Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

16:51 - PWI Kota Dumai Audiensi de...
16:41 - Kejurnas Off Road 2015 Ive...
11:00 - HUT ke-16, Dumai Gelar Ber...
17:55 - 55 Persen Masyarakat Dumai...
16:35 - Tahun Ini, Pemko Dumai Ban...
10:47 - Kelurahan Bukit Datuk Waki...
17:13 - ISPU Dumai Tunjukkan 116 P...
16:13 - Diguyur Hujan, Dumai Nihil...
15:17 - Diguyur Hujan, Udara Dumai...
11:27 - Walau Udara Sangat Tidak S...
18:50 - Diselimuti Asap, Jarak Pan...
17:07 - Status Udara Dumai "Sangat...
15:40 - Waspada! 17 Titik Api Dite...
11:57 - ISPU 500 PSI, Udara Dumai ...
10:10 - Pagi Ini Dumai Diselimuti ...
19:23 - Praja IPDN Praktek Lapanga...
17:38 - 200 Personel Lanal Dumai G...
15:36 - Duh, Hotel Comfort Dumai N...
18:24 - Investasi Rp19 Triliun Ter...
17:30 - Wako Ancam Cabut Izin Temp...
 
Dinkes: Waspada Penyakit Paska Banjir
Rabu, 12/12/2012 - 17:58:15 WIB

TERKAIT:
 
  • PWI Kota Dumai Audiensi dengan Kajari Dumai
  • Kejurnas Off Road 2015 Ivent Nasional Pertama di Dumai
  • HUT ke-16, Dumai Gelar Berbagai Kegiatan Olahraga
  •  

    DUMAI-Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso menghimbau seluruh warga agar selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan banjir. Air banjir yang kotor adalah sarang penyakit yang rentan menular kepada korban lainnya.
     
    ''Karena biasanya paska banjir banyak masyarakat yang terjangkit penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya yang diakibatkan air kotor yang menggenangi rumah,'' kata Marjoko selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai.
     
    Menurut Marjoko, penyakit yang sering muncul paska terjadinya banjir adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, penyakit gatal muncul akibat air banjir bercampur dengan kotoran yang berasal dari berbagai sumber. ''Selain mengakibatkan penyakit gatal-gatal, air tersebut juga sangat berbahaya khususnya bagi anak-anak atau orang yang sensitif terhadap air kotor,'' jelasnya.
     
    Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kulit, Marjoko menyarankan agar warga yang rumahnya kebanjiran agar tidak menggunakan air sumur untuk mandi, terlebih bila air didalam sumur berubah warna dan berbau. Cara lain adalah agar jangan terlalu sering kontak dengan air banjir yang jelas-jelas telah menjadi sumber kuman. ''Kepada orang tua diminta untuk terus mengawasi anak-anaknya dan melarang mandi air banjir, karena kami khawatir air banjir akan membawa dampak butruk bagi kesehatan anak,'' tegasnya.
     
    Tidak sampai disitu, Marjoko juga mengaku telah mensiagakan petugas medis untuk menampung keluhan warga terkait penyakit kulit akibat banjir. ''Petugas medis siap melayani keluhan warga akibat efek banjir, seperti timbulnya penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya dengan cara memberikan obat secara gratis,'' paparnya. (Bam)    

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0813 6503 1931 atau
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Diskopindag Kuansing Kaji Subsidi Karet Petani
  • Sebelum Meninggal, Twitter Olga Sempat Aktif
  • Tirta Siak Minta Hutang Rp 70 Milliar Dihapuskan
  • Dana BOS di Inhu Cair Pekan Depan
  • Excellent Beri Diskon hingga 50 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
    Other : Iklan Baris
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2015 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved