www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Dinilai Cacat Moral, IMM Pekanbaru Desak Rektor Umri Mundur
 
Harga TBS Sawit di Riau Turun Terus, Ternyata Ini Sebabnya...
Rabu, 21/11/2018 - 06:12:39 WIB

PEKANBARU - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani swadaya di Riau, beberapa waktu belakangan ini terus mengalami penurunan.

Anjloknya harga sawit tentu membuat petani kelimpungan bahkan tak bisa menutupi biaya pemeliharaan kebun.

Seperti di Kabupaten Indragiri Hulu, serta rokan hulu, harga sawit saat ini berkisar di angka Rp 600 sampai dengan Rp 800 untuk penjualan ke RAM Sawit atau pengepul.

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu menjelaskan, rendahnya harga TBS kelapa sawit di tingkat petani swadaya disebabkan oleh faktor hasil panen TBS petani yang tidak langsung dijual kepada Perusahaan Kelapa Sawit (PKS).

"Petani swadaya ini mereka menjual kepada pengepul. Pengepul pasti mengambil harga yang lebih rendah dari penetepan harga Dinas Perkebunan karena mereka ada biaya juga seperti transportasi dan lain sebagainya sebelum sampai ke PKS. Itu yang membuat harga TBS di tingkat petani swadaya menjadi sangat rendah," ungkap Neni, Selasa (20/11/2018).

Neni pun menerangkan, beberapa waktu belakangan ini harga TBS di Riau memang terus mengalami penurunan.

Bahkan penetapan harga mingguan oleh dinas masih terbilang rendah dan belum sesuai dengan harapan para petani.

"Memang harga TBS sawit yang kita tetapkan setiap minggunya beberapa waktu belakangan ini terus mengalami penurunan. Penetapan harga mingguan itu memang untuk di tingkat petani mitra PKS. Kalau ditingkat ini sudah rendah, tentu di tingkat petani swadaya memang jauh di bawah itu, karena penjualannya tidak langsung, harus melalui pengepul dulu dan lain-lain," ujar Neni.

Menyoal terkait faktor apa saja yang memperngaruhi penetapan harga TBS kelapa sawit Riau dari minggu ke minggu, Neni menjelaskan, yakni faktor internal dan eksternal.

Melalui analisa dan kajian yang dilakukan oleh analis DTPHP Provinsi Riau, diperoleh dan ditetapkanlah harga untuk satu periode yang berlaku selama tujuh hari.

"Pertama kita analisa dulu di internal, dimana harga TBS kita tetapkan berdasarkan kondisi harga jual minyak sawit mentah atau CPO (crude palm oil) dan karnel dari beberapa perusahaan yang memberikan data ke kita. Kalau harga CPO dan karnel di perusahaan turun pada periode minggu ini, maka periode minggu berikutnya harga TBS juga akan turun," paparnya, disitat dari tribun.

"Sedangkan faktor eksternal salah satunya kita melihat dari harga minyak sawit mentah atau CPO dunia dan pasokannya. Penurunan harga minyak dunia memang cenderung menekan harga CPO di Riau. Kalau CPO sudah tertekan, maka TBS harganya pun ikut tertekan," jelasnya. (*)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dinilai Cacat Moral, IMM Pekanbaru Desak Rektor Umri Mundur
  • Tuntut Rektor Mundur, IMM Pekanbaru Segel Ruang Rektor dan Aula Kampus Umri
  • Enam Dokter Spesialis Lanjutkan Misi Kemanusiaan Dompet Dhuafa
  • Pemangku Kepentingan Harus Bahu-membahu Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
  • Hujan Diprediksi Masih Terjadi hingga Akhir Desember Ini, Masyarakat Diimbau Lebih Waspada
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Uji Kompetensi Broker Properti
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved