Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

17:01 - Tujuh Eks Gafatar Asal Dum...
16:07 - Delegasi 5 Negara ASEAN Ku...
20:19 - Kesbangpolinmas Antisipasi...
16:30 - Pemko Dumai Bekukan SKT Ga...
15:39 - Danrem: Ini Percontohan ba...
18:35 - 102,4 Ton Bawang Merah Ile...
15:47 - Tinjau Terminal Penumpang,...
13:27 - Dumai Masih Aman dari Viru...
01:32 - Manager HR Pertamina RU II...
19:06 - Disnakertrans Dumai Jatuhk...
17:36 - Pasien DBD di RSUD Dumai M...
17:04 - 62.158 Warga Miskin Dumai ...
05:00 - DPRD Dumai Anggarkan Proye...
19:37 - Pemko dan DPRD Dumai Perta...
11:34 - Pertamina Bantah Belum Lap...
15:40 - Nomor HP Pengurus Gafatar ...
14:42 - Pertamina RU II Dumai Tera...
11:57 - Pertamina Dumai Dituding L...
17:27 - Usut Pelanggaran Kode Etik...
21:07 - Akhirnya, Vendor TA Pertam...
 
Pendaftaran Peserta BPJS Kesehatan di Dumai Minim
Rabu, 08/01/2014 - 17:22:18 WIB
TERKAIT:
 
  • Tujuh Eks Gafatar Asal Dumai akan Dipulangkan
  • Delegasi 5 Negara ASEAN Kunjungi Dumai
  • Kesbangpolinmas Antisipasi Masuknya Ormas Peta ke Dumai
  •  

    DUMAI-Selama sepekan sejak 1-8 Januari 2014 jumlah peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di bawah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan PT Askes (Persero) Cabang kota Dumai masih sepi peminat.
     
    Dari sekian banyak warga yang mendatangi loket pendaftaran BPJS PT Askes Cabang Dumai hanya 13 orang yang mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan. Demikian disampaikan Rizal bagian Kepesertaan PT Askes Cabang Dumai, Rabu (8/1/2014).
     
    Rizal menyebutkan, sepinya peminat akibat Pemerintah Kota Dumai memiliki program Jaminan Kesehatan Kota (Jamkesko). ''Berbeda dengan beberapa daerah lain yang menyerahkan program kesehatan masyarakatnya ke BPJS Kesehatan. Di Dumai Pemerintah Daerah mengelola sendiri program Jamkesko,'' kata Rizal.
     
    Lebih lanjut Rizal menyebutkan bahwa Masyarakat lebih memilih program Jamkesko karena presmi asuransinya ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah. Sementara untuk program BPJS Kesehatan khususnya bagi peserta mandiri preminya dibebankan kepada peserta.    
     
    ''Premi jaminan kesehatan bagi peserta mandiri Rp 25.500 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III. Untuk kelas II peserta akan dikenakan biaya Rp 42.500 per orang per bulan dan Rp 59.500 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I,'' sebut Rizal.
       
    Hal senada disampaikan Eva Kurnia Sari kepala Pemasaran BPJS kesehatan PT Askes Cabang Dumai di ruang kerjanya. Eva pun mengakui peserta BPJS Kesehatan masih sepi. Menurutnya sepinya peminat BPJS Kesehatan lantaran Pemerintah Daerah mengelola sendiri program Jamkesko.
     
    ''Memang benar, program BPJS kesehatan di Dumai masih sepi peminat. Karena masih sepi peminat, saat ini kami fokus mengurus pelimpahan data BPJS Kesehatan dari PT Jamsostek Cabang Dumai, terutama melakukan resgistrasi ulang peserta BPJS Kesehatan Perusahaan yang sebelumnya dikelola oleh PT Askes atau BPJS Ketenaga Kerjaan,'' terangnya.
     
    Meski demikian, diakui Eva pihaknya terus melaksanakan kegiatan sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat mau menjadi peserta BPJS Kesehatan untuk mensukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digagas oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan RI.
     
    Sementara, salah satu calon peserta BPJS Kesehatan saat ditemui dikantor BPJS Kesehatan jalan Jendral Sudirman Dumai mengatakan kehadirannya ke kantor BPJS Kesehatan hanya untuk bertanya-tanya dulu. ''Saya datang untuk tanya-tanya syarat menjadi peserta,'' kata Sularno (41) warga Kelakap Tujuh Dumai.
     
    Menurut Sularno, ia baru memperoleh informasi program tersebut dari televisi. Namun untuk tata cara pendaftaran maupun syarat-syarat yang harus dipenuhi, bapak empat anak ini belum mengetahuinya.
     
    Terlebih ketika ia mengetahui bahwa untuk menjadi peserta BPJS kesehatan Madiri, ia harus membayar iuran bulanan, Sularno langsung mengurungkan niat untuk mendaftarkan diri.
     
    ''Kirain saya gratis, ternyata bayar. Daripada seperti ini mendingkan saya ikut program Jamkesko. Semuanya gratis karena iuran/presmi asuransi ditanggung Pemerintah Kota Dumai,'' pungkasnya. (Bambang P./MRNetwork)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0813 6503 1931 atau
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Plt Gubri Himbau ANS Tidak Tambah Libur
  • Polda Riau: Eks Gafatar Juga Manusia Biasa, Jangan Dikucilkan
  • Banjir di Pangkalan yang Terparah, Pemda Diminta Beri Bantuan
  • Plt Gubri Khawatir Harga Kebutuhan Pokok Naik
  • Tiba di Pekanbaru, 50 Eks Gafatar Riau Langsung Diinapkan di Rusunawa
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved