Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

19:55 - BKD Minta Pelamar Beli Buk...
16:48 - DTKKP Persiapkan Diri Hada...
15:46 - Sekda Desak Hotel Grand Zu...
20:20 - DTKKP Optimis Dumai Raih P...
09:31 - Ujian CPNS Dumai 30 Novemb...
20:37 - Tak Daftar Ulang, 71 Pelam...
18:39 - Peran Orang Tua Penting Da...
17:33 - Pemko Dumai Optimis Pertah...
18:22 - Lusa, Pimpinan DPRD Kota D...
12:33 - 2015, Dumai Buka Lowongan ...
05:31 - Ribuan CPNS Dumai sudah La...
05:24 - 2014, Penerimaan PBB Dumai...
17:14 - Waduh, Hotel Grand Zuri Du...
20:17 - Pemerintah Fokus Bangun In...
06:03 - Hari Ini, Wawako Jemput JH...
16:19 - CPNS Dumai Bakal Ujian di ...
16:44 - Pelamar CPNS Dumai Lulus A...
15:42 - 958 Pelamar CPNS Dumai Tak...
15:30 - Besok, BKD Dumai Umumkan H...
17:15 - Pemko Dumai Tekan Angka Pe...
 
Dinkes: Waspada Penyakit Paska Banjir
Rabu, 12/12/2012 - 17:58:15 WIB

TERKAIT:
 
  • BKD Minta Pelamar Beli Buku Panduan Sistem CAT
  • DTKKP Persiapkan Diri Hadapi Tim Penilai Adipura
  • Sekda Desak Hotel Grand Zuri Bayar Tunggakan Pajak
  •  

    DUMAI-Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso menghimbau seluruh warga agar selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan banjir. Air banjir yang kotor adalah sarang penyakit yang rentan menular kepada korban lainnya.
     
    ''Karena biasanya paska banjir banyak masyarakat yang terjangkit penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya yang diakibatkan air kotor yang menggenangi rumah,'' kata Marjoko selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai.
     
    Menurut Marjoko, penyakit yang sering muncul paska terjadinya banjir adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, penyakit gatal muncul akibat air banjir bercampur dengan kotoran yang berasal dari berbagai sumber. ''Selain mengakibatkan penyakit gatal-gatal, air tersebut juga sangat berbahaya khususnya bagi anak-anak atau orang yang sensitif terhadap air kotor,'' jelasnya.
     
    Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kulit, Marjoko menyarankan agar warga yang rumahnya kebanjiran agar tidak menggunakan air sumur untuk mandi, terlebih bila air didalam sumur berubah warna dan berbau. Cara lain adalah agar jangan terlalu sering kontak dengan air banjir yang jelas-jelas telah menjadi sumber kuman. ''Kepada orang tua diminta untuk terus mengawasi anak-anaknya dan melarang mandi air banjir, karena kami khawatir air banjir akan membawa dampak butruk bagi kesehatan anak,'' tegasnya.
     
    Tidak sampai disitu, Marjoko juga mengaku telah mensiagakan petugas medis untuk menampung keluhan warga terkait penyakit kulit akibat banjir. ''Petugas medis siap melayani keluhan warga akibat efek banjir, seperti timbulnya penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya dengan cara memberikan obat secara gratis,'' paparnya. (Bam)    

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0813 6503 1931 atau
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Pemkab Pelalawan Turunkan Porsi Belanja Pegawai
  • Polisi Gagalkan Pencurian 26 Ton Minyak Mentah PT. Chevron
  • Zulfahmi dan Helda Naik Pangkat Eselon II?
  • BPMPD Rekomendasikan 100 Desa Cairkan ADD
  • Hukuman Ngeri, Tersangka Korupsi di China Ramai-ramai Bunuh Diri
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
    Other : Iklan Baris Flag Counter
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2014 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved