www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Pimpin Apel, Kapten Arm Alza Septandi Semangati Satgas TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR
 
Kadisnakbun Rohul Angkat Bicara Sikapi Anjloknya Harga TBS Kelapa Sawit
Kamis, 11/07/2019 - 16:05:43 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Kadisnakbun Rohul Angkat Bicara Sikapi Anjloknya Harga TBS Kelapa Sawit
  •  

    PASIR PANGARAIAN - Saat ini, para petani kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengeluhkan‎ anjloknya harga tandan buah segar (TBS) beberapa bulan terakhir.

    Anjloknya harga TBS kelapa sawit, kini membuat petani kebun pribadi mengeluh. Pihak Dinas Perternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rohul pun kink angkat bicara.

    Diakui Plt Kepala Disnakbun Kabupaten Rohul Ir H Sri Hardono MM, berdasarkan penetapan harga sawit oleh Tim Penetapan harga TBS kelapa sawit Provinsi Riau periode 10 Juli-16 Juli 2019, turunnya harga TBS kelapa sawit tidak terlalu signifikan, yakni sekitar Rp32,41 per kg umur 10-20 tahun.

    Diakui Sri Hardono, harga yang ditetapkan tim provinsi, menjadi standar harga pembelian TBS kelapa sawit di seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Provinsi Riau.

    Walaupun sesuai penetapan tim provinsi harga TBS sawit tidak anjlok signifikan, di lapangan petani sawit kebun pribadi di Kabupaten Rohul mengungkapkan, harga jual TBS sawit‎ ke toke atau pengepul berkisar Rp500 sampai Rp720 per kg.‎

    Kata Sri Hardono lagi, harga TBS sawit berkisar Rp500 sampai Rp720 per kg pada umumnya dirasakan petani berstatus kebun pribadi, bukan petani yang telah bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan.

    Ucapnya, ada tiga faktor yang mempengaruhi anjloknya harga TBS sawit kebun pribadi, salah satunya masih rendahnya rendemin TBS sawit, karena perawatan yang belum sesuai standar.

    Kemudian, petani juga harus mengeluarkan biaya lansir. Karena lokasi kebun yang jauh, sehingga petani menjual TBS sawit ke pengepul, dan tentunya harga di bawah harga PKS.

    "Dengan panjangnya alur distribusi ini yang menyebabkan biaya yang dikeluarkan petani untuk menjual ke pabrik semakin besar, sehingga berdampak terhadap harga jual TBS sawit mereka," ucap Hardono, Kamis (11//7/2019).

    Sri Hardono menyarankan petani sawit kebun pribadi, agar segera mengurus Surat Tanda Daftar perkebunan (STDP) mereka, sehingga TBS sawit bisa dijual ke PKS langsung, dan PKS tidak bisa menekan harga.

    Sri Hardono mengaku, bahwa secara global harga TBS sawit memang mengalami penurunan. Hal ini disebabkan anjloknya harga crude palm oil (CPO), khusunya CPO dari Indonesia.

    Kemudian, ada beberapa penyebab anjloknya harga CPO dari Indonesia, salah satunya banyaknya perusahaan, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu yang belum memiliki Sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO), sebagai standarisasi tata kelola sawit berkelanjutan.‎

    ISPO tersebut, sambung Hardono, sudah diatur tata kelola usaha perkebunan sawit yang menjamin produksi dan tetap mengedepankan aspek-aspek lingkungan, seperti tidak berada di kawasan hutan, pembukaan lahan yang ramah lingkungan serta tidak dilakukan dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

    Selanjutnya, konsumen di luar negeri bisa dikatakan kritis. Mereka kerap menanyakan legalitas CPO, dan bila tidak legal mereka enggan membelinya.

    "ISPO ini semacam bukti, tapi faktanya di Rohul saja baru beberapa perusahaan yang punya ISPO, juga ada yang tidak punya ISPO. Mereka menjual CPO ke perushaaan yang sudah punya ISPO dengan harga murah. Ujung-ujungnya perusahaan yang tak punya ISPO ini tekan harga TBS," terang Kadisnakbun Rohul, Sri hardono.

    Penulis : Feri Hendrawan
    Editor : Fauzia


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Pimpin Apel, Kapten Arm Alza Septandi Semangati Satgas TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR
  • Pagi Ini Riau Terpantau 8 Hotspot, Pekanbaru Berpotensi Hujan Malam Nanti
  • Buruan Dapatkan Special Trade In Nissan di Mal Ska
  • Dua Pasangan Tak Resmi Terciduk Tanpa Busana saat Ngamar, Polda Riau Pertanyakan Izin SCH
  • 2.311 Guru MDTA di Kuansing Minta Bupati Kembalikan Honor Seperti Semula
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Kunjungan Sinar Mas Agribusiness and Food ke Kantor Metro Riau Group
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved