Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

11:11 - Enam Calon Sekdako Dumai L...
11:01 - Pembangunan SPAM Regional ...
16:38 - Dumai Jadi yang Pertama Te...
16:43 - Walikota Dumai Panen Raya ...
18:02 - Jembatan Suka Damai Dihara...
16:30 - Pemko Dumai Buka Pendaftar...
15:52 - Walikota Dumai Tinjau Pemb...
18:34 - Perda Nomor 8 Tahun 2016 T...
11:26 - Bank Riau Kepri dan Pemko ...
10:26 - 5.617 Honorer Pemko Dumai ...
10:20 - Walikota Dumai Optimis Ser...
18:58 - Sempena HUT TNI ke-71, Rat...
09:22 - Wilayah Dumai Masih Didomi...
12:18 - DPRD Bahas RAPBD Perubahan...
19:36 - 207 Jamaah Haji Dumai Tiba...
07:54 - Siang Ini Jamaah Haji Duma...
09:34 - Persiapan Fun Bike Dumai S...
13:51 - APBD Dumai Diprediksi Turu...
09:42 - Disdukcapil Dumai Jemput B...
15:30 - Lyla Band Semarakkan Karna...
 
Dinkes: Waspada Penyakit Paska Banjir
Rabu, 12/12/2012 - 17:58:15 WIB
TERKAIT:
 
  • Enam Calon Sekdako Dumai Lulus Administrasi
  • Pembangunan SPAM Regional Durolis Dimulai Tahun Ini
  • Dumai Jadi yang Pertama Terbitkan KIA di Provinsi Riau
  •  

    DUMAI-Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso menghimbau seluruh warga agar selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan banjir. Air banjir yang kotor adalah sarang penyakit yang rentan menular kepada korban lainnya.
     
    ''Karena biasanya paska banjir banyak masyarakat yang terjangkit penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya yang diakibatkan air kotor yang menggenangi rumah,'' kata Marjoko selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai.
     
    Menurut Marjoko, penyakit yang sering muncul paska terjadinya banjir adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, penyakit gatal muncul akibat air banjir bercampur dengan kotoran yang berasal dari berbagai sumber. ''Selain mengakibatkan penyakit gatal-gatal, air tersebut juga sangat berbahaya khususnya bagi anak-anak atau orang yang sensitif terhadap air kotor,'' jelasnya.
     
    Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kulit, Marjoko menyarankan agar warga yang rumahnya kebanjiran agar tidak menggunakan air sumur untuk mandi, terlebih bila air didalam sumur berubah warna dan berbau. Cara lain adalah agar jangan terlalu sering kontak dengan air banjir yang jelas-jelas telah menjadi sumber kuman. ''Kepada orang tua diminta untuk terus mengawasi anak-anaknya dan melarang mandi air banjir, karena kami khawatir air banjir akan membawa dampak butruk bagi kesehatan anak,'' tegasnya.
     
    Tidak sampai disitu, Marjoko juga mengaku telah mensiagakan petugas medis untuk menampung keluhan warga terkait penyakit kulit akibat banjir. ''Petugas medis siap melayani keluhan warga akibat efek banjir, seperti timbulnya penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya dengan cara memberikan obat secara gratis,'' paparnya. (Bam)    


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Warga Pangkalan Kerinci Dambakan Pasar Rakyat Representatif
  • Gara-gara Rebutan Tempat Parkir, Pria Ini Harus Rela Penisnya Dicopot
  • Pemkab Kuansing Tandatangani Hibah Lahan untuk Pembangunan Rutan dan Kantor BNNK
  • Ada Kejanggalan Dalam Pencairan Dana Hibah YMB, Kesaksian Bupati Meranti Dinantikan
  • Kabar Gembira! Kini Warga Kuansing Tak Perlu Jauh-jauh ke Pekanbaru Urus Paspor
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved