Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
+ INDEX BERITA

14:18 - Penyampaian dan Penyerahan...
18:37 - Rekomendasi DPRD Jadi Baha...
19:58 - Menjamur, Kebanyakan Toko ...
15:19 - Di Hadapan Dewan, Bupati P...
17:35 - Dewan Desak Polres Beranta...
15:44 - Dewan Minta PLN Taati Atur...
06:02 - Penertiban PKL Pangkalan K...
17:34 - Malam Ini, DPRD Pelalawan ...
16:12 - Dewan Beberkan Penyebab Re...
19:50 - Ketua dan Wakil Ketua DPRD...
17:54 - Pimpinan DPRD Pelalawan Di...
17:32 - Besok, DPRD Pelalawan Rapa...
17:14 - Sekwan Tunggu PDI-P Serahk...
19:28 - Cemaskan Mutasi, Para Peja...
10:28 - Dewan: Penempatan Pejabat ...
11:14 - Aktivitas Seismik Perusaha...
10:59 - DPRD Padang Lawas Kunjungi...
06:24 - Tinjau TNTN, Komisi DPR IV...
19:00 - Dewan Minta Disnaker Maksi...
09:42 - 1.900 Hektare Lahan PT MAL...
 
Perlu Bentuk Tim Terpadu
Batas TNTN dan Tiga Desa harus Diperjelas
Senin, 11/03/2013 - 11:30:20 WIB

PELALAWAN - Tapal batas kawasan Hutan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) dengan tiga desa di Kabupaten Pelalawan, hingga kini tak jelas. Akibatnya, kawasan hutan lindung sudah beralih fungsi menjadi kawasan sawit. DPRD meminta pemerintah membentuk tim terpadu.

Tiga desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan TNTN adalah Desa Bagan Limau, Desa Air Hitam dan Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui. Bahkan, semenjak kawasan hutan Tesso Nilo ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional maka, mulai muncul permasalahan diantaranya perambahan hutan.

"Perambahaan ini sendiri dilakukan oleh warga yang kebanyakan dari mereka mengaku tidak tahu soal tapal batas kawasan hutan TNTN. Padahal sebelumnya untuk mengetahui yang mana kawasan TNTN dan mana yang bukan sudah direncanakan akan diberi tanda berupa parit gajah yang akan dibuat mengelilingi kawasan Hutan TNTN," kata Ketua Komisi B H Herman Maskar, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas permasalahan masyarakat tiga desa yang berdomisili di sekitar areal kawasan TNTN, akhir pekan lalu di gedung DPRD Pelalawan.

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi B H Herman Maskar diikuti Sekertaris Komisi Sunardi serta anggota komisi Abdul Anas Badrun tersebut, tampak hadir Kepala Desa dari tiga desa, yakni Desa Air Hitam, Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Bagan limau beserta para pengurus koperasi. Selain itu juga terlihat Dinas Kehutanan dan Perkebunan, WWF serta Balai Taman Nasional Tesso Nilo.

Rapat yang berlangsung selama tiga jam itu membahas soal kepastian lahan masyarakat, apakah lahan mereka masuk ke dalam kawasan atau tidak. Hal ini perlu dibahas mengingat lahan yang mereka garap hasilnya tidak bisa dijual karena dianggap masuk dalam kawasan. (And)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0813 7866 4946 atau
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Mahasiswa UR asal Meranti Demo Minta Kapolri Usut SP3 Karhutla dan "Meranti Berdarah"
  • Angin Puting Beliung Terjang Kota Dumai. Atap Rumah Beterbangan
  • 70 Gudang di Platinum III Harapan Raya Diduga Ilegal
  • Alhamdulillah, Hujan Lebat Dua Jam Hilangkan Kabut Asap di Dumai
  • Manjakan Tamu, Swiss Bellin ska Pekanbaru Launching Dua Menu Baru
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved