Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

19:36 - 207 Jamaah Haji Dumai Tiba...
07:54 - Siang Ini Jamaah Haji Duma...
09:34 - Persiapan Fun Bike Dumai S...
13:51 - APBD Dumai Diprediksi Turu...
09:42 - Disdukcapil Dumai Jemput B...
15:30 - Lyla Band Semarakkan Karna...
09:50 - HUT Polantas, Pemko dan Po...
18:23 - Penyandang Cacat Ditolak D...
19:14 - Pekan Depan, BKD Dumai Umu...
16:06 - Pekerja PT Dumai Bulking D...
09:18 - Masyarakat Dumai Diminta W...
17:16 - Musim Hujan Tiba, Lurah Ra...
15:48 - Pasca Dikeluarkannya Surat...
16:36 - Dumai Berpeluang Raih WTN ...
17:35 - 20 Persen Warga Dumai Belu...
17:15 - Tim Terpadu Evaluasi Tenag...
09:42 - Evaluasi Jelang SOTK, Pemk...
17:52 - Angin Puting Beliung Kemba...
16:16 - Oknum Timses Walikota Duma...
11:09 - Disnakkanla Dumai Utamakan...
 
Dinkes: Waspada Penyakit Paska Banjir
Rabu, 12/12/2012 - 17:58:15 WIB
TERKAIT:
 
  • 207 Jamaah Haji Dumai Tiba di Tanah Air
  • Siang Ini Jamaah Haji Dumai Tiba di Tanah Air
  • Persiapan Fun Bike Dumai Sudah Final
  •  

    DUMAI-Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso menghimbau seluruh warga agar selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan banjir. Air banjir yang kotor adalah sarang penyakit yang rentan menular kepada korban lainnya.
     
    ''Karena biasanya paska banjir banyak masyarakat yang terjangkit penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya yang diakibatkan air kotor yang menggenangi rumah,'' kata Marjoko selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai.
     
    Menurut Marjoko, penyakit yang sering muncul paska terjadinya banjir adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, penyakit gatal muncul akibat air banjir bercampur dengan kotoran yang berasal dari berbagai sumber. ''Selain mengakibatkan penyakit gatal-gatal, air tersebut juga sangat berbahaya khususnya bagi anak-anak atau orang yang sensitif terhadap air kotor,'' jelasnya.
     
    Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kulit, Marjoko menyarankan agar warga yang rumahnya kebanjiran agar tidak menggunakan air sumur untuk mandi, terlebih bila air didalam sumur berubah warna dan berbau. Cara lain adalah agar jangan terlalu sering kontak dengan air banjir yang jelas-jelas telah menjadi sumber kuman. ''Kepada orang tua diminta untuk terus mengawasi anak-anaknya dan melarang mandi air banjir, karena kami khawatir air banjir akan membawa dampak butruk bagi kesehatan anak,'' tegasnya.
     
    Tidak sampai disitu, Marjoko juga mengaku telah mensiagakan petugas medis untuk menampung keluhan warga terkait penyakit kulit akibat banjir. ''Petugas medis siap melayani keluhan warga akibat efek banjir, seperti timbulnya penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya dengan cara memberikan obat secara gratis,'' paparnya. (Bam)    


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Zulfikar Tambah Pundi Emas Riau. Target KONI Terlampaui
  • Pertama Lolos di PON, Ski Air Langsung Raih Perunggu
  • Dua Wanita Muda di Dumai Diciduk Polisi karena Miliki Puluhan Ekstasi
  • Bulog Tekankan Beras Raskin Jelek Dapat Ditukar
  • Perkebunan Tulang Punggung Riau dan Masalah Kompleks Perburuhannya
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved