Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

12:40 - PPK Mulai Plenokan Hasil P...
09:43 - Kangkangi Permennaker ...
17:57 - Orang Tua Meninggal, Yuris...
17:17 - PT Patra Niaga Desak Pemer...
10:41 - SMU Binsus Dumai Kekuranga...
19:14 - Kadisdik : UN di Dumai Ber...
17:12 - 3.765 Pelajar di Dumai Sia...
18:41 - 3.765 Siswa SLTA Dumai Sia...
18:39 - Pileg di Perbatasan Dumai-...
17:01 - Besok, Gubri Teken Dokumen...
13:20 - Gubri Tinjau Pemilu Legisl...
10:55 - Usai Nyoblos, Wako Dumai T...
19:39 - 9 April, Pemko Dumai Libur...
19:30 - Selasa, 24 Pekerja Kokarma...
20:11 - Perusahaan Harus Sukseskan...
17:45 - Ratusan Warga Gelar Aksi D...
19:14 - Pemko Panggil PT RUJ dan ...
16:49 - Disperindag Dumai Tambah P...
18:59 - Kualitas Udara di Dumai Mu...
18:15 - Asik Ngopi Saat Jam Kerja,...
 
Dinkes: Waspada Penyakit Paska Banjir
Rabu, 12/12/2012 - 17:58:15 WIB

TERKAIT:
 
  • Diguyur Hujan Beberapa Jam, Jalan Kaharudin Banjir
  • 21 Rumah Warga Lubuk Kerapat Terendam Banjir
  • Rencana Pembuatan Waduk Pemko sudah Sejak Tahun Lalu
  •  

    DUMAI-Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso menghimbau seluruh warga agar selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan banjir. Air banjir yang kotor adalah sarang penyakit yang rentan menular kepada korban lainnya.
     
    ''Karena biasanya paska banjir banyak masyarakat yang terjangkit penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya yang diakibatkan air kotor yang menggenangi rumah,'' kata Marjoko selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai.
     
    Menurut Marjoko, penyakit yang sering muncul paska terjadinya banjir adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, penyakit gatal muncul akibat air banjir bercampur dengan kotoran yang berasal dari berbagai sumber. ''Selain mengakibatkan penyakit gatal-gatal, air tersebut juga sangat berbahaya khususnya bagi anak-anak atau orang yang sensitif terhadap air kotor,'' jelasnya.
     
    Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kulit, Marjoko menyarankan agar warga yang rumahnya kebanjiran agar tidak menggunakan air sumur untuk mandi, terlebih bila air didalam sumur berubah warna dan berbau. Cara lain adalah agar jangan terlalu sering kontak dengan air banjir yang jelas-jelas telah menjadi sumber kuman. ''Kepada orang tua diminta untuk terus mengawasi anak-anaknya dan melarang mandi air banjir, karena kami khawatir air banjir akan membawa dampak butruk bagi kesehatan anak,'' tegasnya.
     
    Tidak sampai disitu, Marjoko juga mengaku telah mensiagakan petugas medis untuk menampung keluhan warga terkait penyakit kulit akibat banjir. ''Petugas medis siap melayani keluhan warga akibat efek banjir, seperti timbulnya penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya dengan cara memberikan obat secara gratis,'' paparnya. (Bam)    

     
    Berita Lainnya :
  • Minggu, KPU Dumai Akan Gelar Pleno
  • Duh, Remaja Ini Disekap Bersama Anjing Sejak Umur Tiga Tahun
  • Polres Kuansing Siap Amankan Pleno KPU
  • Besok, KPU Pelalawan Akan Gelar Pleno
  • Ratusan Siswa Wahidin Mogok Belajar
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
    Other : Iklan Baris Flag Counter
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2013 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved