www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Ribuan Aparat Bakal Amankan Riau saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden
 
Pakar Ekonomi Menilai Perang Tarif Ojol harus Distop Demi Kepentingan Nasional
Minggu, 23/06/2019 - 20:17:42 WIB

PEKANBARU - Terkait persaingan tarif Ojek Online (Ojol) yang kian memanas antara dua aplikator di Indonesia, Gojek dan Grab dikhawatirkan akan merembes pada kepentingan nasional. Jika diliat Peraturan Menteri (PM) No. 12 tahun 2019 tidak memberikan dampak yang signifikan sebagai solusi polemik ini.

Menurut Gunawan Benjamin selaku Pengamat Ekonomi asal Sumatra Utara, kepada wartawan, Minggu (23/6/2019), di Pekanbaru, perang tarif ini lebih baik diakhiri demi menjaga kepentingan bangsa.

"Peraturan yang dikeluarkan Kementrian Perhubungan terkait batas tarif pada PM No. 12 tahun 2019 masih jauh dari harapan. Justru yang terjadi ada operator Ojol yang melakukan jor-joran lewat promo. Saya menilai ini sangat brutal," terangnya. 

Dalam hal ini, Gunawan menyebut peran pemerintah lebih diutamakan​ demi kelangsungan kepentingan nasional. Diantaranya, melindungi kesejahteraan mitra driver. Lalu kepentingan konsumen juga harus diutamakan. Dan pemerintah (regulator) harus utamakan kepentingan Ojol milik anak bangsa. 

"Jangan hanya menyerahkan sepenuhnya ke mekanisme pasar, yang justru malah menghadirkan para pesaing baru," sebut Gunawan. 

Salah satu aplikator, Grab dinilai terlalu berlebihan dalam memberikan promo. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga keekonomiannya yang mengacu pada regulasi di atas. 

"Saya yang juga turut menjadi pelanggan kedua ojek online tersebut, menilai ada salah satu ojek online yang secara sengaja memberikan banyak promo. Saya menilai promo yang diberikan tersebut bahkan jauh lebih murah dari harga keekonomiannya. Saya mengacunya ke PM 12 tahun 2019 untuk  menghitung harga keekonomian tarif ojek online," sambungnya. 

Menurutnya, idealnya untuk jarak 3 km bisa menghabiskan biaya sekitar Rp5.400 sampai Rp6.900. Tetapi karena menggunakan promo, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp3.000 saja. 

Dia berpendapat, aplikator tersebut telah menyatakan perang terbuka. Di sisi lain, aturan main yang diterapkan belum komprehensif dalam mengatur ojek online. Jika nantinya akan ada yang kalah, maka salah satu diantaranya pasti akan melakukan monopoli. 

"Monopoli ini kan berbahaya bagi konsumen. Kalau perang harga saat ini pastinya akan menguntungkan konsumen. Tetapi kita juga perlu memikirkan kesejahteraan mitra ojol itu dalam hal ini ya driver ojolnya. Aturan itu sudah seharusnya tidak melindungi salah satu pihak saja," tandasnya. 

Terpisah, Andre Sebastian selaku Public Relation Manager Grab saat dihubungi halloriau.com, malam ini belum memberi respon. Upaya yang dilakukan konfirmasi melalui pesan singkat WhattApp juga tidak dibalas. 

Penulis : Helmi 
Editor: Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Ribuan Aparat Bakal Amankan Riau saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden
  • Mahasiswi di Inhil Jatuh ke Sungai Belum Ditemukan Juga
  • Wujud Tanggungjawab Terhadap Lingkungan, Astra Internasional Tebar Benih Ikan dan Tanam Pohon Pelindung
  • Gelar Coffe Morning, Kapolres Meranti Ajak Awak Media Berkolaborasi
  • Yamaha Ikut Meriahkan Ethnic Citizen Mahoni on Campus, Ada Promo Oktoberiah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Tunjukkan Kartu BNI iB Hasanah Card
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved