www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Sejumlah TPS di Pelalawan Ini Bakal Gelar PSL dan PSU serta Penghitungan Ulang
 
Dukung Industri Rokok Elektrik Lokal, NCIG Indonesia Hadir Sebagai POD Pertama yang Bercukai
Jumat, 22/03/2019 - 21:20:45 WIB
Kiri-kanan: Ketua Asosiasi Vapers Indonesia (AVI) Johan Sumantri bersama Ketua Bidang Organisasi DPP Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita, Komisaris Utama PT YNOT Kreasi Indonesia Harry Dwijaya, Kepala Seksi Tarif Cukai dan Harga Dasar 2 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI Agus Wibowo, CEO NCIG International Shariffuddin Bujang serta CEO NCIG Indonesia Roy Lefrans sesaat setelah Press Conference
Kiri-kanan: Ketua Asosiasi Vapers Indonesia (AVI) Johan Sumantri bersama Ketua Bidang Organisasi DPP Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita, Komisaris Utama PT YNOT Kreasi Indonesia Harry Dwijaya, Kepala Seksi Tarif Cukai dan Harga Dasar 2 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI Agus Wibowo, CEO NCIG International Shariffuddin Bujang serta CEO NCIG Indonesia Roy Lefrans sesaat setelah Press Conference
TERKAIT:
 
  • Dukung Industri Rokok Elektrik Lokal, NCIG Indonesia Hadir Sebagai POD Pertama yang Bercukai
  •  

    JAKARTA - Rokok elektrik atau ENDS (Electronic Nicotine-Delivery System) masuk ke Indonesia pada 2010, dan mulai populer serta dikenal masyarakat di tahun 2013-2014 hingga saat ini. 

    Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mengungkapkan bahwa jumlah pengguna rokok elektrik di Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta orang per 2018. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan turut mendukung legalitas industri ini dengan menerapkan tarif cukai. 

    Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) untuk produk rokok elektrik di Indonesia sejak 1 Juli 2018 dan masa relaksasi sampai 1 Oktober 2018, adapun penerimaan negara dari hasil cukai liquid rokok elektrik pada periode Oktober 2018 hingga Desember 2018 mencapai lebih dari Rp200 miliar.

    Berdasarkan penelitian dari New England Journal of Medicine menemukan bahwa rokok elektrik hampir dua kali lebih efektif dalam membantu perokok berhenti dibandingkan yang lainnya. Sedangkan penelitian Public Health England (PHE) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik 95% lebih rendah risiko dibandingkan rokok tembakau.

    Selain itu, juga pada tahun 2018, American Cancer Society (ACS) menyatakan bahwa rokok elektrik seharusnya dipertimbangkan sebagai sebuah solusi untuk mengurangi risiko kanker yang disebabkan oleh rokok tembakau. Kemudian dilansir oleh New England Journal of Medicine yang dirilis pada 30 Januari 2019, bahwa rokok elektrik dapat menjadi terapi bagi perokok konvensional dalam mengurangi penggunaan nikotin.

    Tetapi laporan WHO pada 2018 menunjukkan bahwa 30,4 persen perokok di Indonesia pernah mencoba berhenti, namun hanya 9,5% di antaranya yang berhasil. Hal ini berbanding terbalik dengan deretan statistik positif yang ada di atas.

    Atas dasar itulah, perokok di Indonesia sudah saatnya tahu bahwa kini berhenti merokok lebih mudah dan sudah ada pilihan yang lebih baik buat mereka untuk beralih ke rokok elektrik yang bebas TAR dan kemudian bisa menjadi terapi untuk mengurangi ketergantungan terhadap nikotin, ujar Roy Lefrans, CEO NCIG Indonesia.

    Dengan spirit di atas itulah, salah satu produsen liquid vapor kelas dunia Nasty Worldwide menggandeng produsen produk vapor terkenal di tanah air, HEX. Melalui PT NCIG INDONESIA MANDIRI, Nasty dan Hex berkerja sama mendesain dan menciptakan rokok elektrik jenis baru yang sangat mudah serta sesuai digunakan oleh perokok. Guna mendukung industri lokal, PT NCIG INDONESIA MANDIRI menggandeng PT YNOT Kreasi Indonesia untuk melakukan produksi e-liquid dan pengepakan catridge (N Pod) NCIG.

    Selain luasnya peluang bisnis rokok elektrik di Indonesia, adanya kebijakan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang melegalkan rokok elektrik menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha asing untuk berinvestasi. CEO NCIG International, Shariffuddin Bujang menilai, brewer lokal Indonesia khususnya Hex sudah dapat menghasilkan liquid berkualitas dunia.

    “Dengan kualitas yang dihasilkan dan jaringan distribusi Hex yang tersebar di kota-kota besar Indonesia, membuat kami yakin kolaborasi Nasty dengan Hex mampu memenuhi kebutuhan pengguna rokok elektrik di Indonesia,” jelas pria yang biasa dipanggil Pak Din.

    Produk perdana dari PT NCIG INDONESIA MANDIRI yakni device closed system atau biasa disebut POD telah memasang target ekspor di Asia Tenggara dalam waktu 1 tahun ke depan. 

    “Dukungan pemerintah yang telah melegalkan vape harus dibarengi dengan prestasi bagi kami para produsen rokok elektrik lokal, agar kita bisa menjadi pelopor negara pertama yang berhasil mengekspor POD ke seluruh Asia Tenggara”, ujar Roy.

    Pembina Asosiasi Vaper Indonesia (AVI), Dimasz Jeremia yang juga mantan perokok aktif menceritakan bagaimana sulitnya berhenti merokok dan rokok elektrik merupakan solusi yang efektif dan aman. 

    "Banyak orang yang tidak menyadari bahwa berhenti merokok bukan hanyalah soal tantangan psikologis, namun juga fisik. Berdasarkan survei internal AVI kepada para vapers, rokok elektrik merupakan alternatif yang mampu menyerupai pengalaman mengonsumsi rokok konvensional dan secara efektif bisa menggantikan posisi rokok tembakau dengan produk alternatif yang lebih tidak berbahaya.  Sayangnya masih ada stigma dan pemahaman yang kurang tepat di masyarakat mengenai rokok elektrik. Padahal di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris telah mengeluarkan izin untuk pemanfaatan rokok elektrik sebagai alat mengurangi konsumsi tembakau dan terbukti di ketiga negara tersebut telah mengalami penurunan angka prevalensi merokok” ungkap Dimasz.

    Dalam kesempatan talkshow “Dukung Industri Rokok Elektrik Lokal, NCIG Indonesia hadir sebagai POD pertama yang bercukai”, Kepala Subdirektorat Tarif Cukai dan Harga Dasar Dirjen Bea dan Cukai Republik Indonesia, Sunaryo.

    "Kami mengapresiasi kolaborasi ini sebagai salah satu pendukung berkembangannya industri rokok elektrik di Indonesia. Pemerintah mendorong para pelaku industri rokok elektrik lokal untuk terus berkembang dan memenuhi permintaan pasar global. Saat ini potensi penerimaan dari tarif cukai produk HPTL mencapai lebih dari Rp2 triliun," ungkapnya. (rilis)






    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Sejumlah TPS di Pelalawan Ini Bakal Gelar PSL dan PSU serta Penghitungan Ulang
  • Bupati Inhil Hadiri Kegiatan IKGTKI PGRI Peringati Hari Kartini
  • 31 Penyandang Disabilitas di Dumai Dapat Kartu Disabilitas
  • 141 Suara Paslon 02 Jadi 41, KPU Dumai Lakukan Pembetulan Kesalahan Input Formulir C1
  • Warga Terheran-heran Jumlah Suara Paslon 01 di Website KPU Berlebih dari Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Asian Agri Telah 100 Persen Tersertifikasi ISPO
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved