Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

18:44 - Persiapan MTQ Riau di Duma...
21:35 - Pemko dan Lanal Dumai Tana...
15:48 - Sekda Dumai Tinjau Tempat ...
19:10 - Walikota Buka Sosialisasi ...
15:18 - Pelabuhan Penumpang Pemko ...
14:52 - DLH Dumai Sebut Pihak Hote...
13:33 - Ini 10 Cabang dan Lokasi L...
19:03 - Wawako Sambut Baik Groundb...
12:55 - Pemko Dumai Abaikan Lingku...
14:57 - Sukseskan MTQ Riau di Duma...
12:25 - Bangunan Hotel Platinum Be...
10:15 - Banjir Rob di Dumai Meluas...
14:39 - Proyek Peningkatan Jalan B...
14:19 - Satpol PP Ancam Pidanakan ...
19:28 - Cegah Banjir, Pemko Dumai ...
18:38 - Jual Elpiji 3 Kg di Atas H...
17:14 - Sekda Dumai Pimpin Goro di...
07:43 - Sekda Dumai Tinjau Pembang...
15:24 - Dilengkapi Fasilitas Hibur...
11:42 - Meresahkan, Satpol PP Duma...
 
Dinkes: Waspada Penyakit Paska Banjir
Rabu, 12/12/2012 - 17:58:15 WIB
TERKAIT:
 
  • Persiapan MTQ Riau di Dumai Rampung 60 Persen
  • Pemko dan Lanal Dumai Tanam Bibit Mangrove
  • Sekda Dumai Tinjau Tempat Pembuangan Sampah di Jalan Sidorejo
  •  

    DUMAI-Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso menghimbau seluruh warga agar selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan banjir. Air banjir yang kotor adalah sarang penyakit yang rentan menular kepada korban lainnya.
     
    ''Karena biasanya paska banjir banyak masyarakat yang terjangkit penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya yang diakibatkan air kotor yang menggenangi rumah,'' kata Marjoko selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai.
     
    Menurut Marjoko, penyakit yang sering muncul paska terjadinya banjir adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, penyakit gatal muncul akibat air banjir bercampur dengan kotoran yang berasal dari berbagai sumber. ''Selain mengakibatkan penyakit gatal-gatal, air tersebut juga sangat berbahaya khususnya bagi anak-anak atau orang yang sensitif terhadap air kotor,'' jelasnya.
     
    Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kulit, Marjoko menyarankan agar warga yang rumahnya kebanjiran agar tidak menggunakan air sumur untuk mandi, terlebih bila air didalam sumur berubah warna dan berbau. Cara lain adalah agar jangan terlalu sering kontak dengan air banjir yang jelas-jelas telah menjadi sumber kuman. ''Kepada orang tua diminta untuk terus mengawasi anak-anaknya dan melarang mandi air banjir, karena kami khawatir air banjir akan membawa dampak butruk bagi kesehatan anak,'' tegasnya.
     
    Tidak sampai disitu, Marjoko juga mengaku telah mensiagakan petugas medis untuk menampung keluhan warga terkait penyakit kulit akibat banjir. ''Petugas medis siap melayani keluhan warga akibat efek banjir, seperti timbulnya penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya dengan cara memberikan obat secara gratis,'' paparnya. (Bam)    

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Warga Pekanbaru Dibebankan Beli Kartu Kendali Gas Elpiji
  • Komandan Jaga Lapas Pekanbaru Diperiksa Pasca Satriandi Kabur Lewati Area Steril P2U
  • Pemko Pekanbaru Titipkan Uang Ganti Rugi di Pengadilan
  • BKKBN Bersama Pemkab Meranti Lakukan Pencanangan TNI KB Kes Dan Kampung KB
  • Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi, Bupati Kuansing Ucapkan Terima Kasih Atas Saran dan Masukan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved