www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Pegawai SPBU Rengat Meninggal Tersengat Listrik
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Perlu Bentuk Tim Terpadu
Batas TNTN dan Tiga Desa harus Diperjelas
Senin, 11/03/2013 - 11:30:20 WIB

TERKAIT:
 
  • Duh, 833 Desa di Riau Teriolasi
  • Mantan Asisten III Pemprov Riau Tutup Usia
  • Plt Gubri dan Menteri Perindustrian Pancang Tiang Pertama Paper Machine 3
  •  

    PELALAWAN - Tapal batas kawasan Hutan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) dengan tiga desa di Kabupaten Pelalawan, hingga kini tak jelas. Akibatnya, kawasan hutan lindung sudah beralih fungsi menjadi kawasan sawit. DPRD meminta pemerintah membentuk tim terpadu.

    Tiga desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan TNTN adalah Desa Bagan Limau, Desa Air Hitam dan Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui. Bahkan, semenjak kawasan hutan Tesso Nilo ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional maka, mulai muncul permasalahan diantaranya perambahan hutan.

    "Perambahaan ini sendiri dilakukan oleh warga yang kebanyakan dari mereka mengaku tidak tahu soal tapal batas kawasan hutan TNTN. Padahal sebelumnya untuk mengetahui yang mana kawasan TNTN dan mana yang bukan sudah direncanakan akan diberi tanda berupa parit gajah yang akan dibuat mengelilingi kawasan Hutan TNTN," kata Ketua Komisi B H Herman Maskar, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas permasalahan masyarakat tiga desa yang berdomisili di sekitar areal kawasan TNTN, akhir pekan lalu di gedung DPRD Pelalawan.

    Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi B H Herman Maskar diikuti Sekertaris Komisi Sunardi serta anggota komisi Abdul Anas Badrun tersebut, tampak hadir Kepala Desa dari tiga desa, yakni Desa Air Hitam, Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Bagan limau beserta para pengurus koperasi. Selain itu juga terlihat Dinas Kehutanan dan Perkebunan, WWF serta Balai Taman Nasional Tesso Nilo.

    Rapat yang berlangsung selama tiga jam itu membahas soal kepastian lahan masyarakat, apakah lahan mereka masuk ke dalam kawasan atau tidak. Hal ini perlu dibahas mengingat lahan yang mereka garap hasilnya tidak bisa dijual karena dianggap masuk dalam kawasan. (And)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0813 6503 1931 atau
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Pegawai SPBU Rengat Meninggal Tersengat Listrik
  • Diduga Makan Beras Plastik, Bocah SD Bengkak Lambung
  • Hanya 2 Hiburan Malam di Meranti Miliki Izin
  • Nenek Bercucu 7 Lahirkan Bayi Kembar 4
  • Beli Avanza & Etios, Gratis 3 Kali Cicilan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2015
     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
    Other : Iklan Baris
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2015 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved