Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

13:49 - Mei, Dinsos Dumai Salurkan...
10:42 - Hadapi MEA, Sekda Dumai: P...
16:17 - Cegah Kebakaran, BPBD Sida...
11:59 - Investor Jepang Ingin Kelo...
12:43 - Buruan Siapin Berkas, Pasp...
10:34 - DTKKP Dumai Bentuk Tim Bah...
11:09 - Wako Dumai Minta RSUD Ting...
12:44 - PIN Polio Dumai Lampaui Ta...
12:46 - Pemko Dumai Usulkan Status...
10:41 - Disdukcapil Dumai Usul Ang...
19:01 - Kebakaran Lahan Dekat Band...
09:19 - PLN Dumai Bantu PMI Senila...
10:28 - Kemenag Dumai Siapkan Rp16...
17:43 - Tak Ada Penambahan Kuota H...
17:00 - Didera Kemarau 3 Minggu, P...
19:21 - Launching Raskin/Rastra 20...
17:11 - Pemko Bantu Bebaskan Lahan...
18:45 - Alokasikan Rp65 Miliar, Di...
17:33 - Dikurung Sebulan, 74 WNA A...
18:08 - Plt Gubri Imbau Masyarakat...
 
Dinkes: Waspada Penyakit Paska Banjir
Rabu, 12/12/2012 - 17:58:15 WIB
TERKAIT:
 
  • Mei, Dinsos Dumai Salurkan Raskin Triwulan II
  • Hadapi MEA, Sekda Dumai: Pelaku Usaha Harus Siap
  • Cegah Kebakaran, BPBD Sidak Racun Api di Hotel-hotel
  •  

    DUMAI-Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso menghimbau seluruh warga agar selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan banjir. Air banjir yang kotor adalah sarang penyakit yang rentan menular kepada korban lainnya.
     
    ''Karena biasanya paska banjir banyak masyarakat yang terjangkit penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya yang diakibatkan air kotor yang menggenangi rumah,'' kata Marjoko selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai.
     
    Menurut Marjoko, penyakit yang sering muncul paska terjadinya banjir adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, penyakit gatal muncul akibat air banjir bercampur dengan kotoran yang berasal dari berbagai sumber. ''Selain mengakibatkan penyakit gatal-gatal, air tersebut juga sangat berbahaya khususnya bagi anak-anak atau orang yang sensitif terhadap air kotor,'' jelasnya.
     
    Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kulit, Marjoko menyarankan agar warga yang rumahnya kebanjiran agar tidak menggunakan air sumur untuk mandi, terlebih bila air didalam sumur berubah warna dan berbau. Cara lain adalah agar jangan terlalu sering kontak dengan air banjir yang jelas-jelas telah menjadi sumber kuman. ''Kepada orang tua diminta untuk terus mengawasi anak-anaknya dan melarang mandi air banjir, karena kami khawatir air banjir akan membawa dampak butruk bagi kesehatan anak,'' tegasnya.
     
    Tidak sampai disitu, Marjoko juga mengaku telah mensiagakan petugas medis untuk menampung keluhan warga terkait penyakit kulit akibat banjir. ''Petugas medis siap melayani keluhan warga akibat efek banjir, seperti timbulnya penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya dengan cara memberikan obat secara gratis,'' paparnya. (Bam)    

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0813 6503 1931 atau
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Liverpool Tantang Sevilla di Final Liga Eropa
  • Revisi Aturan Anggota Dewan Maju di Pilkada Harus Mundur Belum "Putus"
  • Ketahui Zona Erotis Wanita dari Zodiaknya
  • Long Weekend, Hotel di Padang Diserbu Pelancong
  • Libur Panjang, Bandara SSK II Layani Sembilan Ribu Penumpang
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved