokok. Di mana, kenaikan tersebut akan berlaku pada 1 Januari 2020.

Usulan tersebut sudah dibahas bersama Menteri Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menperin Airlangga Hartanto, Mentan Amran, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di depan Presiden Joko Widodo.

"Kita semua akhirnya memutuskan untuk kenaikan cukai rokok ditetapkan sebesar 23% dan kenaikan harga jual eceran menjadi 35%," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9/2019).(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Yamaha Ikut Meriahkan Ethnic Citizen Mahoni on Campus, Ada Promo Oktoberiah
  • Wiranto Dikawal 2 Dokter saat Perpisahan dengan Bawahan di Kemenko Polhukam
  • Kapolda Riau Tegaskan Pemberantasan Narkoba Sulit Jika Oknum Polisi Ikut Terlibat
  • Masuk 5 Besar Peredaran Narkoba di Indonesia, Gubri Berharap Riau segera Terbebas
  • Gubernur Riau Tertarik Inovasi Dashboard Lancang Kuning Tangani Karhutla
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Tunjukkan Kartu BNI iB Hasanah Card
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved