BREAKING NEWS :
Peran Pendamping UMKM di Meranti Semakin Dimaksimalkan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Pekanbaru Kekurangan Guru, Disdik dan Komisi III Koordinasi Dengan Pemerintah Pusat
Senin, 19/02/2018 - 17:00:10 WIB
PEKANBARU – Saat ini Kota Pekanbaru mengalami kekurangan sebanyak 758 guru SMP dan 172 guru SD berstatus ASN. Hal itu disebabkan karena banyaknya guru yang pensiun sejak tahun 2013 lalu. Masalah kekurangan serta gaji guru honorer tergolong masih rendah saat ini, menjadi perhatian dari DPRD Kota Pekanbaru.

Hal itu diketahui saat Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru. Selaku mitra Komisi III, Disdik Kota Pekanbaru melakukan koordinasi seiring membaiknya kondisi pembangunan infrastruktur pendidikan yang saat ini semakin meningkat.

“Kita tahun ini membangun 4 sekolah baru yakni 3 SD dan 1 SMP Negeri yang berlokasi di Kecamatan Tampan, Tenayan Raya dan Bukit Raya. Hal ini seiring dengan mulai membaiknya keuangan Pemko Pekanbaru,” Kata Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal.



Namun, dengan adanya pembangunan infrastruktur pendidikan itu, Disdik Kota Pekanbaru, membutuhan tenaga pengajar untuk memenuhi kekosongan dari pembangunan sekolah yang ada di Kota Pekanbaru.



“Jika benar-benar serius untuk mengatasi masalah kekurangan guru, maka dibutuhkan dana sebesar Rp 25 miliar per tahun dalam APBD untuk menggaji sekitar 1.056 guru honor komite se Pekanbaru,” terang Jamal.



Hearing dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III  Zulfan Hafiz didampingi Anggota Komisi, Dian Sukheri, Maspendri, Aidil Amri, Tarmizi Muhammad, Darnil dan Samsul Bahri. Selain mempertanyakan program kerja Disdik Pekanbaru, Komisi III mempertanyakan kendala pendidikan yang terjadi di Pekanbaru.