Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

18:26 - Walikota Dumai Terima Peng...
16:46 - Minyak Sawit Mentah PT Nag...
09:26 - Pemko dan DPRD Dumai Dukun...
16:35 - Gas Bumi Lebih Aman Diband...
20:09 - PGN Gelar Ekspos Pembangun...
14:11 - Almarhum Eldar Afinta di M...
11:17 - Innalillahi Wainnailaihiro...
17:07 - PWI Audiensi dengan Waliko...
09:16 - Tingkatkan Kompetensi Wart...
17:02 - Pemko Dumai Buka Pendaftar...
11:09 - Lanal Dumai Amankan 9 Imig...
10:36 - Pemko Buka Lowongan di BUM...
06:19 - Polres Dumai Libatkan 60 P...
17:15 - PGN Investasi Rp10 Miliar ...
05:16 - 78 ASN Kota Dumai Ikut Pen...
19:47 - Edi Azmi Tunggu Surat Bala...
05:31 - Penilaian Adipura Tahap I,...
19:24 - KSOP Dumai Periksa Nahkoda...
12:43 - Ada Temuan di Proyek DPAL ...
17:18 - Barang Impor Bebas Bongkar...
 
Dinkes: Waspada Penyakit Paska Banjir
Rabu, 12/12/2012 - 17:58:15 WIB
TERKAIT:
 
  • Walikota Dumai Terima Penghargaan dari SPS Riau
  • Minyak Sawit Mentah PT Nagamas Tumpah Cemari Laut Dumai
  • Pemko dan DPRD Dumai Dukung PWI Gelar UKW
  •  

    DUMAI-Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso menghimbau seluruh warga agar selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan banjir. Air banjir yang kotor adalah sarang penyakit yang rentan menular kepada korban lainnya.
     
    ''Karena biasanya paska banjir banyak masyarakat yang terjangkit penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya yang diakibatkan air kotor yang menggenangi rumah,'' kata Marjoko selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai.
     
    Menurut Marjoko, penyakit yang sering muncul paska terjadinya banjir adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, penyakit gatal muncul akibat air banjir bercampur dengan kotoran yang berasal dari berbagai sumber. ''Selain mengakibatkan penyakit gatal-gatal, air tersebut juga sangat berbahaya khususnya bagi anak-anak atau orang yang sensitif terhadap air kotor,'' jelasnya.
     
    Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kulit, Marjoko menyarankan agar warga yang rumahnya kebanjiran agar tidak menggunakan air sumur untuk mandi, terlebih bila air didalam sumur berubah warna dan berbau. Cara lain adalah agar jangan terlalu sering kontak dengan air banjir yang jelas-jelas telah menjadi sumber kuman. ''Kepada orang tua diminta untuk terus mengawasi anak-anaknya dan melarang mandi air banjir, karena kami khawatir air banjir akan membawa dampak butruk bagi kesehatan anak,'' tegasnya.
     
    Tidak sampai disitu, Marjoko juga mengaku telah mensiagakan petugas medis untuk menampung keluhan warga terkait penyakit kulit akibat banjir. ''Petugas medis siap melayani keluhan warga akibat efek banjir, seperti timbulnya penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya dengan cara memberikan obat secara gratis,'' paparnya. (Bam)    


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Namai Anaknya 'Allah' dan Ditolak Pemerintah, Pasutri Ajukan Gugatan Hukum
  • Tuntut Hak dan Merasa Diperlakukan Tak Adil, Ratusan Buruh PT MAS Bengkalis Demo
  • M-Box Kembali Berulah, Pemko Pekanbaru Dinilai Tak Proaktif
  • Tiba di Riau, Ibu Negara dan Rombongan akan Sambangi Tempat-tempat Ini
  • Hadapi 6 Pendemo, Polisi Turunkan Ratusan Personel
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved