Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

16:50 - Pemko Dumai Dukung Program...
15:53 - Rusak Aset Daerah, Kontrak...
19:58 - Dishub Dumai Tingkatkan Fa...
18:37 - Pelabuhan Dumai Masuk Daft...
18:00 - Tinjau SMAN 5, Dewan Minta...
05:52 - 2015, Pemko Dumai Anggarka...
17:42 - Pembangunan Drainase Rugik...
14:07 - Pengembangan Wisata Dumai ...
10:00 - Harga Cabai Merah di Dumai...
20:37 - Pelamar CPNS Dumai Diingat...
19:31 - AKBP Yudi Kurniawan Dilepa...
15:48 - Disperindag : Harga Sembak...
14:32 - PT IBP Belum Serahkan Doku...
19:37 - Besok, Disperindag Dumai P...
16:43 - BLH Riau Ambil Sampel Tump...
13:14 - KLH Tutup Operasional PT I...
11:51 - Harga Cabai Merah di Dumai...
11:24 - Siang Ini, Menhut LH Berku...
19:38 - Tumpahan CPO di Dumai Gena...
18:13 - Miris, Puluhan Pelajar SMA...
 
Dinkes: Waspada Penyakit Paska Banjir
Rabu, 12/12/2012 - 17:58:15 WIB

TERKAIT:
 
  • Pemko Dumai Dukung Program Efisiensi Anggaran
  • Rusak Aset Daerah, Kontraktor Bisa Dipidanakan
  • Dishub Dumai Tingkatkan Fasilitas Terminal AKAP
  •  

    DUMAI-Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso menghimbau seluruh warga agar selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan banjir. Air banjir yang kotor adalah sarang penyakit yang rentan menular kepada korban lainnya.
     
    ''Karena biasanya paska banjir banyak masyarakat yang terjangkit penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya yang diakibatkan air kotor yang menggenangi rumah,'' kata Marjoko selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai.
     
    Menurut Marjoko, penyakit yang sering muncul paska terjadinya banjir adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, penyakit gatal muncul akibat air banjir bercampur dengan kotoran yang berasal dari berbagai sumber. ''Selain mengakibatkan penyakit gatal-gatal, air tersebut juga sangat berbahaya khususnya bagi anak-anak atau orang yang sensitif terhadap air kotor,'' jelasnya.
     
    Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kulit, Marjoko menyarankan agar warga yang rumahnya kebanjiran agar tidak menggunakan air sumur untuk mandi, terlebih bila air didalam sumur berubah warna dan berbau. Cara lain adalah agar jangan terlalu sering kontak dengan air banjir yang jelas-jelas telah menjadi sumber kuman. ''Kepada orang tua diminta untuk terus mengawasi anak-anaknya dan melarang mandi air banjir, karena kami khawatir air banjir akan membawa dampak butruk bagi kesehatan anak,'' tegasnya.
     
    Tidak sampai disitu, Marjoko juga mengaku telah mensiagakan petugas medis untuk menampung keluhan warga terkait penyakit kulit akibat banjir. ''Petugas medis siap melayani keluhan warga akibat efek banjir, seperti timbulnya penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya dengan cara memberikan obat secara gratis,'' paparnya. (Bam)    

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0813 6503 1931 atau
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Hari ini, RAPP Serahkan 398 Beasiswa SMA
  • Dewan Minta Disperindag Perketat Pengawasan Makanan Kadaluarsa
  • Peringati HUT PGRI, SMAN 4 Gelar Berbagai Kegiatan
  • Demo Kecam Jokowi Ricuh, Puluhan Mahasiswa Luka-luka
  • Dekranasda Meranti Kembangkan Produk Mangrove
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
    Other : Iklan Baris Flag Counter
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2014 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved